moms-life

7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua Baru

Melly Febrida Selasa, 26 Dec 2017 10:05 WIB
7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua Baru
Jakarta - Namanya juga orang tua baru, tentu harus belajar banyak hal dalam mengurus dan mengasuh anak. Nah, tanpa disadari orang tua baru pun kerap melakukan kesalahan tanpa disadari.

Yuk, Bunda, kita kenali kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan orang tua baru, agar nantinya kita nggak melakukannya lagi. Dikutip dari berbagai sumber, ini 7 kesalahan pengasuhan anak yang paling umum dilakukan orang tua.

1. Panik Berlebihan


"Banyak orang tua baru memiliki reaksi yang berlebihan ketika bayinya muntah dan hal-hal lain yang dilakukan bayi," kata Leon Hoffman, MD, Direktur Pacella Parent Child Center di New York.

Kalau orang tuanya panik berlebihan, bayi bisa jadi juga jadi ikut panik dan nggak nyaman. Kadang kita sibuk tanya ke sana ke mari perihal normal nggak sih bayi kita yang nggak juga buang air besar lebih dari 5 hari. Atau saat bayi kita sering nangis, kita jadi gampang banget mendengar pendapat yang negatif dan nggak konstruktif.

Akibat panik berlebihan, kita jadi nggak santai dan rentan stres. Biar nggak panik berlebihan gimana? Tentu kita harus membekali diri dengan banyak pengetahuan saat akan punya bayi. Kadang jangan terlalu mendengarkan pendapat yang nggak jelas juga ya, Bun. Pastikan kita dapat informasi dari media yang tepercaya atau dari pakarnya langsung.




2. Soal Bayi Menangis

Panik banget dong ya kalau bayi kita menangis terus. Disusui salah, digendong salah. Duh, apa maunya ya. Saat bayi menangis terus, kita sebagai orang tua baru sering kali lantas menyalahkan diri sendiri karena nggak paham apa yang diinginkan bayi.

Bayi memang berkomunikasi dengan menangis. Jadi kita sebenarnya nggak perlu khawatir berlebihan juga, Bun. Kecuali nih, kalau bayi menangisnya tanpa berhenti selama lebih dari satu jam dan disertai demam, ruam, muntah, atau perut kembung, ada baiknya menghubungi dokter.

Oh iya, kalau ada yang mengatakan, 'Biarin aja dulu bayinya nangis, biar sehat paru-parunya', baiknya nggak usah didengarkan ya, Bun. Seperti kata pakar parenting Dr Howard Chilton, orang tua, terutama orang tua baru perlu mengedepankan insting mereka terkait bayinya. Apalagi, banyak anjuran yang masih saja eksis dalam keseharian tapi nyatanya bisa berbahaya buat bayi.

"Membiarkan bayi menangis dengan sengaja, sama saja mengabaikan dia. Selama itu pula bayi akan merasa ditelantarkan oleh ibunya," kata Howard dikutip dari Essential Baby.

3. Bangunkan Bayi untuk Menyusu

Mungkin kita pernah mendengar saran untuk menyusui bayi setiap dua jam sekali. Jadi ketika bayi tidur ada orang yang menyarankan membangunkan bayi untuk disusui.

Memang penting banget buat kita sebagai ibu-ibu untuk mengosongkan payudara dari air susu ibu setiap dua jam sekali. Tujuannya adalah untuk menjaga ASI tetap lancar. Tapi bukan berarti dilakukan dengan membangunkan bayi yang tidur. Karena kadang kalau kenyang, bisa saja bayi nggak bangun dalam waktu cukup lama. Nah, mengosongkan payudara bisa dilakukan dengan cara memerah ASI.

Konselor laktasi dari Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) dr Hikmah Kurniasari MKM, CIMI mengatakan kepada detikhealth, penting juga bagi Bunda mengetahui tanda lapar bayi. Misalnya nih tangan mengepal, mata mulai membuka dan menutup, menoleh ke kiri dan kanan, memasukkan tangan ke mulut, bahkan menangis.

"Kalau sudah tahu tanda itu kenapa mesti dijamin tiap 2 jam menyusunya. Secara teori memang dalam 24 jam bayi nyusu 8-12 kali. Jadi didapat angka tiap 2 sampai 3 jam itu. Kalau misal dalam waktu satu jam kemudian bayi sudah terbangun, agak rewel gitu atau udah mulai merengek, bisa jadi dia sudah lapar kan. Nah, tempelin ke payudara ibu, dia mencium, dan kalau memang lapar akan menyusu lagi," kata dr Hikmah.

"Toh kalau bayi sudah kenyang dia nggak bakal mau nyusu. Kalau udah kenyang ditempelin ke payudara ibu pun dia tetap saja tidur," imbuh dr Hikmah.

Ilustrasi ibu dan bayi/Ilustrasi ibu dan bayi/ Foto: Thinkstock




4. Sulit Membedakan Gumoh dan Muntah

"Waduh gimana nih, anakku muntah." Mungkin kalimat bernada panik seperti ini sering kita lontarkan ya, Bun. Eh tapi seseungguhnya bayi kita muntah atau gumoh nih?

Menurut dokter spesialis anak dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Meta Hanindita, SpA, muntah dan gumoh sangat berbeda. Sehingga faktor penyebab dan penanganannya pun juga berbeda.

"Gumoh dikeluarkan dengan cara mengalir dari mulut bayi, tanpa disertai kontraksi otot dinding perut," tutur dr Meta kepada detikHealth.

Gumoh biasanya hanya sedikit, dengan jumlah kurang dari 10 cc. Menurut dr Meta proses ini alami untuk mengeluarkan udara yang tertelan saat bayi minum air susu ibu (ASI), sehingga orang tua tak perlu khawatir berlebihan.

"Sementara muntah dikeluarkan dengan cara disemburkan dari perut bayi, disertai dengan kontraksi otot dinding perut. Jumlahnya pun lebih dari 10 cc," paparnya.

5. Menyimpulkan Demam Hanya dari Perabaan Tangan

Kalau kita punya bayi dan anak kecil, penting banget nih untuk memiliki termometer. Ini penting untuk memastikan suhu badan si kecil saat badannya teraba panas.

Mungkin kita sering merasa anak kita demam karena keningnya teraba hangat. Tapi punggung tangan kita bukanlah termometer ya, Bun. Si kecil dikatakan demam kalau suhu badannya 38,5 derajat Celcius.

6. Tidak Menggunakan atau Memasang Car Seat dengan Benar

Salah satu kesalahan umum yang dilakukan orang tua baru adalah tidak menggunakan car seat untuk anaknya. Kalaupun memakai car seat, sering tidak dipasang dengan benar.

Kepada ABC News, pakar keselamatan penggunaan car seat, Alisa Baer mengatakan ketika car seat dipakai dengan benar dan tepat, ini efektif meminimalkan cedera yang dialami anak ketika terjadi kecelakaan. Alisa mengingatkan kepada orang tua untuk memperhatikan penggunaan car seat disesuaikan usia dan tinggi badan anak. Kemudian, gunakan car seat sesuai instruksi termasuk menggunakan belt pada car seat.

Kesalahan orang tua baru/Kesalahan orang tua baru/ Foto: Thinkstock


7. Mengabaikan Perawatan Mulut Bayi

Bayi baru lahir memang belum punya gigi, nah hal ini sering kali membuat kita mengabaikan perawatan mulutnya. Selain itu kita sering kali berpikir gigi anak adalah gigi susu yang nantinya akan berganti, sehingga nggak perlu memberi perhatian khusus.

"Banyak orang tua baru tidak memikirkan tentang gigi atau kesehatan mulut bayi mereka sampai sudah terlambat," kata Saul Pressner, seorang dokter gigi yang berbasis di New York.

Tak ada istilah terlalu kecil untuk mulai memulai kebiasaan menjaga kebersihan mulut. drg Pressner pun memberikan tips untuk orang tua baru:

A. Jangan berikan susu untuk bayi saat menjelang tidur menggunakan botol dot, karena meningkatkan risiko gigi bolong.
B. Gunakan kasa basah untuk membersihkan gusi bayi.
C. Mulai menggunakan sikat gigi saat bayi sudah 1 tahun (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi