MOM'S LIFE

Begini Jadinya Kalau Ayah Jadi Model Foto Kehamilan

Asri Ediyati 14 Des 2017
Begini Jadinya Kalau Ayah Jadi Model Foto Kehamilan/ Foto: Stephen Cwiok Begini Jadinya Kalau Ayah Jadi Model Foto Kehamilan/ Foto: Stephen Cwiok
Boston, AS - Maternity photoshoot atau foto kehamilan biasanya sangat indah dan yang pasti, dilakukan oleh seorang ibu. Tapi, bagaimana kalau pasangan atau calon ayah yang melakukan foto kehamilannya? Iya, Bun, beneran sang ayah yang jadi model foto kehamilan. Nick Roberts asal Boston, AS, melakukan foto kehamilan untuk pasangannya, Brianna.

"Saya dan Stephen merencanakan hal konyol ini untuk merayakan kehamilan Brianna. Lalu, saya membeli makanan cepat saji yang banyak lalu memakannya agar saya 'terlihat' sedang hamil," ujar Nick dikutip dari Babble.

Stephen sendiri adalah videografer kontrak dan memiliki pengalaman di bidang fotografi. Sementara Nick sendiri sering ia jadikan model. Setelah membuncitkan perut dengan makanan cepat saji, mereka melakukan maternity photoshoot di dekat bebatuan. Tentunya, Nick nggak lupa membuka kancing untuk menunjukkan perutnya yang terlihat membuncit.

"Jika saya boleh jujur, latar dan sesi foto serta kram perut gara-gara makan terlalu banyak, membuat saya makin merasa 'hamil'. Saya memang tidak akan pernah tahu seperti apa persalinan, tapi saya benar-benar diberkati untuk memiliki pengalaman ini," jelas calon ayah yang satu ini dikutip dari status Facebook-nya.

Saat diberi kejutan oleh Nick, Brianna sontak menertawakan hasil fotonya dan nggak menyangka kalau maternitiy photoshoot itu adalah ide Nick. Sepertinya memang calon ayah yang satu ini kocak dan bakal menjadi ayah yang super seru. Iya Bun, dukungan dari pasangan saat kita hamil itu penting dan nggak bisa disepelekan.

Ngomong soal peran suami saat istri hamil, dr Tirsa Verani, SpOG, dari Brawijaya Women and Children Hospital mengatakan bahwa hormon kehamilan membuat mood atau perasaan istri mudah berubah-ubah. Di sini, peran suami sebagai ayah sudah bisa dimulai.

"Jadi yang paling penting dan harus diingat para suami itu, mood istri memang suka berubah-ubah ketika hamil. Jadi mudah marah, mudah tersinggung, tiba-tiba sedih. Nah di sini suami harus bisa menerima bahwa memang kehamilan membuat mood istri agak labil," tutur dr Tirsa, dikutip dari detikHealth.

Dikatakan dr Tirsa, pencegahan post-partum syndrome dapat dimulai dari awal kehamilan oleh suami. Perhatian sekecil apapun terhadap kondisi istri akan membuat istri merasa dihargai menjalani kehamilan dengan lebih senang.

"Tanya bagaimana keadaannya, pegel-pegel atau nggak, atau bisa dipijit-pijit punggung istri. Atau tanya apa yang bisa dibantu pekerjaan rumah, supportive-lah kepada istri," tuturnya lagi. (aci/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi