MOM'S LIFE

5 Tips Diet Plastik agar Tak Ganggu Aktivitas Sehari-hari

Ratih Wulan Pinandu Senin, 11 Mar 2019 - 18.04 WIB
Diet kantong plastik/ Foto: iStock Diet kantong plastik/ Foto: iStock
Jakarta - Bunda, sudah tahu belum kalau mulai Maret 2019, kantong platik tak lagi diberikan secara gratis. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) bersama anggotanya, menerapkan kebijakan baru mengenai kantong plastik berbayar demi mengurangi sampah plastik.

Banyak masyarakat, termasuk ibu-ibu mengaku keberatan terhadap kebijakan diet kantong plastik. Setiap belanja di supermarket, Bunda akan dikenai biaya Rp200 untuk setiap lembar plastik. Bayangkan saja, Bun, kalau lagi belanja bulanan bisa berapa ribu rupiah yang kita habiskan untuk mendapatkan plastik belanjaan.

Menanggapi hal itu, pengamat lingkungan dari Universitas Indonesia, Budi Haryanto, menyarankan agar masyarakat mencari alternatif pengganti yang lebih ramah lingkungan. Menurut Budi, Bunda bisa mencari pengganti plastik yang lebih hemat juga lho.


"Ini merupakan aksi atau upaya nyata mengurangi penggunaan plastik karena pemusnahannya susah dan tidak bisa terurai begitu saja secara biologis," ungkap Budi, dikutip dari CNN Indonesia.

Budi menyarankan agar kantong plastik bisa digantikan dengan tote bag, yang banyak dijual dengan harga terjangkau. Selain itu, Bunda juga bisa menggunakan tas anyaman yang dulu juga pernah tren pada 1990-an ya.

"Sebelum ada kantong plastik, orang berbelanja membawa tas dari anyaman ke pasar tradisional. Ini bisa digunakan kembali," saran Budi.

Selain kantong belanja, masih banyak cara untuk menyukseskan diet plastik, Bun. Simak yuk, Bun, tips mengurangi pemakaian plastik dengan barang-barang berikut.

1. Kotak bekal

5 Tips Diet Plastik, Agar Tak Ganggu Aktivitas Sehari-hariKotak bekal/ Foto: shutterstock

Kita bisa mulai dari hal terkecil, seperti membiasakan anak-anak dan ayah membawa kotak bekal saat mereka sekolah dan bekerja. Sekalian, lengkapi dengan botol minum yang aman untuk diisi ulang, Bun. Kebiasaan baik ini tentu akan mengurangi pemakaian sampah plastik sekali pakai kan?

2. Sedotan, sendok, dan sumpit stainless

Lalu, cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mulai menggunakan sendok, sumpit, dan sedotan berbahan stainless. Bahkan, pemakaian alat makan berbahan stainless sudah menjadi gaya hidup di kalangan millennial lho, Bun. Dijamin enggak akan kesulitan mengajarkan si kecil dengan gaya hidup seperti itu.

Melansir Green Education Foundation, disarankan untuk membawa alat makan berbahan stainless ketika makan di luar rumah. Tak terkecuali ketika Bunda dan keluarga sedang makan di restoran cepat saji. Banyak toko menjual sendok dan sedotan stainless yang dikemas dalam kotak berbentuk lucu dan praktis untuk dibawa bepergian.

3. Tas lipat
5 Tips Diet Plastik, Agar Tak Ganggu Aktivitas Sehari-hariTote bag/ Foto: iStock
Selanjutnya, biasakan untuk membawa tote bag yang mudah dilipat menjadi sangat kecil untuk keperluan sewaktu-waktu. Pemakaian tas yang bisa digukan berkali-kali jauh lebih baik dibanding pemakaian plastik, yang membutuhkan 1.000 tahun untuk terdegradasi. Bunda bisa melipatnya dan menyimpan di dalam dompet, jadi dijamin aman dan enggak akan ketinggalan.

4. Pilih kemasan kardus atau karton

Beberapa produk dijual dengan kemasan karton atau kardus. Untuk membantu menyukseskan gerakan bebas plastik, disarankan agar Bunda memilih produk dalam kemasan kardus yang lebih mudah didaur ulang.


5. Hindari makanan beku
5 Tips Diet Plastik, Agar Tak Ganggu Aktivitas Sehari-hariContoh makanan beku/ Foto: Istock
Selain tidak sehat untuk kesehatan, ternyata kemasan makanan beku juga menjadi sumber sampah plastik yang terbanyak, Bun. Mulai sekarang, lebih baik hindari membeli makanan beku yang dilapisi dengan plastik ya.

Selamat mencoba!

[Gambas:Video 20detik]

(rap/muf)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi