MOM'S LIFE

Jadi Ibu Bukan Halangan bagi Wanita untuk Punya Karir Cemerlang

Melly Febrida 03 Jun 2018
Jadi Ibu Bukan Halangan bagi Wanita untuk Punya Karir Cemerlang (Foto: Thinkstock) Jadi Ibu Bukan Halangan bagi Wanita untuk Punya Karir Cemerlang (Foto: Thinkstock)
Washington DC - Holly Caplan bisa jadi satu dari sekian banyak ibu yang kesal ketika ibu bekerja dianggap nggak akan mampu punya karir bagus. Holly yang bekerja sebagai manajer sebuah perusahaan dan pernah meraih penghargaan membuktikan walau sudah jadi ibu seorang wanita tetap bisa berprestasi dalam pekerjaannya.

Di tahun 2010, sebelum menjadi ibu Holly bekerja sebagai sales di bidang peralatan medis selama bertahun-tahun. Baginya karier adalah segalanya-segalanya karena itu identitas dirinya. Sampai ditawari posisi lebih tinggi, Holly senang bukan main, Bun.

Nah, suatu hari terjadi obrolan antara Holly dan teman prianya. Kata si pria baiknya jangan mempekerjakan pekerja wanita saat hendak merekrut pegawai baru. Apa alasannya?

"Dia bilang karena wanita punya bayi dan urusan rumah lainnya yang mesti diselesaikan. Bisa-bisa wanita malah nggak bekerja. Kata dia itulah aturan manajer lain dan saya berpikir itu bisa jadi tantangan buat saya karena di masa depan saya akan jadi ibu dan ingin tetap bekerja," tutur Holly kepada The Ladder.



Data di AS tahun 2017 menunjukkan 47 persen pekerja adalah perempuan. Jumlah ibu bekerja pun meningkat yaitu 11 persen di tahun 1960 menjadi 70 persen di tahun 2017. Selain itu dicatat ibu adalah pencari nafkah utama atau tunggal untuk 40 persen rumah tangga dengan anak-anak di bawah 18 tahun.

Melihat angka-angka tersebut, Holly secara pribadi bilang menjadi ibu bikin dirinya lebih baik dalam pekerjaan dan karier. Bahkan, dia jadi lebih fokus pada pekerjaan lalu lebih bijak dan tegas. Saat Holly ngobrol dengan sesama ibu bekerja hal serupa mereka alami.

Nah, buat wanita bekerja menjadi ibu bisa membantu meningkatkan kinerja pekerjaan dengan lima cara yaitu:

1. Lebih Bisa Memanajemen Waktu

Ketika menjadi ibu, kita harus bisa memanajemen waktu sehingga urusan rumah terselesaikan dengan baik. Nah, manajemen waktu ini bisa berpengaruh dengan cara kita menyelesaikan pekerjaan kan, Bun? Sehingga kita bisa menjalankan proyek pekerjaan dengan efisien dan menyelesaikan urusan kantor dengan tepat.

"Sebagai ibu kita sering dihadapkan pada sesuatu di luar dugaan. Tiba-tiba anak yang satu sakit sedangkan anak yang lain belum beres urusannya. Sehingga seringkali kita dipaksa bisa multitasking. Dari situ ada keuntungan ketika kita memanage urusan kantor," papar Holly.

2. Fokus pada Pekerjaan

Sudah pasti ketika jadi ibu kehidupan kita di kantor pun berubah. Dulu saat lajang masih ada waktu kongkow bareng teman. Tapi saat jadi ibu diri ini akan lebih fokus menyelesaikan pekerjaan, nggak membuang-nyang waktu di kantor dan memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin. Sebisa mungkin kita membereskan urusan kantor dan segera pulang ke rumah.

3. Lebih Berbelas Kasih

"Saat anak bertingkah atau melakukan sesuatu yang memancing amarah, sebagai ibu kita berusaha menahan emosi dan tetap mencintai si kecil dengan segenap hati dan jiwa. Di situ, kita dilatih jadi orang yang lebih berbelas kasih termasuk untuk urusan pekerjaan," kata Holly.

Memiliki rasa belas kasih yang lebih dapat meningkatkan hubungan, kepercayaan, dan kinerja. Ketika karyawan merasa berada di lingkungan yang aman dan saling percaya dan rekan kerjanya peduli secara pribadi dan profesional, mereka bisa lebih produktif.

4. Berpikir Strategis

"Seorang ibu biasanya sangat efisien dan produktif. Kami dipaksa untuk berpikir secara strategis terus menerus. Kami mampu mengubah keterampilan berpikir strategis ini menjadi cara kerja. Ya, karena kami sering mempraktikkannya di rumah," tutur Holly.

5. Terlatih Mengelola Stres

Tema umum yang berhubungan dengan semua hal tentang ibu dan bekerja adalah stres. Ya, stres dapat merajalela di rumah dan tempat kerja kemudian kadang-kadang terasa tak terhindarkan.

Tapi, supaya diri ini nggak meledak kita pun perlu mengelola stres. Nah, menghadapi stres di rumah bisa memengaruhi cara kita menghadapi stres di kantor. Misalnya, deadline pekerjaan masih nggak terlalu bikin stres dibanding melihat tingkah si kecil yang usianya 2 tahun di rumah.



Hal terpenting, seperti dikatakan psikolog klinis dewasa, Anna Dauhan, saat diri ini stres dan lelah yuk rehat sejenak, Bun. Nggak perlu merasa kita harus selalu kuat. Sampaikan pada suami apa yang kita rasakan dan cari dukungan dari orang terdekat.

"Karena kala kita nggak melakukannya dan memaksakan diri, suatu saat kita bisa 'meledak' dan ini nggak bagus buat hubungan kita dengan anak dan suami," kata Anna.

Kalau buat Holly dia punya pesan untuk manajer yang bilang supaya tidak mempekerjakan wanita. Holly menekankan jangan pernah meremehkan kekuatan seorang ibu yang bekerja.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi