MOM'S LIFE

Menyikapi Ucapan Anak yang Terasa 'Jleb'

Nurvita Indarini 14 Sep 2017
Menyikapi Ucapan Anak yang Terasa Jleb/ Foto: Wirsad Hafiz Menyikapi Ucapan Anak yang Terasa 'Jleb'/ Foto: Wirsad Hafiz
Jakarta - Anak-anak memang polos, sehingga mereka terkadang mengucapkan kalimat-kalimat tertentu yang terdengar 'jleb'. Pernahkah Bunda mengalaminya?

Beberapa waktu lalu, HaiBunda meminta para bunda berbagi pengalaman melalui media sosial HaiBunda, terkait ucapan anak yang paling terdegar 'jleb'. Bunda yang memiliki akun @ariiiyuliana mengatakan 'jleb' itu adalah saat anak menasihati ibunya yang malah ngebut saat melihat lampu lalu lintas berwarna kuning. Hmm, kalau begini nggak terasa ya si kecil sudah lebih besar dan pintar.

Sedangkan @arin.tikha menceritakan momen anak berkata 'jleb' adalah saat dirinya mengajak si kecil ke kantor menggunakan kereta. "Mungkn dy lihat mamanya kelelahan scra mamanya lagi hamil..trus pas didalem kereta dy bilang #mama bobok aja..mama capek ya..biar aku yg jagain mama..# JLEB," tulisnya.

Sementara itu @denykupranowo mendapatkan momen anak berkata 'jleb' saat si kecil memintanya untuk bekerja di rumah saja. Menjadi terasa 'jleb' karena sang bunda sering mengajak si kecil ke tempat kerjanya sepulang sekolah.

Beda lagi sama pengalaman salah satu sahabat HaiBunda, Rina, yang merasakan momen anak berkata 'jleb' saat si kecil bilang, "Tante A kok gendut banget sih, Bun". Padahal si kecil menyampaikan ucapannya itu di depan Tante A. Jeng jeng....

Baca juga: Dibilang Gendut Sama Anak, Gimana Kita Meresponsnya Ya Bun?

Psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi, Tiara Puspita M.Psi., Psikolog atau yang akrab disapa Tita mengatakan ucapan anak merupakan hasil pengutaraan pikiran dan perasaan. Apapun ucapan anak, sebaiknya kita sebagai bundanya, haruslah open minded atau terbuka dalam mendengarkan anak.

"Karena mungkin apa yang akan ia utarakan adalah sesuatu yang tidak Anda sadari sebelumnya. Apresiasi upayanya untuk berbicara dan terbuka dengan Anda untuk memupuk keterbukaan di antara Anda dan anak, selain itu ajarkan juga agar anak mengutarakannya dengan cara dan kalimat yang sopan," tutur Tita.

Lalu bagaimana merespons ucapan anak yang meminta kita nggak bekerja padahal kita harus bekerja untuk menambah pemasukan keluarga? Tita menyarankan kita untuk bertanya pada si kecil kenapa dia minta kita untuk tidak bekerja, apakah karena kesepian, takut, atau karena hal lainnya.

"Selain itu, berikan pengertian padanya bahwa walaupun Anda harus bekerja, tapi anak tidak akan kehilangan Anda karena Anda akan meluangkan waktu bersamanya," imbuh Tita.

Nah, kalau anak mengatakan hal yang dirasa kurang sopan di depan orang lain, maka kita bisa minta maaf kepada yang bersangkutan bersama si kecil. Dengan demikian anak akan melihat bagaimana kita bersikap, dan dia juga belajar memahami bahwa perkataannya kurang baik.

Baca juga: Bersama dengan Anak, Tapi Benarkah Kita Sudah Bonding Dengannya?

"Saat Anda berdua dengan anak, ajak ia bicara dengan memberikan contoh atau berlatih bagaimana sebaiknya berbicara mengenai orang lain," sambung Tita.

Jadi kita harus ingat, Bun, bahwa diri kita ini adalah model bagi anak. Sehingga dalam berkomunikasi dengan anak, kita perlu memperhatikan konten dan cara berkomunikasi kita. (vit/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi