MOM'S LIFE

Saat Libur, Ayah Punya Waktu Santai Lebih Banyak Dibanding Bunda

Radian Nyi Sukmasari 12 Okt 2017
Saat Libur, Ayah Punya Waktu Santai Lebih Banyak Dibanding Bunda (Foto: Hassan/detikcom) Saat Libur, Ayah Punya Waktu Santai Lebih Banyak Dibanding Bunda (Foto: Hassan/detikcom)
Jakarta - Kalau Bunda sama Ayah sama-sama kerja, akhir pekan atau tanggal merah pastinya bisa jadi hari yang ditunggu-tunggu ya. Akhirnya! Off dari kerjaan sejenak dan bisa menghabiskan waktu sama anak-anak. Eh, tapi tahu nggak, Bun? Kalau lagi libur, ayah cenderung punya waktu santai lebih banyak ketimbang Bunda lho.

Ya, studi dalam The New Parents Project yang diterbitkan Ohio State University baru-baru ini menemukan meski libur, Bunda termasuk yang bekerja, cenderung menghabiskan waktu lebih banyak untuk mengurus pekerjaan rumah tangga dan merawat si kecil. Sementara ayah, bisa lebih santai di hari liburnya.

Untuk studi ini, peneliti mencatat kegiatan 52 pasangan suami istri. Sebagian besar dari mereka berpendidikan tinggi, keduanya bekerja dan baru punya satu anak. Ditemukan kalau ibu bisa rileks selama 46-49 menit di hari libur sementara ayah bisa menghabiskan waktu rileks sampai 101 menit.

Baca juga: Ketika Momongan yang Tak Kunjung Hadir Picu Konflik Suami Istri

"Waktu yang dibutuhkan wanita dan pria untuk melakukan pekerjaan rumah tangga dan merawat anak kurang lebih sama di hari libur walaupun wanita melakukannya sedikit lebih lama. Nah, di hari libur, pria menghabiskan waktu 47 menit untuk santai saat pasangannya hamil dan menghabiskan waktu 101 menit untuk santau setelah anaknya lahir. Jadi, hidup lebih rileks bagi pria setelah punya anak," kata ketua peneliti, Claire Kamp, dikutip dari Essential Baby.

Studi ini juga menemukan walaupun ayah menjaga anak-anaknya, masih ada bunda yang menemaninya. Jadi, si bunda nggak benar-benar rileks atau punya me time seperti saat si ayah yang menjalani waktu santainya. Memang, sampel studi ini terbilang kecil. Tapi, kata Claire senggaknya ada gambaran kalau pembagian tugas dalam rumah tangga masih timpang.

Diharapkan nantinya pasangan bisa lebih bernegosiasi soal urusan rumah tangga sehingga salah satu pihak nggak merasa terbebani. Soal pembagian tugas dalam urusan rumah tangga, psikolog dewasa dari Tiga Generasi, Sri Juwita Kusumawardhani atau akrab disapa Wita bilang memang perlu bagi suami dan istri membagi tugas dalam rumah tangga. Jangan sampai mentang-mentang sudah masuk ranah urusan rumah, semuanya dilimpahkan ke istri.

"Untuk me time juga perlu banget disepakati kalau masing-masing pihak perlu punya me time, walaupun caranya berbeda-beda buat tiap orang. Lagipula kalau suami mau membantu mengurus urusan rumah tangga, itu juga bagus kan. Ini kembali lagi juga pada kesepakatan masing-masing pasangan ya," kata Wita, dikutip dari detikHealth.

Baca juga: Panggilan Sayang Buat Pasangan: Yang, Ayang, atau...

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi