mom-life

Kata Susan Bachtiar, Menjadi Ibu Itu Perlu Kreativitas

Amelia Sewaka Rabu, 23 Aug 2017 12:15 WIB
Kata Susan Bachtiar, Menjadi Ibu Itu Perlu Kreativitas
Jakarta - Susan Bachtiar, seorang ibu dan public figur, mengaku belajar banyak saat dirinya menjadi ibu. Iya, belajar agar bisa membantu anak mendapatkan tumbuh kembang optimal. Juga belajar untuk bisa menjadi guru yang baik bagi anak di rumah.

Untuk mengajarkan sesuatu dan menanamkan hal-hal positif pada anak itu perlu kesabaran dan kreativitas. Misalnya saja nih Bun seperti dialami Susan, saat anaknya, Tristan van Tongeren, punya kebiasaan mengemut makanan dan menjadi picky eater, Susan harus memutar otak untuk mencari jalan keluar.

"Jika dari segi picky eater kita bisa kasih variasi olahan makanannya, tapi kalau dari fase kan ada nih fase anak yang mengemut kayak gini, jadi ya saya berpikir apakah saya bisa kasih kegiatan yang ia suka supaya ia mau makan," kata Susan usai konferensi pers Frisian Flag Indonesia Luncurkan Gerakan Nusantara 2017, di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Jend Sudirman, Jakarta, Selasa (22/8/2017).


Susan juga mengajari anaknya makan sendiri agar anak lebih termotivasi makan dan mau menghabiskan makanannya. "Mulai dari kasih sendok untuk piring satu ke piring lain, supaya dia benar-benar mengontrol baik motorik halusnya. Dulu waktu nulis, dia neken banget sampai kertasnya bolong jadi pelan-pelan sih," imbuhnya.

Baca juga: Dear Suamiku, Ini yang Aku Butuhkan Saat ART Tak Kembali

Menurut Susan, kreativitas seorang ibu itu perlu banget supaya anaknya mau makan dengan benar. Selain itu, orang tua juga harus bisa menganalisis anaknya untuk mencari jalan keluar terbaiknya. Jika cara satu nggak bisa, bisa pakai cara lain dan begitu seterusnya hingga kita menemukan cara yang cocok untuk anak kita.

Sebagai orang tua, Susan juga sering kali khawatir dengan keamanan si kecil. Maklum belakangan sering didengar kabar anak yang menjadi korban kekerasan, baik kekerasan fisik maupun seksual. Nah, untuk melindungi anak, menurut Susan, orang tuanya perlu menanamkan tentang masalah seksual dan area pribadi mana yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain.

Susan juga berpesan kunci parenting adalah komunikasi. Karena komunikasi yang nggak lancar justru bikin anak nggak paham dan nggak bisa memahami dengan baik maksud yang ingin kita sampaikan. Tanpa komuniksi yang baik pula, anak lebih cenderung bercerita dan mencari jalan keluar bersama orang lain.

Betsy Brown Braun, spesialis perkembangan anak, konsultan parenting sekaligus penulis "Just Tell Me What to Say," menjelaskan mengapa dialog dua arah adalah cara yang bagus untuk membangun kepercayaan. "Komunikasi adalah elemen kritis dalam suatu hubungan orang tua anak dan dalam mengasuh anak, karena hal ini merupakan pondasi mereka ketika mereka tumbuh kembang, serta untuk kemampuannya mengerti akan dunia dan supaya kebutuhan emosionalnya terpenuhi," ungkap Betsy, dilansir parents.com.

Baca juga: Tips Supaya Anak Mau Nurut Sama Orang Tua

Sangat penting untuk selalu jujur terhadap anak dan jawab apa yang anak tanya. Jadi jangan pernah mengatakan "kamu terlalu muda Nak" atau "nanti ya Nak, kalau kamu sudah besar baru bunda jawab", karena hal ini akan membuat anak kita malah justru berhenti bertanya.

Happy parenting ya, Bun. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi