MOM'S LIFE

Suamiku Termasuk Orang yang Pelit atau Perhitungan Ya?

Radian Nyi Sukmasari Rabu, 07 Mar 2018 - 08.04 WIB
Suamiku Termasuk Orang yang Pelit atau Perhitungan Ya?/ Foto: thinkstock Suamiku Termasuk Orang yang Pelit atau Perhitungan Ya?/ Foto: thinkstock
Jakarta - Bicara soal sifat seseorang terhadap uang kadang kala sulit dibedakan nggak sih, Bun, dia termasuk orang yang pelit atau perhitungan. Terutama suami nih. Kalau soal uang 'rapat' banget sampai kadang kita bingung menentukan dia tipe orang yang memang pelit atau perhitungan?

Seperti curhat salah satu sahabat HaiBunda nih yang bernama Lenni, Bun. Dia bilang, sejak pacaran sampai menikah dan punya satu anak berusia bayi, suaminya termasuk tipe yang 'ketat' banget kalau urusan uang. Contohnya, kadang Lenni ngajak suaminya nonton atau jalan-jalan pas malam minggu tapi sang suami nggak mau.

"Cuma ya, di suatu titik, ada kalanya suami aku ngajak liburan. Nah, kalau aku perhatiin, kalau keuangan kita aman atau ada tambahan, baru tuh dia mau melakukan itu. Aku sendiri kadang suka bingung suamiku kayak gitu karena dia orang yang perhitungan atau pelit ya. Kalau menurutku perhitungan kali ya, he-he-he," kata Lenni.

Hmm, sebenarnya gimana sih membedakan seseorang termasuk suami yang pelit atau perhitungan? Nah, kata financial planner, Nurfitriavi Noeriman yang akrab disapa Fitri, Bun, suami yang terkesan 'ketat' dengan uang apakah dia termasuk pelit atau perhitungan salah satunya bisa dilihat dari barang apa yang pernah dibelikan untuk pasangannya.



"Temen saya perempuan. Saat cowoknya ultah, dia beliin HP. Tapi pas ceweknya ultah, dia dari Singapura cuma bawain kaos, kaos yang benar-benar biasa gitu. Teman gue cuma bilang 'Ya udahlah, dia nggak akan berubah'. Ya emang enggak akan berubah. Sifat pelit itu akan terus," kata Fitri waktu ngobrol sama HaiBunda.

Jadi, bisa aja seseorang masuk kategori pelit ketika dia nggak rela melakukan sesuatu yang lebih untuk orang yang disayang. Padahal, kondisinya dia juga nggak tiris-tiris banget gitu, Bun, uangnya. He-he-he. Kalau lagi bokek wajarlah ya kita agak memilah-milah kebutuhan dan nggak gampang mengeluarkan uang untuk hal yang memang nggak dibutuhkan. Setuju, Bun?

Fitri menambahkan ketika seseorang perhitungan dengan pengeluarannya, umumnya dia punya perhitungan sendiri dan ketika si pasangan dianggap terlalu berlebihan dalam mengeluarkan uang, dia akan mengingatkan.

"Kita juga bisa lihat dari segi dijajaninlah. Kalau pelitnya yang bener-bener, buat diri dia sendiri aja pelit apalagi buat orang dan dia enggak akan berubah," kata Fitri.

Tapi lain ceritanya ketika pasangan benar-benar mencatat pengeluarannya dan punya alasan kenapa nggak mau mengeluarkan uang. Itu masih bisa disebut dia perhitungan, Bun. Terlebih kalau di beberapa situasi perhitungannya masih bisa 'dinegosiasi'. Fitri mencontohkan saat makan di luar sehari-hari, bisa aja suami mengajak kita jajan di tempat yang murah meriah. Tapi saat ulang tahun pernikahan yang merupakan hari spesial buat pasutri, makan barengnya bolehlah di tempat yang agak mahal.

"Memang di awal-awal kita kan nggak tahu ya, apakah suami ini sangat budgeting atau pelit banget. Tapi keliatanlah. Saat-saat dia ngasih kita kado, niat apa nggak sih. Terus apa kadonya. Atau beli kue tapi yang rasanya nggak jelas. Nah, dari hal kayak gitu kan bisa kelihatan," kata Fitri.


(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi