MENYUSUI
Ada 900 Lebih Zat Kimia di Sekitar Kita yang Berpotensi Picu Kanker Payudara, Apa Saja?
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Kamis, 15 Oct 2026 08:55 WIBBunda mungkin tidak menyadari bahwa berbagai bahan kimia yang ditemukan dalam produk sehari-hari dan lingkungan tengah menjadi perhatian para peneliti. Sejumlah bahan tersebut diketahui memiliki karakteristik biologis yang berpotensi berkaitan dengan perkembangan kanker payudara.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives pada 2024 mengidentifikasi sebanyak 921 bahan kimia yang berpotensi meningkatkan risiko kanker payudara. Bahan-bahan tersebut ditemukan melalui analisis data penelitian toksikologi, pengujian laboratorium, serta basis data pemerintah dan lembaga internasional.
Penelitian yang dilakukan oleh Jennifer E. Kay dan rekan-rekannya dari Silent Spring Institute bersama peneliti dari University of California, Berkeley, ini bertujuan mengidentifikasi bahan kimia yang perlu mendapat perhatian lebih dalam penilaian keamanan.
Namun, Bunda perlu memahami bahwa temuan tersebut bukan berarti seluruh 921 bahan kimia telah terbukti menyebabkan kanker payudara pada manusia. Para peneliti mengidentifikasi bahan-bahan yang memiliki karakteristik biologis yang relevan dengan perkembangan kanker payudara, sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami risiko pada manusia.
Studi temukan 921 bahan kimia berpotensi picu kanker payudara
Dalam penelitian yang dipublikasikan pada Januari 2024 tersebut, para peneliti menganalisis data dari berbagai sumber, termasuk International Agency for Research on Cancer (IARC), National Toxicology Program, National Cancer Institute, serta program pengujian bahan kimia milik Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA).
Hasilnya, para peneliti mengidentifikasi 921 bahan kimia yang berpotensi mendorong perkembangan kanker payudara melalui karakteristik biologis tertentu.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 278 bahan kimia diketahui menyebabkan tumor pada kelenjar susu hewan dalam penelitian toksikologi. Sementara itu, lebih dari setengah bahan kimia dalam daftar tersebut dapat meningkatkan produksi hormon estrogen atau progesteron pada sel yang diuji.
Peneliti juga menemukan sekitar sepertiga bahan kimia dapat mengaktifkan reseptor estrogen, yaitu struktur pada sel yang merespons hormon estrogen.
Selain itu, sebanyak 420 bahan kimia diketahui memiliki karakteristik yang dapat merusak DNA sekaligus mengganggu kerja hormon. Kerusakan DNA dan gangguan hormonal merupakan dua mekanisme biologis yang dapat berperan dalam perkembangan kanker.
Penelitian tersebut juga memperkirakan sekitar 90 persen bahan kimia yang teridentifikasi merupakan bahan yang berpotensi ditemui melalui paparan sehari-hari, seperti dari produk konsumen, makanan dan minuman, pestisida, obat-obatan, serta lingkungan kerja.
Temuan ini menunjukkan pentingnya memperluas pengujian keamanan bahan kimia, terutama bahan yang digunakan secara luas tetapi belum banyak diteliti dampaknya terhadap jaringan payudara.
Bagaimana bahan kimia bisa memengaruhi risiko kanker payudara?
Kanker payudara merupakan penyakit kompleks yang dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari usia, faktor genetik, riwayat reproduksi, hingga paparan lingkungan.
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menyoroti beberapa karakteristik bahan kimia yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan kanker payudara.
1. Mengganggu keseimbangan hormon
Estrogen dan progesteron merupakan hormon yang berperan dalam perkembangan dan fungsi jaringan payudara. Namun, paparan hormon tertentu dalam kondisi tertentu juga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara.
Sebagian bahan kimia dapat meniru kerja hormon atau mengganggu sistem endokrin, yaitu sistem yang mengatur produksi dan aktivitas hormon dalam tubuh. Bahan kimia pengganggu endokrin atau endocrine-disrupting chemicals (EDCs) dapat memengaruhi sinyal hormonal yang berperan dalam pertumbuhan sel payudara.
2. Merusak DNA
DNA menyimpan informasi genetik yang mengatur fungsi dan pertumbuhan sel. Ketika DNA mengalami kerusakan dan tidak diperbaiki dengan baik, perubahan tersebut dapat berkontribusi terhadap perkembangan sel abnormal.
Sebagian bahan kimia memiliki karakteristik genotoksik, yakni dapat merusak materi genetik. Karakteristik ini menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam penilaian potensi karsinogen suatu zat.
3. Memengaruhi perkembangan jaringan payudara
Paparan bahan kimia pada periode perkembangan tertentu, seperti selama kehamilan dan masa pubertas, juga menjadi perhatian peneliti.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan bahan kimia tertentu pada masa perkembangan dapat memengaruhi pembentukan dan kematangan jaringan payudara. Perubahan tersebut diduga dapat memengaruhi kerentanan jaringan terhadap faktor pemicu kanker di kemudian hari.
Meski demikian, dampak setiap bahan kimia tidak sama. Risiko juga dipengaruhi oleh jenis zat, dosis, durasi paparan, serta waktu seseorang terpapar.
Dari mana saja paparan bahan kimia berasal?
Bahan kimia yang menjadi perhatian peneliti dapat ditemukan dalam berbagai sumber di lingkungan sehari-hari. Beberapa di antaranya berasal dari:
1. Produk plastik dan kemasan makanan
Sejumlah bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik memiliki karakteristik yang berkaitan dengan gangguan hormon. Bahan tertentu dapat berpindah dari kemasan ke makanan atau minuman, bergantung pada jenis material dan kondisi penggunaannya.
2. Pestisida
Pestisida digunakan untuk mengendalikan hama pada pertanian maupun lingkungan rumah tangga. Sejumlah bahan aktif pestisida telah dikaitkan dengan potensi bahaya terhadap kesehatan, sehingga paparan dan penggunaannya perlu dikendalikan sesuai petunjuk keamanan.
3. Produk perawatan pribadi dan kosmetik
Bahan kimia tertentu dalam produk perawatan pribadi menjadi objek penelitian karena berpotensi memengaruhi sistem hormon. Namun, tidak semua kosmetik atau produk perawatan pribadi mengandung bahan yang meningkatkan risiko kanker payudara.
4. Polusi udara dan lingkungan kerja
Paparan bahan kimia juga dapat terjadi melalui udara yang tercemar, debu di dalam rumah, maupun bahan yang digunakan dalam pekerjaan tertentu. Besarnya risiko bergantung pada jenis polutan, konsentrasi, serta lamanya paparan.
Dikutip dari Silent Spring Institute menjelaskan bahwa sejumlah bahan kimia dari produk konsumen dapat terlepas ke udara dan debu dalam ruangan. Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa paparan lingkungan sehari-hari perlu diteliti lebih lanjut.
Cara mengurangi paparan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari
Walaupun penelitian tentang bahan kimia dan kanker payudara masih terus berkembang, Bunda dapat menerapkan sejumlah langkah untuk mengurangi paparan yang tidak perlu.
1. Gunakan wadah makanan sesuai peruntukannya
Pilih wadah yang memang dirancang untuk menyimpan makanan. Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik jika wadah tersebut tidak dinyatakan aman untuk penggunaan tersebut.
Bunda juga dapat menggunakan wadah kaca atau baja tahan karat untuk kebutuhan tertentu sebagai alternatif.
2. Cuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi
Cuci buah dan sayuran menggunakan air mengalir untuk membantu menghilangkan kotoran serta sebagian residu di permukaan. Mencuci tidak menjamin seluruh residu pestisida hilang, tetapi tetap menjadi langkah kebersihan pangan yang penting.
3. Gunakan pestisida secara aman
Jika menggunakan produk pengendali hama di rumah, ikuti petunjuk pada label, gunakan alat pelindung yang dianjurkan, dan jauhkan produk dari anak-anak serta makanan.
4. Jaga sirkulasi udara di rumah
Pastikan rumah memiliki ventilasi yang memadai. Bersihkan debu secara rutin menggunakan metode yang membantu mengurangi debu beterbangan, terutama di area yang sering digunakan keluarga.
5. Periksa informasi produk sebelum membeli
Bunda dapat membaca label dan petunjuk penggunaan produk, terutama untuk bahan kimia rumah tangga, kosmetik, dan pestisida. Hindari penggunaan produk yang tidak memiliki informasi keamanan atau petunjuk yang jelas.
Langkah-langkah tersebut bukan jaminan untuk mencegah kanker payudara, tetapi dapat membantu mengurangi paparan yang tidak diperlukan.
Apakah paparan bahan kimia berarti pasti terkena kanker payudara?
Tidak, Bunda. Terpapar bahan kimia yang sedang diteliti kaitannya dengan kanker payudara tidak berarti seseorang pasti akan mengalami penyakit tersebut.
Kanker payudara berkembang melalui proses yang kompleks dan melibatkan interaksi berbagai faktor. Hasil penelitian laboratorium atau penelitian pada hewan juga tidak selalu dapat diterjemahkan secara langsung menjadi risiko yang sama pada manusia.
Karena itu, temuan 921 bahan kimia tersebut lebih tepat dipahami sebagai dasar untuk menentukan zat mana yang perlu mendapat perhatian dalam pengujian keamanan dan penelitian lanjutan.
Bunda juga tidak perlu merasa takut berlebihan atau langsung menghentikan penggunaan seluruh produk rumah tangga. Hal yang lebih penting adalah memahami potensi paparan, menggunakan produk sesuai petunjuk, dan mendukung kebijakan yang memastikan bahan kimia dalam produk sehari-hari telah dinilai keamanannya dengan baik.
Selain memperhatikan lingkungan, Bunda dapat mengelola faktor risiko lain yang bisa dimodifikasi, seperti membatasi konsumsi alkohol, menjaga aktivitas fisik, dan mempertahankan berat badan yang sehat. Diskusikan pula pemeriksaan payudara dengan tenaga kesehatan sesuai usia dan faktor risiko masing-masing.
Dengan demikian, penelitian mengenai bahan kimia di lingkungan diharapkan dapat membantu para ilmuwan dan pembuat kebijakan mengidentifikasi potensi bahaya lebih awal, sehingga upaya pencegahan kanker payudara dapat dilakukan dengan lebih baik.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Bulan Peduli Kanker Payudara: Kenali Sejak Dini, Sayangi Dirimu
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Amankah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayi? Ini Kata Dokter
Kenali Perbedaan Tumor Payudara Jinak & Ganas, Busui Perlu Tahu
4 Jenis Tes Kesehatan Payudara dan Kisaran Biayanya, Simak Bun
Cara Bedakan Benjolan Payudara Akibat Masalah Menyusui dan Kanker
TERPOPULER
Jepang Gelar Lomba Tidur Berhadiah Rp233 Juta, Pemenang Ditentukan dari Ini
Cara Orang Tua Norwegia Mendidik Anak agar Mandiri dan Percaya Diri Sejak Kecil
Potret Luisa Adreena 'Na Willa' Jadi Nomine Perempuan Termuda di FFI 2026
Ada 900 Lebih Zat Kimia di Sekitar Kita yang Berpotensi Picu Kanker Payudara, Apa Saja?
Terpopuler: Cerita Suami Namira Adjani Jadi Menantu Alya Rohali
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Gangguan Mental Disebut Jadi Komplikasi Kehamilan Nomor Satu, Ini Penjelasannya
Cara Orang Tua Norwegia Mendidik Anak agar Mandiri dan Percaya Diri Sejak Kecil
Jepang Gelar Lomba Tidur Berhadiah Rp233 Juta, Pemenang Ditentukan dari Ini
Potret Luisa Adreena 'Na Willa' Jadi Nomine Perempuan Termuda di FFI 2026
Ada 900 Lebih Zat Kimia di Sekitar Kita yang Berpotensi Picu Kanker Payudara, Apa Saja?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Guele | Guele MORE Powder Foundation | Compact Powder 2X Blur 8-Hours Oil Control Medium Full Coverage
-
Beautynesia
5 Kebiasaan yang Sebaiknya Dihindari Selama Musim Hujan
-
Female Daily
House of Dove 2026 Hadir di PIM 2, Intip 5 Activity Seru untuk Kenali Kebutuhan Hair, Body, dan Underarm!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
7 Facial Wash untuk Kulit Kering dan Kusam, agar Wajah Sehat Lembab
-
Mommies Daily
Kenapa Badan Gampang Bergelambir di Usia 30-an? Ini Cara Menjaga Massa Otot!