MOM'S LIFE

Gerakan Ini Membantu Anak-anak untuk Lebih Mengenal Seni

Amelia Sewaka 21 Des 2017
Gerakan Ini Membantu Anak-anak untuk Lebih Mengenal Seni/ Foto: Niko W Gerakan Ini Membantu Anak-anak untuk Lebih Mengenal Seni/ Foto: Niko W
Jakarta - Zaman sekarang dengan teknologi yang semakin maju, anak-anak dirasa perlu banyak edukasi soal seni. Berangkat dari hal itu, lahirlah gerakan 'mari berbagi seni'.

Mari berbagi seni adalah gerakan yang didirikan oleh Ganara Art Studio. Ganara sendiri merupakan sekolah seni yang berlokasi di Jakarta dan Bali.

"Kita emang udah berdiri dari tahun 2013. Saya dan suami yang mendirikan Ganara ini dari awal memang berniat membentuk adanya gerakan yang bisa mengajarkan seni rupa ke seluruh anak Indonesia, regardless of their social status," kata Tita Djumaryo, salah satu inisiator mari berbagi seni di sela-sela acara Festival Relawan 2017 di Gandaria City, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Tita beranggapan seni rupa seharusnya bisa dilakukan oleh semua anak. Gerakan yang mulai ada dari 2014 ini kurang lebih sudah mengajarkan seni rupa ke lebih dari 10.200 anak dan guru di seluruh Indonesia.


"Kita memang keliling ke beberapa provinsi termasuk di Jakarta. Kegiatan ini emang dirasa sangat positif karena akhirnya kita bisa sampai ke pelosok pulau seperti Maluku, Saparua, Banda, Hatta, Kai dan lainnya," papar lulusan Institut Teknologi Bandung ini.

Kurang lebih selama 8 hari mereka keliling dan mengajarkan seni rupa ke guru dan anak-anak daerah di pulau-pulau tersebut. Menurut Tita sudah banyak orang ataupun perusahaan yang menyumbangkan atau mensupport anak-anak kurang beruntung atau panti asuhan berupa finansial, buku, sandang, pangan, tapi sangat sedikit orang atau kelompok yang men-support kegiatan kreatif atau seni.

"Nah, di situ missed link-nya, karena itulah hadirnya gerakan mari berbagi seni. Kurang lebih 3 tahun kita udah capai untuk mengajarkan seni rupa ke 10.200 anak. Itu udah luar biasa dan target 2018 kita ingin capai 15 ribu anak," papar Tita.

Awal Tita menyukai seni ternyata dari sang ayah yang merupakan wartawan seni. "Dari usia 4 tahun aku sudah suka gambar, malah gambar di tembok. Bukannya marah, bapakku yang wartawan seni malah nyuruh aku jadi seniman," papar Tita.

Akhirnya pada usia 5 tahun, Tita pun dicarikan seniman-seniman yang bisa mengajarinya di rumah. Sejak melanjutkan pendidikan di ITB (Institut Teknologi Bandung), Tita tertarik untuk belajar seni lebih dalam karena terinspirasi seniman Amerika yang ia temui saat itu.


"Aku terinspirasi sih dari cara mengajar seniman-seniman itu dan mereka pakai pendekatan holistik yang menurutku menarik banget apalagi ke anak-anak," papar Tita.

Sejak itu pula, Tita akhirnya membuat studio seni Ganara bersama sang suami yang lulusan ITB juga. "Nggak berapa lama aku masuk ITB, aku langsung ngajar seni di Yayasan Sayap Ibu. Karena waktu itu aku memang haul (nazar) kalau masuk ITB aku akan mengajar gambar di Sayap Ibu, karena itu aku banyak kerja sama Sayap Ibu," tutur Tita.

Tujuan adanya gerakan ini apalagi yang ia buat bersama suami adalah ingin memberikan pendidikan seni rupa yang terbaik buat anak-anak Indoneia. Selain itu, Tita ingin mengajarkan seni dengan lebih spesifik agar anak bisa berpikir secara kritis dan kreatif.

"Yang aku sadari anak-anak di Indonesia termasuk anak yang beranjak remaja pun kurang berpikir secara kritis. Mereka tuh gampang nerima semua informasi yang sebetulnya belum tentu benar. Dikemas dikit dan bagus langsung deh disebar," tutur ibu 3 anak ini.

Menurutnya, anak-anak haruslah tahu kenapa suatu seni karya itu dibuat. Misal ketika seorang anak diminta untuk mengomentari suatu lukisan, anak perlu tahu untuk siapa karya ini dibuat, apa gunanya dan buat siapa. Bukan cuma untuk terlihat bagus, tapi ternyata seniman membuat lukisan tersebut untuk sang ibu. Hal ini lah yang perlu anak-anak tahu

"Hal seperti ini sih yang ingin kita edukasi juga, anak nggak asal sebar informasi soal seni tapi tahu juga apakah ada pihak yang tersinggung dan berguna apa tidak infonya," papar Tita.

Tita juga mengajari anak-anaknya melukis dari usia satu tahun lho. Bahkan anak-anaknya sudah bisa menggambar jelas dari usia 2 tahun.

"Anak-anak kita udah lumayan advance sih melukisnya karena terus dilatih, apalagi kalau mereka di rumah, bahkan sebelum tidur mereka harus gambar dulu baru bisa tidur. Jadi ada spare setengah jam untuk gambar dulu," tutur Tita.
(vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi