mom-life

'Suamiku Kok Jadi Sering Keluar Rumah Sejak si Kecil Lahir Ya?'

Melly Febrida Selasa, 26 Dec 2017 18:39 WIB
'Suamiku Kok Jadi Sering Keluar Rumah Sejak si Kecil Lahir Ya?'
Jakarta - Senangnya saat si kecil lahir. Tapi kehadiran si kecil mau nggak mau membuat perubahan yang nggak semuanya menyenangkan. Misalnya nih, jadi lebih sering begadang di minggu-minggu awal kelahiran anak. Perlu banget dong dukungan suami, tapi bunda ini nggak merasa mendapatkan dukungan itu.

"Pada akhir pekan, dia akan menghilang selama enam jam untuk bersepeda... Dia berkeliling kota bersama kelompok bersepeda. Pada malam hari, dia bertemu teman-teman di bar dan restoran sementara saya tinggal di rumah. Di pagi hari, dia akan pergi untuk berlari ketika saya mengurus bayi," tutur Jancee Dunn, dilansir Sydney Herald Morning.

Kata Jancee, bersepada dan berlari itu terlihat seperti hobi dadakan sang suami. Soalnya sebelum si bayi lahir, suaminya nggak disibukkan kegiatan itu.



Menurut Jancee yang juga penulis How Not to Hate Your Husband After Kids, mengatakan hobi dadakan suaminya itu sungguh 'kebetulan yang menakjubkan'. Hobi itu jadi mengharuskan suaminya lebih sering keluar rumah ketimbang sebelumnya. Padahal, saat punya bayi ini Jancee sangat membutuhkan suaminya.

Jancee menuturkan 'kebetulan yang menakjubkan' itu ternyata sudah biasa terjadi di kalangan para suami, Bun. Ia sering mendengar cerita seorang suami yang tiba-tiba fanatik olahraga ketika anak-anaknya lahir. Bahkan ada suami yang mengaku tak bisa bekerja kalau nggak lari 15 km setiap pagi. Belum lagi olahraga yang dilakukan akhir pekan.

Menurut Jancee, suami temannya juga sering menghabiskan sebagian besar akhir pekannya untuk memperbaiki sepeda motornya. Nah, teman Jancee lalu menyampaikan ke sang suami bahwa dirinya ingin beristirahat sejenak. Tahu respons suaminya, Bun? Si suami malah marah sambil berkata, "Aku sudah bekerja keras setiap hari, dan akhir pekan adalah waktuku,".

Ya ampun sedih banget sih. Padahal ibu-ibu di rumah yang mengurus anak juga kan nggak santai-santai dan ongkang-ongkang kaki. Tega banget sampai nggak peduli istrinya lelah dan butuh me time untuk menjaga 'kewarasan'.

Jancee sendiri sebenarnya merasa kesal saat dirinya menggendong bayi sedangkan suaminya santai saja. Tapi ia berusaha memahami karena percaya pria membutuhkan waktu untuk diri sendiri dengan cara yang tak dilakukan perempuan.

Soal Keegoisan

Suami kok jadi serimg keluar rumah sejak si kecil lahir?Suami kok jadi serimg keluar rumah sejak si kecil lahir? Foto: Thinkstock


Rasanya bisa banget ya diterima secara sosial bahwa seorang ayah menghabiskan waktunya dengan bersenang-senang tanpa anaknya. Sedangkan ibu dianggap wajar banget mengurus anak dari pagi hingga malam.

Tapi sayangnya, lanjut Jancee, saat kaum ibu meminta waktu untuk sedikit dari anak-anak untuk melakukan hal lain malah dibilang nggak sayang anak atau egois. Kalau ayah bersenang-senang tanpa anak, sepertinya nggak ada yang menyebutnya egois. Beda halnya dengan ibu. Menyebut ibu egois sepertinya lebih mudah saat mendapati ibu meninggalkan anaknya sejenak untuk keperluan lainnya.

Terkadang, sambung Jancee, seorang ibu ingin meluangkan waktu untuk berolahraga. Tapi ini bukan tentang kebutuhannya, melainkan kesempatan untuk me-recharge diri dan tetap sabar dalam menghadapi semua hal, sehingga bisa menjadi ibu yang lebih baik.

Pemikiran ibu yang libur mengurus anak untuk kesenangannya semata itu juga bukan karena egois. Kata Jancee, meski ibu mendapat kesempatan bebas dari anak-anaknya untuk me time, mereka merasa bersalah juga lho.



Sebenarnya sedikit waktu luang yang bebas dari anak itu hak ayah dan bunda, sehingga perlu dilakukan. Karena itu Jancee berharap lebih banyak ayah yang mau meluang waktunya untuk anak ketimbang mengatakan, "Aku akan mengasuh anak ketika aku tidak memiliki urusan lain,".

Pentinya Me Time untuk Ibu

Suami kok jadi serimg keluar rumah sejak si kecil lahir?/Suami kok jadi serimg keluar rumah sejak si kecil lahir?/ Foto: thinkstock


Dear Suami, tahukah kau kalau istrimu berisiko mengalami depresi pasca melahirkan. Sehari-hari di rumah dan disibukkan dengan urusan anak dan tugas rumah tangga juga bisa bikin lelah dan stres. Meski di rumah saja, tapi istri butuh rehat sejenak dari kegiatan rutinnya.

Ya, istri tetap butuh me time. Apalagi penelitian yang dilakukan di Murdoch Childrens Research Institute menemukan ibu yang teratur me time di enam bulan pertama setelah melahirkan, berisiko lebih rendah mengalami depresi pasca melahirkan.

Untuk studi ini, Bun, peneliti Hannah Woolhouse dan Stephanie Brown mengamati lebih dari 1.500 wanita. Mereka menemukan prevalensi gejala depresi terus menurun seiring dengan meningkatnya frekuensi me time pada ibu.

Brown dan Woolhouse juga menemukan hanya di bawah 50 persen wanita yang memiliki me time satu kali dalam seminggu. Sedangkan satu dari enam wanita melaporkan tidak pernah punya waktu untuk me time karena harus menjaga sendiri bayinya. Untuk itu, Brown dan Woolhouse menegaskan peran keluarga dan pasangan diperlukan untuk mencegah depresi pasca melahirkan. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi