MOM'S LIFE

Kisah Ibu Empat Anak yang Dijuluki 'Tiger Mom'

Radian Nyi Sukmasari 24 Nov 2017
Kisah Ibu Empat Anak yang Dijuluki Tiger Mom / Foto: dok.pribadi Kisah Ibu Empat Anak yang Dijuluki 'Tiger Mom' / Foto: dok.pribadi
Jakarta - Pola asuh yang diterapkan ke si kecil tergantung dari keputusan masing-masing orang tua. Nah, ada nih, Bun, istilah 'Tiger Mom' dalam mengasuh anak yaitu ibu yang dikenal galak dan 'keras' ke anak-anaknya. Seorang bunda empat anak, Eva Mazrieva punya cerita soal pola asuh 'tiger mom' yang dia terapkan ketika tinggal di Amerika Serikat (AS). Ya, walaupun Eva sendiri sebenarnya nggak merasa sebagai tiger mom.

Throwback ke tahun 2013, saat itu Eva menulis buku 'I'm a Tiger Mom, Petualangan Mengasuh Empat Balita di Negeri Paman Sam', Bun. Inspirasi Eva datang dari pengalaman sehari-hari membesarkan empat anak, tiga anak kembar dan satu si bungsu. Mengasuh empat anak bikin Eva harus bekerjasama dan kompak sama suaminya ketika memutuskan sesuatu.

"Teman-teman yang menjuluki saya begitu (sebagai tiger mom) ketika melihat jadwal dan pola asuh yang saya terapkan. Saya terbiasa menulis dengan detail kegiatan anak-anak seperti jadwal sekolah, ekstrakurikuler, prakarya, tugas, sarapan dan lunch box, acara persatuan orang tua, jadwal imunisasi, annual check-up ke dokter, periksa gigi setiap enam bulan, membuat buku kupon atau diskon sembako serta kebutuhan sekolah, hingga merinci kebutuhan pada masa-masa sulit seperti musim dingin," tutur Eva waktu ngobrol sama HaiBunda.

Keempat anak EvaKeempat anak Eva yang dijuluki tiger mom/ Foto: dok.pribadi


Dalam keseharian, memang dirinya nggak mengizinkan anak-anak nonton TV dan main video games di hari sekolah. Kalau weekend, waktu nonton TV dan main video games cuma 2-3 ja aja. Eva juga nggak mengizinkan anak-anaknya playdates dan sleep-overs (nginap di rumah teman). Kenapa sih Eva memilih menjadwal dengan detail aktivitas anak-anaknya?

Kata dia, untuk memudah pengasuhan si kecil, Bun. Eva bilang, kalau jadwal detail si kecil nggak dia bikin, bisa kewalahan karena masing-masing anak punya kegiatan berbeda. Terlebih, pada dasarnya mengasuh empat orang anak aja udah cukup jadi tantangan tersendiri kan ya, Bun. He-he-he. Terlebih di Amerika Eva nggak punya keluarga atau teman dekat yang bisa dimintai tolong kapan saja seperti di Indonesia. Sehingga, belajar hidup mandiri dan pandai-pandai menjaga diri mau nggak mau harus dilakukan.

"Secara nggak direncanakan bisa dibilang saya menerapkan pola asuh tiger mom dan akhirnya jadi kebiasaan yang baik untuk saya dan anak-anak. Alasan utama memilih menerapkan pola asuh ini karena saya punya empat anak dengan rentang usia berdekatan tanpa bantuan support system. Makanya, saya ingin membiasakan pola yang membuat anak-anak bisa mandiri," kata alumnus Universitas Indonesia ini.

Menerapkan Pola Asuh 'Tiger Mom'


Di bulan Mei 2010, Eva dan suami M Haryo Dewanto memboyong si kembar tiga yaitu Aditya Harimurti, Aisya Anjani, Artha Pradipta yang kini berusia 11 tahun dan si bungsu Adinda Rania (9) ke AS. Saat itu pula Eva mulai mengajak empat anaknya hidup disiplin dari tingkat yang paling sederhana misalnya bangun tidur, mandi, makan, dan salat teratur. Saat keempat anaknya masuk usia sekolah, Eva membiasakan mereka belajar calistung (baca tulis berhitung) tiap hari di jam yang sama.

Dengan begitu diharapkan anak-anak terbiasa dengan pola belajar kayak gitu. Selain itu, Aditya, Aisya, Artha, dan Adinda juga ikut beberapa program seperti les karate, balet, piano, dan biola. Di hari Kamis atau Jumat, Eva dan suami mengajak si kecil ke perpustakaan supaya mereka bisa memilih buku yang disuka. Kalau libur, biasanya anak-anak diajak main ke lapangan bola, taman-taman nasional atau museum yang kebetulan di Washington DC, Maryland dan Virginia gratis.

Selama menerapkan pola asuh 'tiger mom' ini, Eva merasa manfaat yang paling terasa adalah anak-anak terbiasa mandiri dan punya pola hidup terjadwal. Mereka juga nggak kaget kalau ada tambahan tugas dari sekolah atau ekstrakurikulernya. Keempat anaknya kata Eva juga lebih kreatif, Bun. Nggak cuma itu, mereka juga sukses masuk 'Advanced Academic Program' Level IV yang merupakan program akademis khusus anak-anak berbakat, kritis dan punya creative-thinking di atas rata-rata, lho.

Buku karangan Eva yang dijuluki Tiger MomBuku karangan Eva yang dijuluki Tiger Mom/ Foto: dok.pribadi


Tapi, ada nggak sih kekurangan dari menerapkan pola asuh 'tiger mom' ini? "Anak-anak mungkin merasa kurang bebas karena tidak ada pilihan untuk playdates, sleep-over, atau bermain dengan teman di luar sekolah atau ekstrakurikuler mereka," kata Eva.

Sekarang aja, Bun, anak-anak Eva udah mulai protes kalau bundanya mensyaratkan mereka menyelesaikan satu buku tertentu atau membatasi main video games pas weekend. Nggak jarang juga si anak membandingkan dirinya dengan teman-temannya. Kalau kayak gitu, biasanya Eva akal ngasih penjelasan dengan membandingkan pencapaian mereka sama teman-temannya. Aditya, Aisya, Artha, dan Adinda pun ngerti.

"Nah, di awal tahun ini Adinda bikin kejutan. Dia dapat balasan surat dari Obama yang dikirim pada November 2016. Saat itu Adinda menyampaikan kekhawatiran hidup sebagai warga minoritas seiring dengan terpilihnya presiden baru yang menurutnya seringkali berpandangan miring. 'Is it still safe for us to be here? Can I still go to the same school?'. Itulah pertanyaan Adinda. Ternyata, Obama membalas surat Adinda dengan mengatakan Amerika adalah rumah bagi orang dari berbagai latar belakang dan semua warga yakin kalau setiap orang memiliki hak dan kesempatan yang sama," papar Eva yang berprofesi sebagai wartawan VOA (Voice of America). (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi