MENYUSUI
Para Ibu Berkreasi Gunakan ASI untuk Mengolah Kue, Apakah Manfaatnya Sama?
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Senin, 02 Nov 2026 09:00 WIBSelain diminum langsung oleh bayi, ASI juga banyak dimanfaatkan para ibu sebagai campuran olahan makanan. Bahkan, para ibu berkreasi gunakan ASI untuk mengolah kue, apakah ada manfaatnya?
Jika biasanya membuat kue menggunakan susu UHT ataupun susu bubuk, baru-baru ini ada juga sebagian ibu yang memanfaatkan ASI mereka sebagai bahan tambahan mengolah kue.
Ibu menyusui mengolah ASI untuk membuat kue
Seperti yang dilaporkan New York Post pada September lalu, ada sebagian ibu menyusui yang menambahkan ASI mereka sendiri ke resep olahan keluarga sehari-hari dengan harapan bisa memberikan manfaat kesehatan pada anggota keluarganya. Apalagi, belakangan sedang musim flu sehingga diharapkan orang tercinta di rumah tetap sehat.
Dari sebagian ibu yang memanfaatkan ASI mereka dalam tambahan bahan mengolah kue, mereka ada yang menambahkannya dalam resep cupcake, resep pancake hingga makaroni dan keju serta shake cokelat. Dan, yang membuat tren ini sangat mencolok ialah para ibu mengambil sesuatu yang sangat umum terkait pemanfaatan ASI yang biasanya untuk bayi dan mengubahnya menjadi tambahan bahan makanan yang ditujukan untuk keluarga besar mereka.
Ide menggunakan ASI sendiri sebenarnya memanfaatkan ASI sebaik mungkin. Seperti diketahui bahwa ASI mengandung antibodi dan zat aktif biologis lain yang mendukung kesehatan bayi. Namun, ada perbedaan penting antara manfaat menyusui yang sudah banyak diketahui dan asumsi bahwa makan makanan yang dibuat dengan ASI akan membantu seseorang menghindari influenza.
Salah satu ibu yang menggunakan ASI tersebut ialah Allie Keily, yang memiliki dua anak di bawah usia dua tahun. Dalam laporannya, ia memasukkan ASI ke dalam hidangan seperti makaroni dan keju untuk anak-anaknya yang masih kecil saat flu dan pilek.
Makaroni dan keju merupakan resep yang banyak dipraktikkan sehari-hari di rumah. Apa yang dilakukan Keily mencerminkan keyakinan bahwa ASI mungkin memberikan manfaat kesehatan tambahan jika dimasukkan dalam makanan yang sudah dikonsumsi anak-anak. Laporan yang tersedia tidak menetapkan bahwa anak-anaknya mengalami infeksi yang lebih sedikit atau gejala yang lebih ringan sebagai akibatnya.
Ada alasan ilmiah mengapa ASI dikaitkan dengan perlindungan terhadap penyakit. Terapi ini mengandung antibodi dan komponen imun lainnya yang dapat membantu bayi saat sistem kekebalan mereka berkembang, dan menyusui dikaitkan dengan perlindungan terhadap infeksi tertentu. Panduan dari Centers for Disease Control and Prevention tentang influenza dan menyusui secara khusus menjelaskan bahwa ASI dapat membantu melindungi bayi dari flu.
Manfaat yang sudah terbukti ini membantu menjelaskan mengapa beberapa orang tua mungkin menganggap ASI berguna. Seorang ibu yang terpapar infeksi dapat mengembangkan respons imun dan antibodi dapat ditularkan ke bayinya melalui ASI. Namun, manfaat ini muncul dalam konteks menyusui atau pemberian ASI ekspresif kepada bayi, dan tidak seharusnya secara otomatis diterapkan pada setiap kemungkinan penggunaan ASI lainnya.
Menambahkan ASI pada olahan kue, apakah manfaatnya sama?
Perbedaan utama dari ASI yang dikonsumsi langsung bayi dan apa yang dimanfaatkan dalam resep makanan tentu berbeda. Menyusui memberikan nutrisi dan komponen biologis yang aktif pada bayi dalam bentuk yang diadaptasi tubuh mereka. Sementara memasak memperkenalkan panas yang dapat mengubah komposisi susu.
Makan cupcake yang dibuat dengan ASI, secara medis tidak setara dengan bayi yang menerima ASI secara langsung. Panduan CDC tentang persiapan dan penyimpanan ASI memperingatkan bahwa memasak susu di microwave dapat merusak nutrisi dan menciptakan titik panas yang dapat membakar mulut bayi.
Panas dapat mengubah komponen aktif ASI
ASI bukan sekadar campuran kalori, lemak, dan protein. Beberapa komponennya memiliki fungsi biologis, termasuk zat yang terlibat dalam perlindungan imun, pencernaan, dan proses lain yang relevan dengan perkembangan bayi. Komponen-komponen ini tidak selalu merespons pemanasan dengan cara yang sama, sehingga sulit untuk berasumsi bahwa ASI mempertahankan semua sifat aslinya setelah dimasak.
Sementara itu, suhu dan durasi pemanasan keduanya bisa berpengaruh. Zat yang tetap relatif stabil di bawah pemanasan ringan dapat dikurangi atau dinonaktifkan selama proses yang lebih intens. Oleh karena itu, fakta bahwa ASI mengandung komponen bermanfaat sebelum dimasak tidak berarti komponen tersebut tetap berfungsi sepenuhnya dalam cupcake, pancake, atau hidangan lainnya.
Sebuah studi yang ditinjau dan diindeks oleh PubMed meneliti bagaimana suhu pemanasan yang berbeda memengaruhi beberapa protein dan enzim yang aktif secara biologis dalam susu manusia. Para peneliti menguji suhu antara 40 derajat Celsius hingga 127 derajat Celsius dan mengukur komponen termasuk imunoglobulin A, laktoferin, lisozim, dan beberapa aktivitas enzim. Temuan mereka menunjukkan bahwa konsentrasi atau aktivitas beberapa komponen menurun seiring meningkatnya suhu pemanasan.
Para peneliti menemukan bahwa protein yang dipelajari mempertahankan lebih banyak konsentrasi atau aktivitas yang diukur pada suhu 50 derajat Celsius atau di bawah dibandingkan pada suhu yang lebih tinggi. Laktoferin, misalnya, sangat sensitif terhadap pemanasan, dengan jauh lebih sedikit residu setelah pasteurisasi konvensional dibandingkan kondisi yang lebih ringan. Hasil ini memberikan alasan ilmiah untuk berhati-hati dalam berasumsi bahwa persiapan makanan tidak mengubah semua komponen yang berpotensi bermanfaat dari ASI tersebut.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
ASI Perah Mencair, Harus Dibuang atau Masih Bisa Dipakai?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
6 Manfaat ASI dalam Jangka Panjang untuk Si Kecil hingga Dewasa
Cara Memandikan Bayi dengan ASI Beserta Manfaat Bagusnya untuk Kulit
Mengenal Zat Gizi dan Nutrisi yang Terkandung dalam ASI hingga Manfaatnya
Adakah Makanan Ibu Menyusui yang Tak Disukai Bayi dan Membuatnya Rewel?
TERPOPULER
Potret Kamari Main di Daycare Milik Ibunda Justin Hubner di Belanda
Cara Mengenali Orang Baik yang Muak Dimanfaatkan dari Kalimat yang Diucapkan
Para Ibu Berkreasi Gunakan ASI untuk Mengolah Kue, Apakah Manfaatnya Sama?
Keren, Song Louisa Putri Bebi Romeo Unjuk Aksi Nyanyi Jazz Depan para Musisi Senior
20 Puisi tentang Lingkungan yang Mengandung Pesan Moral
REKOMENDASI PRODUK
Sejumlah Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Ini 5 Pilihan yang Awet & Enak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Orang Baik yang Muak Dimanfaatkan dari Kalimat yang Diucapkan
Potret Kamari Main di Daycare Milik Ibunda Justin Hubner di Belanda
Para Ibu Berkreasi Gunakan ASI untuk Mengolah Kue, Apakah Manfaatnya Sama?
25 Rekomendasi Drama China Romantis Netflix Rating Tertinggi
20 Puisi tentang Lingkungan yang Mengandung Pesan Moral
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bingung Cari Kado untuk Teman Pecinta Matcha? Cek Isi Gift Set Ini Dulu
-
Beautynesia
4 Cara Membuat Bento Sehat ala Ibu di Jepang
-
Female Daily
Deretan Aktris Korea yang Baby Face, Ada Kim Da Mi hingga Chae Soo Bin!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Pesona Yuriska Patricia Jadi Pengantin Sunda saat Dinikahi Asnawi Mangkualam
-
Mommies Daily
6 Tanaman Indoor yang Bisa Membuat Rumah Lebih Segar dan Asri