MOM'S LIFE

Perubahan Hidup Syahrini Setelah Resmi Jadi Istri Reino Barack

Annisa Karnesyia Minggu, 10 Mar 2019 - 19.34 WIB
Perubahan Hidup Syahrini Setelah Resmi Jadi Istri Reino Barack/ Foto: InsertLive Perubahan Hidup Syahrini Setelah Resmi Jadi Istri Reino Barack/ Foto: InsertLive
Jakarta - Setelah resmi menikah pada 27 Februari lalu, akhirnya pasangan Syahrini dan Reino Barack menggelar jumpa pers. Bertempat di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Minggu (10/3/2019), Syahrini akhirnya mengungkapkan alasan dirinya dan sang suami baru buka suara ke publik.

"Saya mau memenuhi janji saya. Ketika saya sudah dinikahi, sudah sah, saya akan membawa laki-laki itu ke hadapan awak media. Inilah laki-laki yang saya pilih," tutur Syahrini, dikutip dari InsertLive.

Raut kebahagiaan memang terpancar jelas di wajah keduanya, yang kompak mengenakan pakaian serba hitam, saat memberikan penjelasan ke awak media. Syahrini pun menceritakan perubahan hidup dan harapannya setelah mengikat janji sehidup semati dengan Reino Barack di Masjid Camii Tokyo, Jepang.

"Sekarang, saya hidupnya mengabdi, patuh pada suami. Sebagai muslim, karier untuk istri itu hanya bonus," aku pelantun hits Sesuatu ini.

"Kelebihan suami saya, jadi imam ibu saya, bacaannya bagus sekali. Kan suami saya lulusan Al-Azhar," sambungnya.

Syahrini dan Reino Barack dalam konfrensi persSyahrini dan Reino Barack dalam konfrensi pers/ Foto: InsertLive


Wajar adanya jika pengantin baru seperti Syahrini dan Reino Barack punya harapan satu sama lain. Ini tak lain demi kelanggengan rumah tangga mereka. Setuju kan, Bun?

Nah, supaya pernikahan langgeng, berikut enam tips dari Deny Hen MM CLC, founder 'Pembelajar Hidup' yang juga life and marriage coach. Enggak cuma pengantin baru seperti 'Syahreino', Ayah dan Bunda juga penting lho menerapkannya.

1. Mindset pernikahan

"Pola pikir apa yang wajib dimiliki pasangan suami istri untuk mewujudkan pernikahan yang hebat. Bahagia itu kalau kita jalanin pernikahan dengan benar," kata Deny.

Hal pertama yang harus kita ubah untuk mendapat pernikahan yang sehat dan bahagia adalah mindset. Dari mindset akan menentukan tercapai atau tidaknya keinginan dan mengarahkan hidup kita.

2. Best Friend Forever (BFF)

Dalam pernikahan, mengembangkan persahabatan dengan pasangan hidup bisa menjadi dasar pernikahan yang hebat. Walau memang ini enggak mudah ya, Bun.

"Padahal, penelitian menunjukkan pernikahan yang awet adalah pernikahan di mana seseorang bisa menjadikan pasangan sebagai sahabatnya," tutur Denny.

3. Menikmati seks dan keromantisan

Soal keromantisan sama dengan bicara unsur gairah dalam cinta. Kata Deny, gairah seringkali menyala-nyala saat masih pacaran dan di awal pernikahan. Tapi setelah 2 - 4 tahun menikah, passionate love akan padam.

"Harus diakui, banyak pernikahan yang sukses sekalipun pasangan suami istri sudah tidak memiliki passion atau gairah. Namun, punya gairah bisa memperkaya pernikahan dan membuat pernikahan lebih mudah dipertahankan," papar Deny.

4. Komunikasi

Suatu komunikasi dikatakan baik jika salah seorang berbicara sedangkan yang lain mendengarkan dan kemudian merespons bahwa dia mengerti.

"Yang jadi masalah, komunikasi sering terganggu, sehingga mudah terjadi miscommunication. Misal, salah satu berbicara tapi yang lain tidak memberi respons atau keduanya berbicara tanpa ada yang mendengarkan atau merespons," ungkap Deny.

Karena itu, penting juga memahami gaya komunikasi kita dengan pasangan, Bun.

5. Bertengkar pakai 'cinta'

Saat menikah, hal sepele aja bisa menyulut pertengkaran ya, Bun. Menurut Deny, seringkali masalahnya bukan pada diri pasangan, melainkan pada diri kita sendiri.

"Setiap pertengkaran perlu keahlian khusus untuk meminimalkan konflik, keahlian itu saya sebut 'bertengkar dengan cinta'," tutur Deny.

6. Komitmen

Saat menikah, janji setia dan komitmen diucapkan. Nah, penting banget bagi pasangan suami istri untuk enggak menganggap komitmen itu sebagai slogan dan formalitas kosong yang dapat dilanggar begitu saja saat kita merasa tidak lagi berkenan dengan pasangan.

"Padahal, komitmen pada janji pernikahan merupakan deklarasi yang disaksikan banyak orang, seperti menyatakan pada publik bahwa kita memutuskan untuk selalu bersama dengan pasangan apapun keadaannya," tegas Deny.

Ia pun menyarankan untuk menghangatkan hubungan kembali sambil mengingat janji pernikahan, dengan komunikasi 15 menit sehari dan menyempatkan diri memeluk pasangan. Intinya, menyempatkan waktu berinteraksi dengan pasangan.


[Gambas:Video 20detik]

(ank/muf)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi