psikologi

Punya 10 Anak, Begini Pola Asuh yang Diterapkan Pasangan Ini

Asri Ediyati Rabu, 01 Nov 2017 - 10.04 WIB
Farida Ningsih dan Anak-anaknya/ Foto: dok.HaiBunda Farida Ningsih dan Anak-anaknya/ Foto: dok.HaiBunda
Jakarta - Buat pasangan suami istri Cheriatna dan Farida Ningsih, mengasuh anak bisa jadi tantangan tersendiri. Ya, karena nggak seperti kebanyakan orang tua, pasangan ini dikaruniai sepuluh anak. Wah!

Lantas, seperti apa ya pola asuh dalam keluarga yang diterapkan Cheriatna dan Farida untuk sepuluh anaknya?

Saat ngobrol sama HaiBunda, Cheriatna berbagi cerita soal pola asuh yang diterapkan ke anak-anaknya. Ini dia, Bun:

1. Bonding dengan Orang Tua Itu Wajib

Sejak usia bayi hingga masa disapih menyusu, anak-anak Cheriatna dan Farida selalu ada di dekat orang tuanya. Ini lebih mudah karena Cheriatna dan Farida kebetulan mengelola bisnis sendiri. Bahkan si bungsu Maryam yang berumur dua bulan, sampai sekarang selalu dibawa ke kantor agar mendapatkan ASI Eksklusif.

"Dari dulu saya nggak membiarkan anak jauh dari orang tuanya. Saya dan istri sepakat dan berkomitmen untuk memberikan ASI secara eksklusif tanpa botol. Anak diasuh sendiri sampai mereka nggak mau menyusu lagi," ujar Cheriatna.

Lagipula, menurut Cheriatna pekerjaan kantor istrinya hanyalah sambilan.

Baca juga: Begini Caranya Agar Orang Tua tetap Adil pada Anak-anaknya

2. Tak Masukkan Anak ke Sekolah Reguler

Di keluarganya, Cheriatna bilang ia dan istri sepakat nggak menyekolahkan anaknya ke sekolah reguler. Hal ini berlaku untuk semua anak. Sebelumnya, anak pertama mereka Chefa, sempat sekolah reguler sampai kelas 5 SD. Namun, ada beberapa pertimbangan yang membuat Cheriatna nggak menyekolahkannya lagi.

"Anak butuh teladan, yang nggak lain adalah orang tuanya. Oleh karena itu sebisa mungkin semua anak-anak saya dekat dengan orang tua, di rumah. Terus pada dasarnya semua anak kan suka bermain, jadi waktu mereka kecil saya masukkan mereka ke PAUD. Yang nggak ngasih tugas dan semuanya 'fun'. Setelah agak besar sedikit, barulah mereka mendapatkan pelajaran dari guru privat yang datang ke rumah," kata Cheriatna.

Pria yang juga pendiri komunitas Bisnis Dari Rumah ini bilang untuk jadwal guru privat dan mengaji pun tidak setiap hari.

3. Fasilitasi Kegemaran dan Bakat Anak

Nggak memasukkan anak ke sekolah reguler, bukan berarti anak-anak terisolasi dari kehidupan sosial, Bun. Cheriatna dan istri sangat memfasilitasi kegemaran dan bakat anaknya. Putri sulungnya, Chefa sekarang ini tengah mengikuti Judo dan sudah berjalan hampir setahun.

"Ikut judo dari tahun lalu, dan sabuknya belum terlalu tinggi. Tapi, alhamdulillah kemarin juara dua Judo tingkat Asia Tenggara. Aku ikut judo karena dulu waktu kecil aku anaknya nggak bisa diam banget. Pernah pulang ke rumah dari main, tangan dan kaki udah luka-luka. He-he-he," kata Chefa di kesempatan yang sama.

Nggak cuma itu Bun, putri ketiga Cheriatna dan Farida, Reva juga pandai bermain angklung. Ia mengikuti sanggar seni di dekat rumahnya. Bahkan, Reva pernah tampil di depan menteri Susi Pudjiastuti, lho. Keren banget kan?

"Saya membebaskan anak besok mau jadi apa selama itu baik dan bermanfaat. Untuk itu saya nggak pernah melarang anak-anak ikut klub olahraga atau sanggar seni," kata Cheriatna.

Baca juga: Soal Parenting, Orang Tua Kadang Butuh 'Me-recharge' Diri

4. Ajak Anak Bantu Bisnis Keluarga

Setelah sang anak berumur 12 tahun, Cheriatna mengajak mereka belajar bekerja. Pada awalnya ia arahkan terlebih dahulu, selebihnya anak otodidak alias mempelajari sendiri bisnis yang dijalankan keluarganya. Si sulung Chefa bahkan udah gaji sendiri di usia 16 tahun lho.

"Chefa saya ajarkan tentang digital marketing karena sesuai dengan bisnis keluarga. Selain itu dia juga sudah menjadi asisten pemimpin tur ke Turki tahun lalu. Dia dipandu kemudian belajar dengan sendirinya," kata Cheriatna.

Saat ini putri kedua dan ketiga Cheriatna dan Farida juga sedang belajar seperti kakaknya. Di kantor, putri yang kedua, Rabita, bertugas sebagai penulis artikel di website Cheria Wisata. Sedangkan Reva si anak ketika mengaku ingin jadi tour leader seperti kakaknya.

5. Rutinitas Weekdays dan Weekend

Tiap harinya, keluarga Cheriatna memiliki 'ritual' yakni meeting pagi dan meeting sore. Rutinitas ini disebut meeting karena mereka berkumpul untuk belajar bersama, mengaji dan bercerita. Cheriatna juga bilang kalau sarapan pagi adalah acara wajib kumpul dengan keluarganya tiap hari.

"Setiap hari, anak yang masih kecil saya biarkan bermain. Kemudian yang cukup besar saya panggilkan guru privat," ujar Cheriatna.

Kalau Weekend, di keluarga Cheriatna pasti ada outing dan seringnya pergi ke tempat outdoor seperti Taman Mini Indonesia Indah atau pantai di daerah Banten. Selain itu, keluarga Cheriatna juga membiasakan mengaji bersama. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi