HaiBunda

MOM'S LIFE

Orang Tua Menangis di Depan Anak, Yay or Nay?

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Kamis, 17 Aug 2017 17:01 WIB
Ilustrasi ibu mengais/ Foto: Hasan Al Habsy
Jakarta - Sedih hingga akhirnya menangis lumrah kita rasakan ya. Hanya saja, kadang sebagai orang tua, ada kekhawatiran ketika kita menangis di depan anak. Salah satunya, khawatir kalau menangis di depan anak bisa berdampak nggak baik bagi mereka.

Kalau Bunda lagi menangis dan nggak sengaja melakukan itu di depan anak, nggak apa-apa kok. Diungkapkan peneliti sosial Brene Brown, anak-anak bisa belajar dari apa yang orang tuanya contohkan. Termasuk untuk mengekspresikan perasaan sedih dengan menangis, bisa jadi kita sering bilang ke anak kalau 'Nggak apa-apa kok, Nak, kalau kamu mau nangis. Menangislah'.

"Tapi, ketika orang tua berusaha menyembunyikan tangisnya, apa yang dikatakan pada anak tidak sesuai dengan yang dilakukan. Jadi, tak masalah kalau orang tua menangis di depan anak karena ini menunjukkan bahwa semua orang bisa merasa sedih kok. Ini pun melatih anak supaya tidak membiarkan mereka memendam perasaannya," kata Brown, dikutip dari Essential Kids.


Sementara, pakar perilaku manusia dan psikolog Nancy S Buck, PhD menegaskan kalau menangis adalah ekspresi emosi manusia yang normal. Beberapa hal kayak adegan film aja bisa bikin kita nangis ya, Bun. Begitu juga sama perubahan hidup misalnya kehilangan seseorang atau ada masalah di rumah tangga, kita bisa menangis juga karenanya.

Baca juga: Pernah Nggak Bun, Hampir Kehilangan Kesabaran Saat Anak Tantrum?

Memang sih, sebagai orang tua rasanya kita ingin membuat anak nggak merasa sedih, stres, bahkan frustasi akibat melihat kita menangis. Tapi, kata Nancy, apakah mungkin bunda dan ayah tertawa sembunyi-sembunyi dari anak? Nah, perlakuan sama pun perlu dilakukan pas kita menangis. Artinya, baik kebahagiaan atau kedukaan bisa kok kita tunjukkan di depan anak.

Waktu anak melihat kita menangis dan bertanya kenapa kita menangis, apa yang bisa kita katakan? Psikoteraspis Jessica S Campbell LCSW bilang kita memang perlu kasih tahu ke anak kenapa sih kita menangis, meski nggak semua detail masalah kita ceritakan ya, Bun. Jangan lupa, sesuaikan juga jawaban sama usia anak.

"Misalnya bisa katakan kalau bunda menangis karena tadi ada sesuatu yang membuat sedih. Jangan lupa, pastikan ke anak kalau tangisan orang tuanya nggak memberi konsekuensi pada hidup mereka dan orang tuanya baik-baik saja. Menangis diperlukan untuk mengekspresikan perasaan. Kemudian, jangan lupa peluk si kecil," kata Jessica, dikutip dari She Knows.

Begitu juga saat kita berkelahi dengan pasangan, bisa saja kita katakan ke anak kalau tadi bundanya sempat beda pendapat sama ayah. Tapi, bunda tetap baik-baik saja. Karena, kata Jessica kesalahan yang sering dilakukan orang tua waktu menangis adalah mengharap sang anak akan menghibur mereka. Padahal, anak hanya perlu tahu bahwa hati sang bunda saat itu sedang sedih sehingga untuk mengekspresikan kesedihannya, bundanya pun menangis.

Baca juga: Huaaa! Saat Bayi Nangis Kejer Ketika Telinganya Ditindik (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Baby Udon Anak Fanny Kondoh yang Namanya Jadi Judul Film

Parenting Nadhifa Fitrina

Berhubungan Intim setelah Membrane Sweep, Amankah bagi Ibu Hamil?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

7 Cara Mengajarkan Anak Mengenali Emosi Sejak Dini, Sudah Lakukan Bun?

Parenting Nadhifa Fitrina

10 Hal yang Dibenci Orang Cerdas Tanpa Alasan Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

Apakah Masih Bisa Terjadi Kehamilan di Masa perimenopause?

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Baby Udon Anak Fanny Kondoh yang Namanya Jadi Judul Film

Berhubungan Intim setelah Membrane Sweep, Amankah bagi Ibu Hamil?

7 Cara Mengajarkan Anak Mengenali Emosi Sejak Dini, Sudah Lakukan Bun?

10 Hal yang Dibenci Orang Cerdas Tanpa Alasan Menurut Psikologi

Pandangan Pekerjaan Rumah Tangga dalam Islam, Benarkah Tanggung Jawab Suami?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK