menyusui
Tips Menyusui bila Bunda Tidur Pisah Ranjang dengan Bayi di Kamar
HaiBunda
Minggu, 06 Sep 2026 09:10 WIB
Daftar Isi
- Mengapa berbagi kamar dengan bayi dianjurkan?
-
Tips menyusui bila Bunda tidur pisah ranjang dengan bayi di Kamar
- 1. Letakkan tempat tidur bayi dekat dengan ranjang Bunda
- 2. Pastikan bayi memiliki tempat tidur sendiri yang aman
- 3. Bunda tidak selalu harus menunggu sampai bayi menangis untuk menyusui.Â
- 4. Waspadai risiko tertidur saat menyusui
- 5. Periksa bayi secara berkala
- 6. Setelah menyusu, kembalikan bayi ke tempat tidurnya
- 7. Jangan biarkan bayi tidur di tempat yang tidak aman
Bunda dan bayi tidak harus tidur di ranjang yang sama agar proses menyusui tetap berjalan nyaman. Bahkan, bayi dianjurkan memiliki tempat tidur sendiri yang aman, meski masih berada di kamar yang sama dengan orang tua.
Kondisi ketika bayi tidur di tempat tidur terpisah tetapi berada dalam kamar yang sama dengan orang tua disebut berbagi kamar atau room-sharing. Tempat tidur bayi bisa berupa ranjang bayi, portacot, keranjang bayi, baby box, atau tempat tidur bayi lain yang memenuhi standar keamanan.
Berbagi kamar berbeda dengan co-sleeping. Pada co-sleeping atau berbagi permukaan tidur, bayi tidur di permukaan yang sama dengan orang lain. Sementara pada room-sharing, bayi tetap memiliki permukaan tidur sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Bunda yang sedang menyusui, pengaturan seperti ini justru dapat membantu membuat sesi menyusui malam hari lebih praktis sekaligus menjaga bayi tetap berada di lingkungan tidur yang aman. Berikut tips bila Bunda tidur pisah ranjang dengan bayi di kamar.
Mengapa berbagi kamar dengan bayi dianjurkan?
Menurut Raising Children Network, berbagi kamar dengan bayi, tetapi menggunakan tempat tidur yang terpisah, memiliki manfaat bagi keamanan bayi.
Para ahli menyarankan agar bayi tidur di kamar yang sama dengan orang tua selama tahun pertama kehidupannya atau setidaknya selama enam bulan pertama jika memungkinkan.
Pengaturan ini diketahui dapat menurunkan risiko sudden unexpected death in infancy (SUDI), termasuk sudden infant death syndrome (SIDS) dan kejadian tidur fatal lainnya.
Berbagi kamar dengan bayi juga memiliki manfaat lainnya. Cara ini dapat memudahkan orang tua untuk merespons dengan cepat ketika bayi terbangun dan mempermudah menyusui pada malam hari. Berbagi kamar juga dapat membantu membangun ikatan dengan bayi serta memahami tanda-tanda atau isyarat yang menunjukkan kebutuhan bayi.
Tips menyusui bila Bunda tidur pisah ranjang dengan bayi di Kamar
Berikut beberapa tips menyusui bila Bunda tidur pisah ranjang dengan Si Kecil di kamar mengutip laman Raisingchildren dan CDC.
1. Letakkan tempat tidur bayi dekat dengan ranjang Bunda
Bila memungkinkan, letakkan ranjang bayi di sisi tempat tidur Bunda sehingga bayi mudah terlihat dan dijangkau. Posisi ini membuat Bunda tidak perlu berjalan jauh ketika bayi mulai menunjukkan tanda lapar pada malam hari. Bunda juga dapat lebih cepat merespons bayi yang terbangun untuk menyusu.
Mengutip laman CDC, mendukung rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) agar bayi tidur di kamar yang sama dengan orang tua, tetapi pada permukaan tidur yang terpisah. Idealnya, pengaturan ini dilakukan setidaknya sampai bayi berusia 6 bulan.
2. Pastikan bayi memiliki tempat tidur sendiri yang aman
Tidur satu kamar bukan berarti bayi harus tidur di kasur yang sama dengan Bunda. Bayi sebaiknya memiliki tempat tidur sendiri dengan permukaan yang rata, kokoh dan tidak miring. Area tidur juga sebaiknya hanya berisi kasur dan seprai yang terpasang dengan baik, tanpa bantal, selimut longgar, boneka, bumper atau benda lunak lainnya.
Pengaturan ini penting terutama bagi Bunda yang sering menyusui pada malam hari. Setelah selesai menyusu, bayi dapat kembali diletakkan di tempat tidurnya sendiri.
3. Bunda tidak selalu harus menunggu sampai bayi menangis untuk menyusui.Â
Perhatikan tanda-tanda awal bayi lapar, seperti mulai bergerak, membuka mulut, mencari puting, memasukkan tangan ke mulut atau membuat suara kecil.
Menyusui berdasarkan tanda-tanda lapar membantu Bunda merespons kebutuhan bayi dengan lebih cepat. UNICEF juga merekomendasikan orang tua untuk mengenali dan merespons isyarat bayi terkait kebutuhan menyusu.
Pada malam hari, respons yang cepat juga dapat membuat sesi menyusui terasa lebih tenang karena bayi belum terlanjur menangis keras.
4. Waspadai risiko tertidur saat menyusui
Ini menjadi salah satu hal penting bagi Bunda yang menyusui bayi pada tengah malam. Rasa kantuk setelah terbangun beberapa kali merupakan hal yang sangat mungkin terjadi. Karena itu, Bunda perlu mengantisipasi kemungkinan tertidur ketika menyusui.
Jika Bunda merasa sangat mengantuk, hindari menyusui bayi di sofa atau kursi empuk. Tertidur bersama bayi di sofa atau kursi sangat berisiko karena posisi dan bantalan dapat menghambat jalan napas bayi. Bila Bunda tertidur saat menyusui, begitu terbangun segera pindahkan bayi kembali ke tempat tidur bayi yang aman dan terpisah.
5. Periksa bayi secara berkala
Pastikan Bunda periksa bayi secara rutin untuk memastikan ia tetap dalam posisi telentang serta kepala dan wajahnya tidak tertutup. Misalnya, periksa bayi saat orang tua masih terjaga, ketika akan tidur, dan jika terbangun pada malam hari.
6. Setelah menyusu, kembalikan bayi ke tempat tidurnya
Setelah bayi selesai menyusu dan tampak mengantuk, letakkan kembali bayi di tempat tidurnya. Pastikan bayi tidur dalam posisi telentang, di atas permukaan yang rata dan kokoh. Area tidur harus bebas dari benda yang berpotensi menutupi wajah atau mengganggu pernapasan bayi.
Bunda tidak perlu khawatir bahwa bayi akan menjadi kurang dekat hanya karena tidur di tempat berbeda. Justru, bayi tetap berada dekat dengan Bunda karena masih dalam satu kamar.
7. Jangan biarkan bayi tidur di tempat yang tidak aman
Ketika bayi sudah dapat berguling dengan mudah dari posisi telentang ke tengkurap dan kembali lagi, biasanya sekitar usia 4–6 bulan, bayi umumnya sudah memiliki kemampuan untuk bergerak dan melindungi jalan napasnya sendiri ketika berada di lingkungan tidur yang aman.
Meski begitu, Bunda tetap perlu selalu meletakkan bayi dalam posisi telentang ketika mulai tidur. Jangan menidurkan bayi di bouncer, hammock, bean bag, sofa, atau bantal. Jika bayi tertidur di kursi mobil atau kereta dorong, segera pindahkan bayi dan letakkan di lingkungan tidur yang aman sesegera mungkin.
Begitulah pembahasan tentang  tips bila Bunda tidur pisah ranjang dengan bayi di kamar. Semoga informasinya bermanfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
3 Tips Menyusui agar Berat Badan Bayi Cepat Naik
Menyusui
6 Cara Mudah Mencegah Puting Lecet Saat Menyusui
Menyusui
Penyebab Cemas & Rasa Bersalah Sering Hantui Ibu Menyusui
Menyusui
Tips Nyaman Menyusui di Tempat Umum
Menyusui
Penting! 6 Tips Menyusui untuk Ibu Baru, Bunda Perlu Tahu
5 Foto
Menyusui
5 Potret Indah Permatasari saat Menyusui, Curhat Ingin Berteman dengan Sang Anak Kelak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Penyebab Bayi Menyusu Terus di Malam Hari, Kenali Sinyal Masih Lapar
13 Cara Menyapih Anak dari ASI agar Tidak Rewel pada Malam Hari
Apakah Memakai Bra saat Tidur Bisa Menyebabkan Kanker Payudara?