menyusui
Mengenal Osteopontin, Protein di ASI yang Disebut Efektif Cegah ISPA pada Anak
HaiBunda
Senin, 12 Oct 2026 09:10 WIB
Daftar Isi
- Apa itu osteopontin?
- Kandungan osteopontin tinggi dalam ASI
- Bagaimana osteopontin membantu sistem imun bayi?
- Osteopontin dan risiko infeksi pada bayi
- Penelitian terbaru ungkap hubungan osteopontin dengan infeksi saluran pernapasan
- Bukan hanya osteopontin yang membuat ASI bersifat protektif
- Jadi, apakah osteopontin bisa mencegah ISPA pada anak?
Air susu ibu (ASI) bukan hanya sumber nutrisi bagi bayi. Di dalamnya terdapat berbagai komponen bioaktif yang membantu mendukung perkembangan sistem imun Si Kecil, salah satunya adalah protein bernama osteopontin.
Osteopontin atau OPN merupakan protein multifungsi yang ditemukan dalam konsentrasi cukup tinggi pada ASI. Protein ini diketahui berperan dalam perkembangan sistem kekebalan tubuh, kesehatan saluran cerna, serta interaksi antara tubuh dan mikrobiota.
Menariknya, penelitian terbaru mulai mengungkap kemungkinan peran osteopontin dalam membantu tubuh bayi menghadapi infeksi saluran pernapasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu osteopontin?
Osteopontin adalah protein yang memiliki berbagai fungsi biologis, termasuk membantu mengatur respons sistem kekebalan tubuh.
Protein ini sebenarnya dapat ditemukan di berbagai jaringan tubuh. Namun, osteopontin terdapat dalam jumlah tinggi pada ASI dan dikenal juga sebagai lactopontin ketika merujuk pada bentuk osteopontin yang terdapat dalam susu.
Dalam ASI, osteopontin termasuk salah satu protein bioaktif yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber nutrisi, tetapi juga berinteraksi dengan sel-sel tubuh bayi.
Sebuah tinjauan ilmiah menyebutkan bahwa osteopontin dapat berikatan dengan reseptor tertentu pada permukaan sel, seperti integrin dan CD44. Interaksi tersebut berhubungan dengan berbagai proses, termasuk regulasi sistem imun dan perkembangan jaringan.
Kandungan osteopontin tinggi dalam ASI
Kadar osteopontin dalam ASI dapat berubah seiring berjalannya waktu setelah persalinan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition menemukan bahwa konsentrasi osteopontin dalam ASI sekitar 138 mg/L, jauh lebih tinggi dibandingkan susu sapi yang sekitar 18 mg/L dan susu formula yang sekitar 9 mg/L.
Peneliti juga menemukan bahwa osteopontin memiliki sifat mirip sitokin dan dapat memengaruhi respons sel imun. Temuan tersebut menjadi salah satu dasar mengapa protein ini dianggap penting dalam perkembangan sistem imun bayi.Â
Selain itu, penelitian multicenter yang melibatkan 629 ibu dari China, Denmark, Jepang, dan Korea juga menunjukkan bahwa kadar osteopontin dalam ASI dapat berbeda antarnegara dan berubah sepanjang periode laktasi.
Menariknya, kadar osteopontin juga dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor maternal, seperti indeks massa tubuh, cara persalinan, kenaikan berat badan selama kehamilan, dan asupan energi selama masa menyusui.
Artinya, komposisi ASI memang bersifat dinamis dan dapat berbeda dari satu ibu dengan ibu lainnya.
Bagaimana osteopontin membantu sistem imun bayi?
Sistem imun bayi masih dalam tahap perkembangan setelah lahir. Karena itu, berbagai komponen bioaktif dalam ASI berperan membantu proses pematangan sistem kekebalan tubuh.
Osteopontin diduga membantu proses tersebut melalui kemampuannya memengaruhi aktivitas dan perkembangan sel-sel imun.
Hal ini didukung oleh penelitian randomized controlled trial yang melibatkan bayi usia 1-6 bulan. Peneliti membandingkan susu formula standar dengan formula yang ditambahkan osteopontin dalam jumlah sekitar 65 mg/L dan 130 mg/L.
Hasilnya, bayi yang mendapat formula dengan 130 mg/L osteopontin memiliki proporsi sel T yang lebih tinggi dibandingkan bayi yang mendapat formula standar. Peneliti menyimpulkan bahwa osteopontin berpotensi memengaruhi perkembangan sistem imun pada masa awal kehidupan.
Penelitian lain juga menemukan bahwa osteopontin dari ASI maupun osteopontin yang ditambahkan ke formula dapat memengaruhi kadar osteopontin dalam plasma bayi.
Osteopontin dan risiko infeksi pada bayi
Salah satu temuan menarik datang dari penelitian yang mengamati hubungan antara kadar osteopontin dalam ASI dan kesehatan bayi.
Dalam sebuah penelitian terhadap 85 ibu dan bayinya, kadar osteopontin dalam ASI memiliki hubungan negatif dengan rawat inap bayi akibat demam pada usia 0-3 bulan. Dengan kata lain, bayi yang mendapat ASI dengan kadar osteopontin lebih tinggi cenderung memiliki lebih sedikit kejadian rawat inap terkait demam. Namun, penelitian ini bersifat observasional sehingga belum dapat membuktikan bahwa osteopontin secara langsung menjadi penyebab berkurangnya infeksi.
Karena itu, osteopontin lebih tepat dipandang sebagai salah satu komponen ASI yang berpotensi membantu perkembangan pertahanan tubuh bayi, bukan sebagai satu-satunya zat yang mencegah penyakit.
Penelitian terbaru ungkap hubungan osteopontin dengan infeksi saluran pernapasan
Temuan yang cukup menarik sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 2026 melalui penelitian yang mengamati mekanisme perlindungan osteopontin terhadap infeksi saluran pernapasan bawah berat.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cell oleh Daniel R. Howard dan tim meneliti bagaimana osteopontin dalam susu memengaruhi sistem imun bayi.
Dalam penelitian tersebut, peneliti menggunakan model tikus neonatal. Hasilnya menunjukkan bahwa kekurangan osteopontin yang berasal dari susu membuat hewan lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan bawah akibat virus maupun bakteri.
Pemberian osteopontin secara oral dikaitkan dengan perubahan mikrobiota usus dan mekanisme yang membantu perkembangan sel dendritik pada hati dan paru-paru. Mekanisme tersebut kemudian berhubungan dengan kemampuan tubuh menghadapi infeksi saluran pernapasan.
Temuan ini menarik karena memberikan gambaran mengenai kemungkinan mekanisme biologis di balik manfaat komponen ASI terhadap sistem pernapasan. Salah satu bagian menarik dari penelitian terbaru tersebut adalah keterlibatan mikrobiota.
Pemberian osteopontin dikaitkan dengan peningkatan bakteri dari kelompok Lactobacillaceae di usus. Perubahan mikrobiota tersebut kemudian berhubungan dengan peningkatan senyawa metabolit bernama 3-phenyllactic acid (PLA).
Peneliti menemukan bahwa jalur tersebut dapat memengaruhi proses pembentukan sel dendritik yang berperan dalam pertahanan tubuh terhadap infeksi saluran pernapasan.
Temuan ini memberikan gambaran baru bahwa komponen ASI mungkin membantu sistem imun bayi melalui hubungan yang kompleks antara ASI, mikrobiota usus, sistem imun, dan paru-paru.
Namun, Bunda perlu mengetahui bahwa penelitian tersebut belum membuktikan bahwa osteopontin dapat mencegah ISPA pada anak manusia. Penelitian tersebut masih dilakukan pada model hewan sehingga diperlukan penelitian klinis pada bayi dan anak untuk mengetahui apakah mekanisme yang sama benar-benar terjadi pada manusia.
Jadi, bukti yang ada saat ini lebih tepat menunjukkan bahwa osteopontin berpotensi membantu perkembangan dan fungsi sistem imun bayi, sementara perannya dalam mencegah ISPA pada manusia masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Bukan hanya osteopontin yang membuat ASI bersifat protektif
Osteopontin hanyalah salah satu dari banyak komponen bioaktif dalam ASI. ASI juga mengandung berbagai zat yang berhubungan dengan pertahanan tubuh, seperti antibodi sekretori IgA, laktoferin, lisozim, serta berbagai faktor imun dan oligosakarida.
Komponen-komponen tersebut bekerja dalam lingkungan biologis yang kompleks dan saling berinteraksi. Karena itu, manfaat menyusui tidak dapat dikaitkan hanya dengan satu protein.
Tinjauan ilmiah mengenai ASI juga menunjukkan bahwa osteopontin, laktoferin, dan komponen membran globula lemak susu memiliki berbagai aktivitas biologis yang berpotensi mendukung perlindungan bayi dari patogen dan perkembangan sistem imun.
Jadi, apakah osteopontin bisa mencegah ISPA pada anak?
Jawabannya masih perlu diteliti lebih lanjut.
Bukti ilmiah saat ini menunjukkan bahwa osteopontin memiliki fungsi imunomodulator dan berpotensi membantu perkembangan sistem kekebalan bayi. Penelitian pada hewan juga menunjukkan kemungkinan perannya dalam melindungi dari infeksi saluran pernapasan berat.
Namun, belum cukup bukti klinis pada manusia untuk menyimpulkan bahwa osteopontin secara langsung dapat mencegah ISPA.
Jadi, lebih tepat mengatakan bahwa osteopontin merupakan salah satu protein bioaktif dalam ASI yang berpotensi mendukung sistem imun bayi dan membantu tubuh menghadapi infeksi.
Bagi Bunda yang dapat memberikan ASI, berbagai komponen bioaktif seperti osteopontin menjadi salah satu alasan mengapa ASI memiliki manfaat yang kompleks bagi pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
3 Macam Protein yang Terkandung di Dalam ASI dan Keistimewaannya
Menyusui
Pengalaman Buruk Ibu Menyusui tentang Pemakaian CCTV
Menyusui
Pujian John Legend untuk Istri yang Prioritaskan Kebutuhan Anak
Menyusui
4 Hal Sepele yang Sering Dilewatkan Ibu Saat Menyusui si Kecil
Menyusui
Yoga Sambil Menyusui Anak, Yes or No?
5 Foto
Menyusui
5 Potret Indah Permatasari saat Menyusui, Curhat Ingin Berteman dengan Sang Anak Kelak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Studi Ungkap Partikel Kecil dalam ASI Bisa Bawa Sinyal Stres Ibu ke Otak Bayi
Ada 'Gula' dalam ASI, Ternyata Berkaitan dengan Perkembangan Otak Bayi
Kandungan Lemak dalam ASI Ternyata Tak cuma Dipengaruhi oleh Makanan yang Dikonsumsi Ibu