MOM'S LIFE

3 Penyebab Kepribadian Wanita Berubah Setelah Jadi Ibu

Melly Febrida Sabtu, 13 Okt 2018 - 16.35 WIB
Ilustrasi ibu/ Foto: Thinkstock Ilustrasi ibu/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Bunda, pernahkah bertanya apa kita masih jadi pribadi yang sama ketika lajang dan setelah menjadi ibu? Kata orang, wanita akan berubah setelah menjadi ibu.

Hal ini juga yang dirasakan seorang penyanyi dan penulis lagu Amanda Palmer. Sewaktu hamil, Amanda begitu khawatir kariernya akan menurun setelah menjadi ibu. Ia takut tak bisa menjadi seniman yang produktif, Bun.

"Jika saya punya anak, akankah saya berubah menjadi seniman yang membosankan, tidak relevan, dan seniman yang kehilangan identitas. Apakah saya akan menjadi orang yang menyebalkan yang begitu terpesona dengan anak sehingga tidak mungkin bercakap-cakap dengan cerdas tentang seni karena lebih suka menunjukkan foto-foto anak," tulisnya dalam surat terbuka di Medium seperti dilansir Motherly.



Saya pun dulu juga membayangkan, apa yang akan terjadi setelah melahirkan, Bun. Nah, Communication Manager Janine Dunlop menjelaskan beberapa perubahan yang bakal dialami seorang wanita setelah menjadi ibu berdasarkan ilmu pengetahuan:

1. Mengubah hidup

Ilustrasi ibu dan anakIlustrasi ibu dan anak/ Foto: thinkstock
Setelah melahirkan, kata Janine, prioritas wanita pastinya berubah. Dirinya juga berubah. Diri wanita yang dulu bukanlah yang sekarang.

"Hidup dengan bayi yang baru lahir adalah dunia yang jauh dari kehidupan bebas anak dan kehidupan dengan seorang remaja adalah dunia yang jauh dari kehidupan dengan bayi yang baru lahir," kata Janine.

Scientific American pernah melaporkan hampir semua mamalia betina mengalami perubahan mendasar selama kehamilan dan setelah melahirkan. Selain itu, Bun, kehamilan dan hormon laktasi dapat mengubah otak, ukuran sejumlah neuron meningkat. Penelitian lain menemukan kombinasi hormon kehamilan dan pengalaman kehamilan serta melahirkan meningkatkan kemampuan mengingat wanita.

2. Mengubah prioritas

Ilustrasi ibu dan anakIlustrasi ibu dan anak/ Foto: thinkstock
Seorang ibu yang juga fotografer Carmen Visser meyakini setelah jadi ibu prioritas wanita akan berubah. Misalnya saat hamil kita punya waktu berpikir dan khawatir kehilangan identitas. Tapi setelah punya anak, kita nggak memikirkan itu lagi karena hidup dengan seorang anak bisa jadi sesuatu yang luar biasa bagi seorang ibu.

3. Berubah menjadi lebih baik?

Kekhawatiran Amanda Palmer kariernya sebagai seniman hancur setelah punya anak mendapat tanggapan dari penyair dan novelis Finuala Dowling. Menurutnya, tak perlu ada yang dikhawatirkan dengan menjadi ibu. Finuala sendiri lebih terdorong untuk menulis setelah jadi ibu.


Bukti Perubahan

Para peneliti dari Belanda baru-baru ini membuktikan selama kehamilan, sel-sel janin masuk dan menyebar ke seluruh tubuh ibu. Inilah yang disebut microchimerism, yakni kehadiran sel di dalam tubuh dengan latar belakang genetik yang berbeda.

Para peneliti mengumpulkan sampel dari 26 wanita yang hamil anak laki-laki dan menemukan keberadaan kromosom Y pada responden.

Ilustrasi ibu dan anakIlustrasi ibu dan anak/ Foto: thinkstock

"Itu bukti kuat bahwa setelah menjadi ibu, kita bukan orang yang sama. Berubah atau tidak setelah punya anak adalah pilihan tiap orang dan nggak bisa diprediksi. Fakta yang tidak dapat dihindari adalah kehamilan, kelahiran, dan orang tua akan mengubah dirinya secara mendalam," kata Lee Nelson, rheumatologist do Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle.

Dikutip dari Aeon, Lee mengatakan beberapa sel kromosom Y sebagai penanda microchimerism muncul bukan karena pengaruh unik dari anak laki-laki. Apalagi nggak ada yang menunjukkan kehadiran sel laki-laki di otak wanita memiliki pengaruh tertentu. Namun, temuan tersebut kata Lee mendorong para ilmuwan untuk melihat apakah fenomena ini memengaruhi kesehatan fisik, perilaku, bahkan memberi konsekuensi metafisik.

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi