mom-life

Curhat Intan Ayu tentang Kebahagiaannya Jadi Seorang Ibu

Nurvita Indarini Minggu, 26 Nov 2017 11:03 WIB
Curhat Intan Ayu tentang Kebahagiaannya Jadi Seorang Ibu
Jakarta - Dulu saat belum jadi ibu, kita bisa sering-sering hang out sama teman-teman. Ambil lemburan di kantor, bukanlah masalah. Pun ketika harus membawa kerjaan ke rumah, bisa kita selesaikan tanpa hambatan, berarti.

Tapi ketika si kecil lahir, rasanya nggak lagi sama seperti dulu. Sepertinya energi untuk pekerjaan di luar rumah nggak lagi sebanyak dulu. Harus pintar-pintar bagi waktu, fokus, dan perhatian. Apalagi kalau si kecil sangat lekat sama kita, ibunya.

Meski begitu, menjadi ibu adalah pengalaman yang sangat luar biasa. Senang sekali rasanya ada manusia lain yang begitu membutuhkan kehadiran kita. Ini pula yang dirasakan aktris Intan Ayu.


Saat ngobrol dengan HaiBunda tentang buah hatinya yang saat ini baru akan berusia dua tahun, mata Intan Ayu sering kali berkaca-kaca. Baginya kebahagiaan Intan Ayu saat sebelum menjadi ibu dan saat si kecil lahir berbeda.



"Sekarang saat sudah jadi ibu, kebahagiaannya itu kalau lihat anak senang, kita senang. Jadinya fokusnya nyenangin anak, bukan nyenangin diri sendiri. Sekarang aku lebih senang sih, jadi lebih tenang dan lebih jernih," papar Intan Ayu.

Sekarang, meski cuma di rumah dan bermain bersama anaknya, Intan Ayu sudah happy banget. Iya, saya juga merasakan hal yang sama. Kadang nggak perlu pergi ke tempat yang jauh-jauh, kalau pergi ke taman di dekat rumah saja sudah bisa bikin anak saya lari-lari dan lompat-lompat dengan senangnya.

"Saat aku hamil sampai melahirkan aku mendapat banyak pelajaran. Aku dikasih kekuatan lebih gede dari yang selama ini aku sangka. Aku bersyukur juga dengan suamiku yang selalu memberi support," lanjut Intan Ayu.

Semenjak hari pertama si kecil lahir, Intan Ayu memang sangat menikmati perannya. Iya, saat pertama kali si kecil menyusu, menikmati air susu ibu (ASI)-nya sampai terlelap karena kenyang adalah pemandangan paling indah di dunia.

"Aku dikasih berkah ngelahirin, lalu inisiasi menyusu dini (IMD) dan sampai sekarang ASI mencukupi, bahkan berlimpah. Aku malah sempat ngedonor ASI, sampai dua anak," tutur Intan Ayu.

Saat menyusui anaknya, Intan Ayu merasakan bonding yang sangat luar biasa istimewa. Saat itu sepertinya dunia hanya berisi dirinya dan si kecil, mereka saling tatap dengan tatapan penuh cinta.

"Makanya ini anak mau dua tahun, aku galau nyapih. Soalnya aku suka banget nyusuin dia," imbuh Intan Ayu.



Seorang ibu adalah sosok yang paling tahu banget anaknya. Itu makanya ibulah yang paling tahu bagaimana memperlakukan anaknya. Misalnya nih, Intan Ayu akan meminimalkan banget anaknya kepanasan. Soalnya anaknya gampang berkeringat dan jadinya gampang banget alergi.

"Makanya banyak milihnya baju yang kaos, yang bahannya katun," ucap Intan Ayu.

Dukungan Suami

Menjadi ibu yang sempurna rasanya mustahil. Yang bisa dilakukan adalah berupaya menjadi ibu yang baik. Untuk itu, dukungan suami sangatlah diperlukan.

Intan Ayu ingat benar dulu dirinya melahirkan di usia kandungan yang hampir 41 minggu. Sejak hamil, sang suami selalu mendukungnya, antara lain dengan mengikuti kelas hamil.

"Saat mau melahirkan, suamiku nggak aku bolehin ke mana-mana, padahal dia kepengen pipis. Dia nahan pipis sampai lupa. Dia nyuapin aku makan, nemenin aku teruslah pokoknya," sambung Intan Ayu.

Ya, namanya sudah jadi orang tua, kita perlu bahu membahu sama suami nih dalam urusan anak. Karena baik ayah atau ibu punya peran dan fungsi masing-masing dalam pengasuhan anak. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi