MOM'S LIFE

Yuk Lakukan Ini Bun untuk Cegah Kanker Serviks Seperti Jupe

Nurvita Indarini 11 Jun 2017
Jupe (Foto: Muhammad Ridho) Jupe (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta - Bunda sudah dengar kabar duka bahwa selebriti Julia Perez meninggal dunia karena kanker serviks? Sedih ya. Kita sebagai perempuan juga berisiko lho Bun. Untuk itu perlu upaya pencegahan nih Bun.

Sebenarnya lebih cepat diketahui dan ditangani, peluang kesembuhan penyakit kanker akan lebih besar. Karena itu, bagi kita perempuan yang sudah menikah, disarankan banget lho Bun untuk melakukan deteksi dini.

Nah, deteksi dini bisa dilakukan dengan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) ataupun pap smear. Sebenarnya caranya cukup mudah, namun masih ada ibu-ibu yang enggan melakukannya. Alasannya beragam mulai dari malu sampai takut kalau ketahuan ada penyakitnya. Tapi Bun, demi kesehatan kita dan demi keluarga kita tersayang, yuk kita tendang jauh-jauh rasa malu dan takut untuk melakukan IVA ataupun papsmear.

dr Antony Atmadja, SpOG dari RS Mitra Keluarga Bekasi beberapa waktu lalu menuturkan papsmear dan IVA merupakan upaya mendeteksi sel abnormal, lesi pra-kanker dan kanker serviks. Nah, kegiatan ini memang disarankan dilakukan oleh perempuan yang sudah aktif secara seksual.

"Kalau rutin deteksi dini, akan semakin cepat ketahuan misalnya ada human papillomavirus (HPV-nya) yang mengarah ke kanker atau tidak. Semakin cepat dikendalikan maka akan semakin baik dan lebih cepat sembuh sampai 100 persen," terang dr Antony.

HPV di tubuh manusia memang tidak selalu pasti berubah menjadi kanker. Jika dalam bentuk tumor jinak, menurut dr Antony maka bisa menimbulkan kutil-kutil, termasuk kutil kelamin. HPV akan menyebabkan kanker jika masuk ke darah dan mulai menyebar.

Kanker serviks sendiri sebenarnya adalah jenis kanker yang bisa dicegah melalui vaksinasi. Tapi vaksinasi saja tidak 100 persen bisa mencegah dari kanker serviks. Alasannya vaksin yang ada adalah untuk virus HPV tipe 16 dan tipe 18. Perlu Bunda tahu, kedua tipe ini bersama-sama menyebabkan 87,6 persen kasus di Indonesia. Sementara itu, masih ada 38 tipe virus HPV lainnya.

Jadi Bun, kita harus ingat bahwa vaksinasi dan deteksi dini adalah dua hal yang berbeda. vaksinasi diberikan dengan dosis tiga kali vaksin untuk seumur hidup. Tujuan pemberian vaksin pada dasarnya adalah melindungi diri dari infeksi yang belum berlangsung.

Selain melakukan vaksinasi dan deteksi dini, kita juga harus menjaga gaya hidup. Misalnya adalah dengan tidak berganti-ganti pasangan. Jika pasangan ditengarai memiliki HPV, untuk mencegah penularan, saat berhubungan intim hendaknya mengenakan kondom.

Bunda yang pernah punya pengalaman menjalani deteksi dini kanker serviks melalui IVA atau papsmear yuk berbagi cerita di kolom komentar. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi