menyusui

Ibu Ini Buktikan ASI-nya Berubah Saat Anaknya Flu

Melly Febrida 06 Feb 2018
Ibu Ini Buktikan ASI-nya Berubah Saat Anaknya Flu/ Foto: Facebook Paige Peterson Ibu Ini Buktikan ASI-nya Berubah Saat Anaknya Flu/ Foto: Facebook Paige Peterson
Jakarta - Dalam kondisi tertentu, air susu ibu (ASI) nggak cuma jadi makanan buat bayi tapi juga 'obat' saat si kecil sakit. Nah, ibu ini mengaku menemukan perubahan pada ASI saat anaknya sakit. Seperti apa ya?

Bunda bernama Paige Peterson ini memposting di Facebook-nya tentang perbedaan ASI saat anaknya sehat dan saat anaknya kena flu. Perbedaan secara fisik terlihat dari warna ASI perah yang dibekukan itu.

Dari dua kantung ASI perah yang dijajarkan, sebelah kiri berwarna putih kekuningan, Sedangkan yang di sebelah kanan berwarna lebih kuning.

"Susu beku di sebelah kiri adalah dari 2 minggu yang lalu. Susu beku di sebelah kanan dari akhir pekan lalu saat dia (bayinya) positif flu," tulis Paige.



Dia melanjutkan perubahan itu bukti nyata bahwa ASI menciptakan semacam antibodi untuk melawan infeksi yang dialami bayinya. Kata Paige, dia tidak pernah memberikan obat flu, hanya ASI saja kepada bayinya.

"Kalau kamu ibu baru dan bisa menyusui, bersabarlah dan carilah bantuan saat benar-benar membutuhkan. Menyusui itu penting banget buat bayi-bayi kita," tambah Paige.

Ibu Ini Buktikan ASI-nya Berubah Saat Anaknya Flu/Ibu Ini Buktikan ASI-nya Berubah Saat Anaknya Flu/ Foto: Facebook Paige Peterson


Hmm, kira-kira itu benar nggak ya ASI bisa berubah saat anak sakit? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, seorang konsultan laktasi bersertifikat internasional, Rachel Miller, yang bekerja dengan Piedmont Medical Center di Rock Hill menjawabnya. Katanya itu memang benar, Bun.

Menurut Rachel, saat bayi menyusu di payudara, mulut dan air liurnya mengenai payudara ibunya dan masuk ke saluran dalam tubuh ibu. Nah, reseptor kelenjar susu menafsirkan dari air liur itu apakah mengandung bakteri dan virus atau tidak. Jika terdeteksi sesutu yang salah, misalnya bayi sakit atau melawan infeksi, maka tubuh ibu akan mengubah komposisi imunologis di ASI.

"Terkadang saat kita sakit, tubuh kita membakar lebih banyak kalori untuk melawan penyakit itu. Jadi kalori susu ibu bisa meningkat untuk memastikan si bayi memiliki energi untuk melakukan pekerjaan melawan virus tersebut," terang Rachel, dilansir WCNC.



ASI itu memang sumber nutrisi terbaik untuk bayi. Kata dr Yovita Ananta, SpA, IBCLC, MHSM, dari Rumah Sakit Pondok Indah, salah satu kehebatan mengonsumsi ASI adalah membantu tubuh bayi menghasilkan respons vaksinasi yang lebih baik. Alasannya, ASI itu memacu maturitas sistem imun, Bun.

Komposisi ASI juga diyakini membantu meningkatkan kemampuan imun tubuh untuk menangkal berbagai macam risiko penyakit.

Ahli biologi sel dari University of Western Australia, Foteini Kakulas, pernah melakukan sejumlah eksperimen terkait ASI juga nih, Bun. Dalam eksperimen itu, Kalkulas dan rekan-rekannya menemukan ASI bisa dengan cepat berubah sebagai respons pada infeksi yang dialami bayi.

ASI biasanya mengandung sejumlah kecil sel yang merupakan bagian sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi, yang disebut juga sebagai leukosit. Ketika bayi atau ibu sakit, jumlah leukosit di ASI juga meningkat. Penelitian itu dilaporkan pada 2013 di Clinical and Translational Immunology.

ASI yang kaya akan leukosit diproduksi di awal-awal menyusui. Namun semakin usia bayi bertambah, leukosit dalam ASI ditengarai berkurang secara alami. Akan tetapi ketika infeksi muncul, leukosit akan meningkat, dan sel-sel yang berjumlah miliaran ini akan ditelan oleh bayi selama masa menyusui, sehingga membantunya melawan infeksi.

Nah, Bunda yang penasaran dan sedang menyusui serta punya stok ASI perah bisa nih mengetesnya untuk melihat perbedaannya ASI saat si kecil sedang flu. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi