MOM'S LIFE

Saat Bunda Lihat Foto Hamil dan Pasca Melahirkan di Medsos, Apa yang Dirasa?

Radian Nyi Sukmasari 11 Agu 2017
Ilustrasi ibu melihat foto di medsos/ Foto: Ari Saputra Ilustrasi ibu melihat foto di medsos/ Foto: Ari Saputra
Jakarta - Update media sosial (medsos) udah biasa dilakukan ya. Bahkan buat Bunda yang lagi hamil atau setelah melahirkan, medsos bisa jadi sarana hiburan tersendiri. Tapi, ketika itu dilakukan, tahu nggak apa aja yang bisa dirasakan para bunda?

Baru-baru ini, peneliti di University of Illnois melakukan studi soal paparan medsos untuk ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan. Partisipan studi ini yaitu 50 ibu yang lagi hamil 20 minggu atau lebih dan yang baru melahirkan maksimal 9 bulan. Para ibu itu bilang kalau foto-foto di medsos, termasuk foto hamil dan melahirkan yang umumnya berasal dari public figure nggak realistis.

"Para partisipan melihat penggambaran di medsos soal wanita hamil dan setelah melahirkan adalah sesuatu yang idealis dan jauh dari kebanyakan pengalaman aktual mereka. Terutama foto seleb yang memamerkan tubuhnya cepat 'kencang' lagi dan bisa berbikini beberapa minggu setelah melahirkan, tanpa kulit kendur dan stretch mark," kata ketua peneliti, Toni Liechty.

Untuk itu, para ibu di studi ini menganggap image wanita yang cepat turun berat badan pasca melahirkan di medsos cuma memberi harapan yang nggak realistis. Terus, nggak memperhitungkan kenyataan yang dialami ibu melahirkan seperti fluktuasi hormon, pemulihan fisik, dan stres waktu merawat bayi.

Sayangnya, sekitar 46 persen responden mengaku gambaran di medsos soal ibu hamil dan pasca melahirkan yang nggak realistis bisa bikin mereka punya emosi negatif. Contohnya, mereka nggak percaya diri sama tubuhnya, frustasi, dan putus asa karena nggak mampu melakukan apa yang terlihat di medsos.

"Termasuk menurunkan berat badan dengan cepat setelah melahirkan, seperti yang konon dilakukan para selebriti," ujar Liechty, dikutip dari Illnois News Bureau.

Meski begitu, pemakaian medsos tetap bermanfaat kok buat para ibu termasuk untuk berbagi soal pengalaman hamil, melahirkan, bahkan mengasuh anak. Tapi, para ibu di studi ini berharap banget supaya foto-foto di medsos nggak sekadar fokus sama tubuh si ibu.

Dikutip dari Sydney Morning Herald, peneliti postdoctoral di Macquarie University Jasmine Fardouly bilang paparan beragam foto yang kelihatannya ideal di medsos bisa bikin wanita nggak puas dengan tubuhnya dan akhirnya memutuskan melakukan diet yang nggak sehat. Untuk itu, Jasmine menyarankan agar kita lebih pintar memfilter apa yang kita lihat di medsos.

Kalau bisa, stop follow akun-akun yang dirasa fotonya penuh dengan editan. Sebaliknya, Jasmine menyarankan untuk mem-follow akun yang sering mengunggah foto sehari-hari yang lebih real. Selain itu, Bun, kita juga perlu kritis lho.

"Penting sekali buat kita berpikir kritis soal apa motivasi di balik postingan foto atau video di medsos yang diedit dan bisa tampak sempurnaa. Hal terpenting, kita harus sadar bahwa setiap orang unik dan tetap cintai bagaimana kondisi kita," kata Jasmine.

Kalau Bunda, melihat berbagai foto hamil dan pasca melahirkan di medsos, terlebih orang tersebut public figure, apa yang dirasa? Yuk bagikan isi hati Bunda di kolom komentar. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi