MOM'S LIFE

Teganya Kau Selingkuh Saat Aku Sedang Hamil

Nurvita Indarini 21 Apr 2018
Teganya Kau Selingkuh Saat Aku Sedang Hamil/ Foto: thinkstock Teganya Kau Selingkuh Saat Aku Sedang Hamil/ Foto: thinkstock
New York - Mulanya semua tampak baik-baik saja. Rumah bersih dan nyaman seperti biasa. Anak-anak juga tumbuh sebagai anak yang ceria dan suka mengeksplorasi lingkungannya. Ibu dari anak-anak itu yang sedang hamil pun memiliki kehamilan yang menyenangkan.

Ya, Jenny Rossini-Cherrier, tampak lebih kinclong sejak hamil anak ketiga. Nggak ada mual dan muntah yang berarti, kehamilannya sehat, dan dia bahagia hidup bersama keluarga dan pasangannya, Chris.

Mereka hidup berkecukupan secara finansial. Anak mereka yang berusia 5 dan 3 tahun punya segalanya. Kamar yang bagus, mainan yang banyak, kolam renang, dan mereka juga punya kamar sendiri yang bagus. Bisa dibilang kehidupan anak-anak mereka adalah masa kanak-kanak yang paling diimpikan.

Teganya Kau Selingkuh Saat Aku Sedang Hamil/Teganya Kau Selingkuh Saat Aku Sedang Hamil/ Foto: Thinkstock


Hingga suatu hari, Jenny merasa seperti disambar petir saat Chris bilang dirinya jatuh cinta pada perempuan lain dan telah beberapa waktu menjalin hubungan dengan perempuan lain itu. Sesaat setelah pengakuan perselingkuhannya, Chris bergegas mengemasi barang-barangnya dan memilih meninggalkan keluarganya demi perempuan lain. Padahal saat itu, Jenny sedang hamil hampir 7 bulan.

Rasanya sulit masuk akal Chris memilih meninggalkan keluarganya demi perempuan yang baru dikenal. Ya, perempuan yang belum lama ditemuinya saat minum-minum di bar.

"Dia bilang dia jatuh cinta lagi, dan aku sangat shock," ujar Jenny kepada Personal Space.

Memang benar pasangan manapun nggak ada yang selalu baik-baik saja. Ada beda pendapat, ada pertengkaran, tapi sungguh nggak habis pikir ketika salah satu dari pasangan itu lantas tergoda imannya dan malah selingkuh. Rasanya nggak habis pikir, saat perselingkuhan dilakukan sama sekali tidak memikirkan anak-anaknya.

"Jujur, hal pertama yang terlintas adalah bakal punya anak dari laki-laki ini, tapi dia ninggalin kita saat sedang hamil," lanjut Jenny.

Sedih banget, sambung Jenny, saat membayangkan dirinya harus seorang diri menghadapi dunia ini. Bahkan saat nanti melahirkan anaknya, nggak ada sosok ayah bocah kecil itu di kamar bersalin. Perasaan rapuh dan hancur dirasakan Jenny sehingga dia hanya bisa menangis tiap malam setelah ditinggal pergi Chris.



"Coba pikir gimana aku harus membayar semuanya dan gimana aku bisa melakukannya seorang diri, gimana aku bisa di rumah sakit sendirian?" tutur Jenny.

Jenny lantas membayangkan hari-harinya membesarkan anak-anaknya sendiri. Dia bahkan nggak tahu gimana nanti akan memberi makan anak-anaknya. Padahal sering kali ibu yang baru melahirkan itu bisa saja stres karena jadi lebih capek. Seorang ibu butuh support system untuk membuat segalanya berjalan dengan baik dan seimbang.

Teganya Kau Selingkuh Saat Aku Sedang Hamil/Teganya Kau Selingkuh Saat Aku Sedang Hamil/ Foto: Thinkstock


"Ketika punya bayi, semua perempuan kayaknya berpikiran hal yang sama. Ya, akan menyadari gimana kita butuh laki-laki, ya mungkin membantu kita membuang sampah, memberikan diaper," tambah Jenny.

Sekarang saja, meski si kecil di rahimnya baru akan lahir beberapa bulan kemudian, Jenny sudah merasa begitu stres. Semua begitu tiba-tiba dan nggak terduga. Nggak pernah menyangka dirinya akan menjadi single mom karena perselingkuhan. Hidup memang kadang nggak bisa diduga, tapi Jenny percaya ada pagi yang indah setelah malam yang gelap dan mencekam.



Ketika bicara perselingkuhan ada kaitannya dengan kepuasan dalam rumah tangga nih, Bun. Misalnya, istri udah merasa dia baik-baik aja tapi nyatanya nggak ngeh sama standar seorang istri buat sang suami. Alhasil suaminya nggak puas.

Atau, istri memang sudah baik tapi sang suami nih yang punya masalah. Di sini, masalah yang dialami suami nggak sekadar nggak bisa mengontrol diri ketika ada wanita lain lho, Bun. Tapi, bisa jadi ada trauma yang dialami dan sulit diatasi sehingga seorang pria dengan mudahnya berpaling ke wanita lain.

"Jadi susah di sini bilang benar atau salah. Yang pasti ada kontribusi suami, istri, dan orang ketiga. Kontribusinya sepeti apa dan sebesar apa, tergantung," tutur psikolog klinis dewasa dari Psychological Service Centre and Laboratory Bina Nusantara University, Pingkan Rumondor. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi