MOM'S LIFE

9 Tips Menghemat Biaya Belanja Keperluan Dapur

Siti Hafadzoh Minggu, 21 Okt 2018 - 09.06 WIB
Ilustrasi belanja keperluan dapur/ Foto: Rengga Sancaya Ilustrasi belanja keperluan dapur/ Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Ketika belanja keperluan harian, kadang suka kalap ya, Bun. Segala macam barang dan bahan makanan ingin dibeli. Padahal nggak terlalu butuh. Lalu, lebih suka beli bahan makanan yang ada di iklan dengan harga tinggi. Nah, cara belanja seperti itu yang boros.

Dilansir Parenting, berikut beberapa tips menghemat biaya belanja yang dapat membantu Bunda merampingkan pengeluaran rumah tangga.

1. Mempersiapkan
Sebelum ke supermarket atau pasar, coba buat list barang dan bahan makanan yang dibutuhkan dan perlu dibeli. Cek dulu lemari es dan tempat penyimpanan makanan. Kalau beberapa kebutuhan masih ada, nggak perlu dibeli kan? Jadi, Bunda cuma beli bahan-bahan yang dibutuhkan. Nggak boros deh.

2. Membeli bahan lokal dan sedang musim
Beli buah-buahan dan sayuran di musimnya memang jadi salah satu alternatif belanja hemat nih, Bun. Karena ketika musim panen, sayur dan buah ini berlimpah, harganya lebih murah, dan rasanya juga enak. Sayur dan buah lokal juga biasanya dijual dengan harga yang lebih murah. Tapi, pastikan kualitasnya tetap baik ya.



3. Beli sayur dan buah beku
Salah satu trik menghemat uang belanja, beli sayuran beku yang biasanya hanya dibutuhkan sedikit dan sesekali. Misalnya, kacang polong dan jagung untuk campuran nasi goreng. Selain itu, sayuran beku ini juga bisa disimpan untuk kemudian hari kan. Jadi nggak akan buang-buang bahan makanan.

Ilustrasi belanja bulananIlustrasi belanja keperluan dapur/ Foto: shutterstock
4. Pilih-pilih merek
Terkadang, ada beberapa makanan bermerek dijual dengan harga yang lebih mahal. Padahal, kualitasnya sama dengan yang harganya lebih murah. Hanya biaya pengemasan dan iklannya yang lebih mahal. Misalnya tepung terigu. Kalau menurut Bunda kualitas dan fungsinya sama saja, lebih baik beli yang harganya murah.

5. Belanja dalam jumlah besar
Untuk bahan-bahan makanan yang bisa tahan lama dan sering digunakan, lebih baik membeli dalam jumlah besar. Misalnya, keluarga biasa makan nasi setiap hari dalam jumlah banyak. Nah, Bunda bisa nih beli satu karung beras langsung dari agen dan harga beras akan lebih murah. Bahan-bahan lain seperti tepung, gula, dan sebagainya, kalau memang sering digunakan bisa coba dibelisecara grosir.

6. Potongan harga
Di beberapa supermarket biasanya ada selebaran berisi potongan harga beberapa makanan. Bunda bisa nih masak makanan dari bahan yang sedang promo. Sebelumnya, pastikan dulu Bunda tahu harga aslinya supaya nggak tertipu oleh iklan. Supermarket juga biasanya memberikan potongan harga untuk daging dan ikan di atas jam 8 malam. Ini bisa juga jadi alternatif menghemat, Bun.

Ilustrasi belanja bulananIlustrasi belanja keperluan dapur/ Foto: Rengga Sancaya
7. Pakai botol yang dapat digunakan kembali
Daripada beli minuman kemasan seperti jus, soda, atau air mineral kemasan, lebih baik mengisi air atau jus di botol minum yang tahan lama. Selain berkontribusi memelihara lingkungan, keluarga juga jadi lebih hemat dan lebih terjaga dari minuman yang mengandung banyak gula serta tinggi kalori.

8. Kreatif dengan sisa makanan
Selesai bikin bolu, tapi anak-anak nggak menghabiskan bolu yang dibuat karena bosan. Jangan dibuang, Bun. Sisa makanan yang masih dalam kondisi baik masih bisa dikreasikan kok menjadi makanan dalam bentuk berbeda. Misalnya, bolu dihancurkan dan dibentuk menjadi bola, kemudian lumuri cokelat supaya menarik. Dengan cara ini, nggak ada makanan yang terbuang lagi.

9. Rencanakan sebelum belanja

Ilustrasi belanja bulananIlustrasi belanja keperluan dapur/ Foto: Istimewa
Ini penting, Bun. Pastikan perut Bunda dan anak-anak dalam kondisi kenyang ketika berbelanja. Sebelum belanja, lebih baik makan dulu di rumah. Supaya nggak tergoda dengan jajanan dan makanan yang ada di pasar atau supermarket. Belanja juga jadi bisa lebih fokus.

Kebutuhan belanja bulanan pastinya termasuk kebutuhan pokok ya, Bun. Terkait pengelolaan pengeluaran rumah tangga, financial planner Debby Prazna Okky bilang yang tepat adalah pengeluaran bulanan tercukupi dari penghasilan bulanan.

"Tiap bulan stabil dulu, jangan utang sana sini terus untuk membayarnya mengandalkan gaji ke-13 atau Tunjangan Hari Raya (THR). Padahal kebutuhan di hari raya juga banyak. Sehingga THR bukan gaji ke-13 tapi memang buat hari raya," kata Okky.

Makanya, dia menekankan supaya mengusahakan pengeluaran bulanan nggak lebih besar dari pendapatan. Sebisa mungkin alokasikan pendapatan 10 persen untuk investasi, 20 persen untuk kebutuhan diri, 30 persen (maksimal) untuk membayar cicilan, dan 40 persen untuk kebutuhan rumah tangga.

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi