moms-life
20 Puisi tentang Lingkungan yang Mengandung Pesan Moral
HaiBunda
Senin, 02 Nov 2026 07:30 WIB
Daftar Isi
- Mengenal puisi lingkungan
-
Kumpulan puisi tentang lingkungan yang mengandung pesan moral
- 1. Lingkunganku
- 2. Alam Pedesaan
- 3. Alam Semesta
- 4. Pegunungan
- 5. Desa
- 6. Indahnya Pagi
- 7. Kala Fajar Tiba
- 8. Tanpa Batas
- 9. Pesona Alam
- 10. Panorama Pantai
- 11. Pesona di Lautan
- 12. Menghayati Alam
- 13. Pesona Desaku
- 14. Indahnya Negeriku
- 15. Suasana Malam
- 16. Hutanku
- 17. Bila Kau Datang
- 18. Pesona Ciptaan-Mu
- 19. Bila Senja
- 20. Bersama Bulan
Puisi menjadi salah satu cara untuk mengungkapkan perasaan atas pengalaman atau pandangan terhadap sesuatu. Salah satu yang bisa dijadikan inspirasi adalah puisi tentang lingkungan.
Apabila sedang mencari kumpulan puisi tentang lingkungan, baik puisi tentang lingkungan singkat maupun puisi tentang lingkungan yang terdiri atas 4 bait, Bunda bisa temukan melalui artikel ini.
Dalam artikel ini, Bubun akan membahas pengertian puisi tentang lingkungan beserta contoh puisi tentang lingkungan. Yuk, Bunda simak informasi lengkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal puisi lingkungan
Ada banyak definisi untuk menjelaskan pengertian puisi. Merujuk Cambridge Dictonary, puisi adalah sebuah tulisan yang diatur dalam baris yang biasanya memiliki ritme teratur dan sering berima. Sementara itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia puisi didefinisikan sebagai gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.
Berdasarkan pengertian tersebut, ilham berpuisi bisa muncul dari berbagai hal, salah satunya adalah lingkungan. Hal tersebut tidak dapat kita nafikan, seorang penyair tidak dapat melepaskan puisinya dari citraan-citraan alam yang ada di sekelilingnya. Alam menjadi sumber inspirasi sangat besar.
Puisi tentang lingkungan dibentuk dari pengalaman atau perasaan pengarang terkait citraan-citraan alam di sekitarnya yang menjadi sumber inspirasi. Dikutip dari buku Sumber Inspirasi Berpuisi penerbit Spasi Media, ada beberapa jenis puisi tentang lingkungan, yaitu puisi lingkungan alam dan puisi lingkungan fisik.
Puisi lingkungan alam
Puisi lingkungan alam merupakan puisi yang bersumber pada alam sekitar berupa benda mati. Benda mati yang bisa jadi objek puisi ini ada beragam, bisa tentang gunung, pantai, atau benda mati lainnya.
Puisi lingkungan fisik
Pengertian puisi lingkungan fisik adalah puisi yang berupa benda hidup seperti manusia, hewan dan benda hidup lainnya. Dalam hal ini, puisi lingkungan fisik menyoroti manusia, tumbuhan, atau hewan sebagai inspirasi dalam puisi.
Kumpulan puisi tentang lingkungan yang mengandung pesan moral
Inilah kumpulan puisi tentang lingkungan yang mengandung pesan moral mendalam. Puisi tentang lingkungan ini juga bisa jadi inspirasi ketika ingin membuat puisi tentang lingkungan di sekitar rumah atau puisi tentang lingkungan bersih. Dikutip dari buku Meraih Cita, Cinta Keluarga, Sekolah, dan Lingkungan penerbit Jejak Publisher dan buku Kumpulan Puisi; Pelangi Alamku penerbit Indocamp.
1. Lingkunganku
Karya: Annisa Regina Putri
Kita harus menjaga lingkungan
Dan kita harus jaga kebersihan
Kita harus membersihkan halaman rumah
Yuk, kita belajar membersihkan halaman sejak diri
Â
Akhirnya lingkungan bersih
Aku suka halaman ini karena bersih
Kita bisa bermain di lingkungan
Kita bebas di halaman yang bersih
2. Alam Pedesaan
Karya: Ilham
Suasana alam pedesaan
Sangat indah dan tenang
Apalagi di pagi hari
Suara burung berkicau
Menyambut datangnya matahari
Â
Sawah-sawah terhampar luas
Gunung-gunung membentang
Udaranya sejuk dan segar
Menambah kenyamanan untuk kita
Itu semua karunia dari Allah
3. Alam Semesta
Karya: Althamevia Melodika Putri
Â
Alam semestaku
Kau menampakkan keindahan
Kala kedamaian tercipta
Burung-burung beterbangan
Â
Bersahutan silih bergantian
Air dingin mengalir tiada henti
Pesona tanaman hijau yang asin sejuk nan berseri
Â
Tapi,
Kau menampakkan ancaman
Kala kemurkaan tercipta
Tanah longsor di mana-mana
Banjir bandang melanda tanpa arah
Pesona alam pun berubah menjadi bencana
Â
Alam semestaku
Semoga engkau senantiasa indah, sejuk, asri, damai
Hingga senantiasa mendampingiku setiap hari
Dengan penuh harapan
Menyongsong hari lebih baik
4. Pegunungan
Karya: Chalista
Pegunungan yang indah
aku ingin melihatmu dari dekat
Tapi pegunungannya jauh
aku ingin sekali melihatmu
Â
Pemandanganmu indah sekali,
aku ingin sekali ke sana
Tapi kau jauh, Aku hanya bisa melihatmu dari jauh
Dan aku juga tidak bisa melihatmu dari dekat
Â
Kamu indah sekali
Bagaimana aku ke sana pegunungan yang indah?
Mungkin nanti aku bisa ke sana
Pegunungan indah sekali
5. Desa
Karya: Risman Firmansyah
Â
Aku senang mempunyai desa
Yang sangat indah dan sejuk
Sawah dan gunung-gunung
Yang masih asri
Â
Aku sangat nyaman Berada di desaku
Di setiap pagi udara segar ku hirup
Aku sangat senang
Kalua sedang berada di desaku
6. Indahnya Pagi
Di bawah langit luas membentang
Kicauan burung
Riang saling bersahutan
Dengan rangkaian gunung yang berjajar rapi
Lengkapi alam penuh keindahan
Di atas puncak gunung yang tinggi
Kabut tipis menyelimuti
Terlihat seperti kapas putih
Indahnya
Di pagi yang penuh kehangatan
Udara segar bertiup semilir
Bersama hari
Yang sudah mulai bergulir
Menyaksikan
Indahnya pagi ini
7. Kala Fajar Tiba
Kala fajar tiba
Saat menjelang terbitnya sang surya
Di sebelah timur sana
Kau tampakkan
Seberkas cahaya gemerlapan
Yang membawa beraneka kehidupan
Untuk mewujudkan beribu harapan
Dalam mengarungi samudera kehidupan
Para sebuah petualangan
Burung-burung pun
Berkicau saling bersahutan
Melompat dari cabang ke cabang
Indahnya pesonamu
Melepas letihnya kehidupan
Menjadikan hati terasa tenang
Damai dan tenteram
8. Tanpa Batas
Angin terbang menyapa lembut
Suara alam…
Hilangkan segenap pilu
Berikan ketenangan jiwa yang lapang
Berikan kesejukan hati yang gersang
Ketika angin tak lagi berseru
Alam pun…
Diam bagai membisu
Mengharap kehadirat Tuhan semesta
Syukuri semua anugerah
Yang Maha Kuasa
Tiada seorangpun mampu menduga
Tiada pula yang mampu mengurai
Kekuasaan-Mu yang tanpa batas
Mata seakan tertutup tabir
9. Pesona Alam
Gumpalan putih menyelimuti
Langit yang jernih
Keindahan murni keagungan Illahi
Bertebaran di angkasa raya
Bagaikan permadani
Bergerak bagaikan tangan bidadari
Â
Memandang jauh sang awan
Hati terasa damai dan tenteram
Ingin rasanya terbang di atas awan
Melihat dunia
Yang penuh keindahan
Sejauh mata memandang
Menjadi imajinasi terbang melayang
Atas kekuasaan pemilik kehidupan
Bukti keindahan dalam naungan
10. Panorama Pantai
Ketika angin berhembus sepoi
Menyentuh nyiur yang hijau
Menghiasi indahnya alam pantai
Menyejukkan hati yang sedang pilu
Â
Ombak datang silih berganti
Pesona indah pemecah sunyi
Bergulung-gulung bak permadani
Diiringi nyanyian alam
Terasa sejuk di dalam jiwa
Â
Terlihat ombak bermain-main
Riang nya tiada pernah terhenti
Datang tiada yang memanggil
Di sanalah burung camar menghampiri
11. Pesona di Lautan
Ketika angin mulai berhembus
Menyentuh nyiur nan hijau berhembus
Menghiasi panorama alam pantai
Menyejukkan hati
Yang seakan ikut terbuai
Â
Ketika ombak datang memecah pantai
Bergunung-gunung
Menjadi gelombang
Ingin menyentuh pasir di pantai
Seakan mereka akan kembali
Â
Berjuta manusia takjub menyaksikan
Berjuta bibir melantunkan pujian
Keindahan yang tak tertandingi
Anugerah Sang Rabbul Izzati
12. Menghayati Alam
Pesonamu melepas gelombang kehidupan
Di saat merasa letih akan rumitnya dunia
Terdapat makna di balik itu semua
Berlarilah kepada sang pencipta
Â
Suara alam serasa menyentuh jiwa
Menyertai seluruh isi hati
Gemerlap cahaya semesta
di angkasa raya
Kusandarkan
Kepada-Mu berjuta harapan
Perlahan menambah kekaguman
Bentuk dari segala ungkapan
Untuk bersyukur atas segala karunia-Nya
13. Pesona Desaku
Bagaikan sekuntum bunga
Desaku indah mekar berseri
Dipagari sawah-sawah yang menghijau
Menusuk pori
Bila musim penghujan tiba
Air pun mencurah menuju sawah
Para petani tak kenal lelah
Berjalan menuju jalan setapak
Di sanalah mereka mengolah sawah
Â
Ada petani bertopi lebar
Sebilah pisau tak lepas dari tangannya
Keringat keluar membasahi dahi
Mereka pun tak peduli
Bekerja dengan sepenuh hati
14. Indahnya Negeriku
Sawah-sawah yang luas terbentang
Gunung-gunung yang tinggi menjulang
Hutan luas hijau terhampar
Indahnya negeri pujaan
Â
Indonesia tanah kelahiranku
Kan kujaga sepanjang zaman
Sampai akhir hayatku
Bentuk dari ungkapan cinta
Akan indahnya alam nusantara
Â
Sungguh luas biasa
Indahnya negeri ini
Anugerah Sang Illahi
Bersyukur kita kepada-Nya
15. Suasana Malam
Di kala malam gelap gulita
Sinar rembulan sebagai pengganti surya
Bintang di langit berkedap-kedip
Menghiasi malam yang telah sunyi
Â
Ketika waktu terasa senyap
Bersama datangnya kesunyian malam
Para manusia sedang berdzikir
Bagi hamba-hamba yang mau beriman
Pada malam itu
Ketika para malaikatpun turun ke bumi
Inilah malam setiap doa terkabul
Memohon dan mencari Ridho Illahi
Mengharap anugerah
Dari yang Maha Suci
16. Hutanku
Berjuta pohon
Berdiri dengan megah
Ketka kaki mulai melangkah
Berjalan menuju jalan setapak
Aroma hutan tercium semerbak
Terlihat sebuah keindahan
Ketika memasuki tepi hutan
Terdengar kicauan burung-burung
Memecah keheningan
Bermain-main di pucuk dan dahan
Rasa kagum dan syukur
Tak bisa diungkapkan
Â
Janganlah…
Dirusak alam indahnya
Jauhkan dari segala kerusakan
Janganlah…
Ditebang pohon-pohonnya
Jagalah…
Semua anugerah dari Tuhan
17. Bila Kau Datang
Bila kau datang
Kusambut dengan alam yang hijau
Dan kau lihat sungai mengalir
Keindahan yang tak tertandingi
Bila kau datang
Nyanyian burungpun menyambutmu
Bersiul-siul dari dahan ke dahan
Menikmati
Betapa indahnya negeri ini
Beribu jaman telah berputar
Hamparan masa telah terlewat
Dari dulu hingga sekarang
Negeriku tetap lestari
18. Pesona Ciptaan-Mu
Sinar mentari menembus awan
Perlahan mengikuti alur
Mencipta suasana
Panorama yang segar menyejukkan
Tetaplah indah sepanjang masa
Memandang pesona alam yang menakjubkan
Seakan sedang berbicara
dan bercengkrama
Suasana yang sejuk di saat mata memandang
Pohon-pohon pun
Sekaan ikut menyaksikan pesonamu
Menghirup udara pagi yang segar
Di bawah langit yang luas membentang
Memberikan selimut kenyamanan
setiap insan
Bersatu rasa syukur atas ciptaan-Nya
19. Bila Senja
Ketika perlahan
Mentari mulai menghilang
Senja pun akan datang menjelang
Digelapkannya waktu malam
Meninggalkan terang di waktu siang
Â
Hembusan angin di waktu senja
Meliukkan ranting-ranting pepohonan
Menari-nari indah ke kiri dan kanan
Meluruhkan hati yang resah
Dan penuh kebimbangan
Â
Ketika aku termenung memandangmu
Menunggu senja menutup harimu
Tak pernah bosan bersamamu
Seolah diriku menyatu
dalam keindahanmu
20. Bersama Bulan
Cahayamu indah penuh pesona
Memancarkan sinar
Menyapa datangnya malam
Duduk termangu di depan jendela
Menatap pesona wajahmu
Bersama semilirnya angin malam
Bulan…
Senyum manismu menyejukkan hati
Mengusir sunyinya malam ini
Memberi ketenangan pada setiap insani
Membantu angan merangkai mimpi
Awan rupawan
Sedang bergelayut manja
Tampak menyelimuti indahnya bulan
Hadirmu selalu kurindu
Menemani malamku bersama impian
Menggapai semua cita dan harapan
Demikian penjelasan puisi tentang lingkungan, mulai dari pengertian hingga kumpulan tentang lingkungan dengan objek yang beragam. Puisi tentang lingkungan ini bisa jadi inspirasi untuk merangkai kata saat menyusun sebuah puisi alam.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Kata-kata Bijak dalam Bahasa Inggris untuk Memotivasi Bunda
Mom's Life
50 Kata-Kata Bahasa Inggris Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption Instagram
Mom's Life
35 Kata-Kata Bijak Kecewa pada Pasangan, Semangat Move On Bun
Mom's Life
50 Kata-Kata Bijak Tentang Hubungan Kakak Adik, Ungkapan Rasa Sayang
Mom's Life
10 Pantun dan Puisi Kemerdekaan 17 Agustus untuk Rayakan HUT RI Ke-77
7 Foto
Mom's Life
Desta & Sahabat Tak Kuasa Tahan Tangis Bacakan Puisi Natasha Rizky, Intip 7 Potret Harunya
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
9 Kalimat yang Bisa Bikin Orang Narsistik Tersinggung, Padahal Terdengar Biasa
7 Kalimat Orang Cerdas saat Ingin Bilang "Kan, Sudah Dibilang" Tanpa Terdengar Menyebalkan
Cara Mengenali Orang yang Mental dan Emosinya Sehat dari Ucapan Sehari-hari