MOM'S LIFE

Cerita Bunda Tertipu Jutaan Rupiah Saat Belanja di Online Shop

Asri Ediyati Senin, 20 Nov 2017 - 18.03 WIB
Ilustrasi belanja online/ Foto: GettyImages Ilustrasi belanja online/ Foto: GettyImages
Jakarta - Soal jual-beli, risiko bertransaksi sama penjual yang 'nakal' pastinya bikin kesal ya, Bun. Apalagi kalau kita membeli barang itu lewat penjual online. Kayak yang dialami bunda bernama Amalia ini. Dia jadi korban penipuan online shop yang menjual perlengkapan bayi. Hiks.

"Awalnya aku lagi ngincar stroller, aku lihat-lihat di Instagram ada tuh satu akun yang kelihatannya 'terpercaya'. Followernya 11 ribu dan fotonya lebih dari 250. Di biodatanya tertulis berdiri sejak tahun 2015 di area Jakarta," papar wanita yang biasa dipanggil Amel ini.

Kata Amel, online shop tersebut memakai sistem Pre-order (PO) dan semua barangnya bermerk. Setelah melihat-lihat Amel langsung menghubungi kontak yang tertera. Memang, awalnya Amel khawatir tertipu oleh online shop itu karena sistemnya PO dengan alasan barang dari Malaysia.
Menurut Amel, si admin getol banget, Bun, menanyakan apakah Amel jadi beli atau nggak.

"Nah, karena aku cari stroller-nya agak susah, kalau pun ada harganya beda Rp 500 ribuan. Akhirnya seminggu kemudian aku chat lagi, lalu diskusi sama suami. Ya udah deh kita pesan ke online shop itu," tutur Amel.

Amel sempat bertanya apakah online shop itu punya akun di situs belanja online karena Amel berencana bayar pakai kartu kredit. Tapi, si admin bilang nggak ada dan untuk barang PO bakal lebih ribet kalau bayar pakai kartu kredit.

"Terus dia nanya lagi buat kapan belinya. Kalau transfer hari itu, aku bakal dimasukkin ke kloter ke-4. Kalau masuk ke kloter selanjutnya akan lama lagi nunggunya karena satu kloter ada 10 pembeli. Dalam hati 'Wah banyak juga yang beli, aman deh kayaknya,'. Alhasil aku iyakan saja ke admin," kata Amel.

Saat itu, stroller pesanan Amel seharga RP 2 juta. DP pun diminta ditrasfer 50 persen. Tapi, Amel nego supaya DP-nya bisa dibayar Rp 500 ribu dulu. Setelah minta persetujuan si bos, admin online shop itu mengiyakan permintaan Amel. Anehnya, setelah deal si admin nanyain terus kapan sisa pembayaran bakal ditransfer padahal nomor rekening belum dikasih. "Pokoknya nanyain terus kapan, kapan dan kapan. Harusnya aku udah bisa hati-hati sih tapi aku tetap nggak ngeh. Akhirnya aku transfer deh," ungkap Amel.

Setelah DP dibayar, barang disebutkan bakal datang dalam waktu 2 minggu. Sempat molor hingga akhirnya Amel dapat kabar pesanan sudah ada dan dia diminta mentransfer sisa pembayaran. Setelah transfer, wajar dong kita minta resi kiriman barang untuk mengecek status paket kita. Tapi, kata Amel update soal resi lama banget sampai dia menghubungi admin dan minta barangnya dikirim via ojek online aja.

"Tapi, admin malah bilang kalau barangnya sudah dikirim lewat kurir. Alasannya kalau pakai ojek online kejauhan karena kargo ada di Cengkareng. Padahal, sebelumnya dia bilang kargo di Tanjung Priok. Kata dia nyampenya minggu depan. Tapi, minggu depannya barang belum datang juga, nomor resi juga nggak dikirim-kirim. Aku tanya bilangnya nanti sore nomor resi dikirim," tambah Amel.

Cerita Bunda Tertipu Jutaan Rupiah Saat Belanja di Online ShopIlustrasi ibu panik/ Foto: Thinkstock



Bertemu Bunda Lainnya yang Juga Jadi Korban Online Shop

Amel kembali menghubungi si penjual tapi ternyata akun Instagram-nya diblock. Semua nomor dihubungi tapi nggak aktif. Duh, bikin gregetan banget ya, Bun! Amel lantas berinisiatif bertanya ke pengguna Instagram yang mem-follow online shop itu. Amel menceritakan yang dia alami. Kata orang tersebut, Amel sudah kena tipu. Ini bisa terlihat dari rekening bank yang dipakai dan pemilik rekening adalah laki-laki.

Kemudian, dia dibantu cari info pakai tanda pagar nama online shop penipu itu. Tahu nggak, Bun? Ternyata Amel nggak sendiri, ada 20-an bunda yang juga jadi korbannya. Akhirnya, Amel dan bunda lain yang jadi korban bikin grup WhatsApp untuk mencari jejak si online shop.

"Pernah ketahuan, online shop itu ganti nama toko. Saat itu aku sama beberapa korban sudah di-block. Ada dua korban yang nggak di-block, jadi bisa tahu dan mantau terus. Ternyata mereka memang penipu yang modusnya jualan kebutuhan bayi. Mungkin mereka pakai modus PO karena kan ada dua kali transaksi, jadi ulur-ulur waktu saja supaya korban nggak ngeh," tambah Amel.

Barang yang dijajakan online shop itu disebut impor, Bun. Ada juga lho bunda yang beli breastpump tapi karena ternyata ditipu, dia jadi down. Hiks, sedihnya. Amel cerita, memang sih sang suami memintanya merelakan apa yang terjadi. Tapi namanya ibu-ibu ya, Bun, pasti kesal dan susah banget tuh kalau kena tipu kayak gitu.

"Aku udah lapor ke polisi. Tapi sekarang aku juga sibuk ngurus anak-anak kan. Kalau kapok belanja di online shop sih nggak tapi memang sekarang harus lebih hati-hati," kata bunda dua anak ini. (aci/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi