HaiBunda

MOM'S LIFE

Apakah Kita Termasuk 'Helicopter Parent'?

Joko Supriyanto   |   HaiBunda

Sabtu, 12 Aug 2017 08:05 WIB
Ilustrasi pola asuh helicopter parenting/ Foto: dok.HaiBunda
Jakarta - Apa sih helicopter parenting atau pola asuh helikopter? Istilah helicopter parenting pertama kali digunakan di buku Orang Tua & Remaja oleh dr Haim Ginott yang mengatakan bahwa orang tua mereka akan melayang di atas anak seperti layaknya helikopter.

"Pola asuh helikopter mengacu pada gaya orang tua yang terlalu fokus pada anak-anak mereka," kata Carolyn Daitch, Ph.D., Direktur Center for the Treatment of Anxiety Disorders, pada Parents.

"Orang tua biasanya terlalu banyak bertanggung jawab atas pengalaman anak-anak mereka, khususnya mengenai keberhasilan atau kegagalan mereka," tambah Dr Daitch. Ann Dunnewold, Ph.D., psikolog.


Dunnewold juga menerangkan bahwa helicopter parent berarti orang tua terlibat dalam kehidupan seorang anak dengan cara yang terlalu banyak mengendalikan, overprotecting dan overperfecting.

Pada masa anaknya balita, helicopter parent mungkin terus-menerus membayangi anak, selalu bermain dan mengarahkan tingkah lakunya, sehingga anak tidak memiliki waktu sendiri dengan kebebasannya.
Helicopter parent dapat dikenali dari kecenderungan mereka mendekatkan diri pada anaknya, di mana siap untuk datang dan menyelamatkan anaknya apabila ada tanda kesulitan atau kekecewaan dari sang anak.

Dengan lebih banyak anak muda dewasa yang bergantung pada keluarga mereka dan tingkat kecemasan masa kecilnya lebih tinggi, ahli parenting dan penulis Michael Grose mengatakan bahwa orang tua perlu mengambil jarak dan memberi anak-anak mereka ruang untuk menemukan jalan mereka sendiri, jangan sampai anak ketergantungan terus-menerus pada orang tua. Demikian dilansir abc.net.au.

Baca juga: Pola Asuh Seperti Ini Disebut Bisa Picu Masalah pada Kejiwaan Anak

"Sebagai orang tua, kita ingin anak menjadi pintar, sukses, dan mandiri. Kita juga perlu mengingat bahwa tugas kita adalah membuat diri kita sebagai contoh yang baik untuk anak agar anak dapat mencontoh hal yang baik juga dari diri kita," kata Grose kepada ABC Radio Canberra.

Terkadang ketakutan orang tua akan hal yang berbahaya di lingkungan luar membuat mereka menerapkan 'helicopter parenting' bagi anaknya. Sebetulnya, ketakutan yang kita alami hanya membuat anak akan terbebani.

Sebagai orang tua seharusnya kita berikan kepercayaan kepada anak agar dia bisa menerapkan amanah yang diberikan. Dengan begitu sebagai orang tua, kita tidak perlu khawartir akan hal-hal negatif yang datang dari luar sana.

Mendukung anak bukan berarti orang tua terlibat dalam setiap kegiatan anak. Agar anak tumbuh mandiri, orang tua bisa mendorong pengembangan keterampilan swadaya anak.

Keterampilan swadaya adalah keterampilan sehari-hari yang secara alami ingin dilakukan anak-anak ketika mereka berumur dua atau tiga tahun. Misalnya jika mereka mandi, mereka ingin mandi sendiri ketimbang dimandikan.

Baca juga: Agar Anak Disiplin dan Mandiri, Begini Pola Asuh Anak di Jepang

Kadang kita sebagai orang tua mungkin khawatir dan nggak ingin anak mendapatkan kegagalan. Wajar banget sih. Tapi kayanya kita juga perlu menanamkan dalam benak kita bahwa nggak selamanya kita akan mendampingi anak di tiap langkahnya. Karena itu kita perlu mencari kesempatan untuk membiarkan anak mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Nggak kalah penting, orang tua juga perlu membangun kepercayaan diri anak untuk membuat keputusan independen. Jadi sebagai orang tua kita perlu memperhatikan dan mendukung anak. Apabila terjadi kesalahan, barulah kita membantu mengarahkannya. (jos)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Rahasia Kimmy Jayanti Berhasil Turunkan BB 13 Kg setelah Melahirkan Anak Ketiga

Kehamilan Amrikh Palupi

Sering Cemas Tanpa Sebab? Waspadai 10 Makanan Ini

Mom's Life Azhar Hanifah

Kapan Jadwal Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026? Simak Tanggalnya

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Potret Pangeraan Mateen & Istri Umumkan Nama Anak Pertamanya, Curi Perhatian Netizen

Parenting Nadhifa Fitrina

Bukan Sembarangan, Ini Alasan Uang Kusam Tak Dipakai dalam Angpao Imlek

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

30 Resep Es Buat Buka Puasa, Minuman Segar Bisa untuk Ide Jualan

10 Cara Mendisiplinkan Anak agar Patuh Sejak Kecil Tanpa Hancurkan Harga Dirinya

Rahasia Kimmy Jayanti Berhasil Turunkan BB 13 Kg setelah Melahirkan Anak Ketiga

Sering Cemas Tanpa Sebab? Waspadai 10 Makanan Ini

3 Cara Mengajari Anak Mengaji di Era Digital agar Tetap Semangat

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK