HaiBunda

MOM'S LIFE

Tips Menyelamatkan Pernikahan Saat Sering Berantem Sama Suami

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Selasa, 30 Jan 2018 13:02 WIB
Tips Menyelamatkan Pernikahan Saat Sering Berantem Sama Suami/ Foto: Hasan Al Habsy
Jakarta - Hubungan kita dengan seseorang memang nggak selalu berjalan mulus, termasuk juga dengan suami. Nah, ada yang namanya mitigasi risiko yang terkait dengan komitmen dalam berumah tangga nih, Bun. Apa tuh?

Psikolog klinis dewasa dari Psychological Service Centre and Laboratory Bina Nusantara University, Pingkan Rumondor bilang namanya mitigasi berarti mencegah risiko yang bisa memperburuk komitmen. Mengutip hasil riset, Pingkan mengatakan masih ada cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan hubungan rumah tangga ketika kita ada konflik dengan suami.

Pertama kalau kita kesal sama pasangan karena dia menghambat tujuan kita. Biasanya apa yang Bunda lakukan? Kalau ngomel-ngomel, coba kita ubah dengan berusaha menahan diri dan nggak meremehkan. Cara ini, kata Pingkan bisa membuat kepuasan hubungan rumah tangga meningkat.




Terus, pernah nggak, Bun, merasa inferior. Misalnya, tiba-tiba karena baper timbul pertanyaan suami masih sayang nggak sih sama kita? Nah, kalau lagi merasa inferior, Pingkan mengatakan yang bisa kita lakukan adalah menunjukkan perilaku menolong sehingga bikin pasangan tergantung sama kita dan kita nggak perlu merasa inferior lagi.

"Ketiga akomodasi. Kalau kita lagi kesal sama pasangan, kadang dia ngomong sesuatu yang nyakitin hati kita, kita nggak usah balas, diam aja. Itu biasanya meningkatkan komitmen dengan pasangan," kata Pingkan waktu ngobrol sama HaiBunda.

Lho, kok bisa gitu? Jadi, saat istri diam aja ketika suami nyebelin, suami nggak harus mengalami emosi negatif dari si istri, Bun. Nah, saat kita nggak balas perilaku menyebalkan suami, suami bisa menangkap bahwa istrinya menerima dia apa adanya.

"Ini berlaku kalau kita terluka yang nggak parah-parah banget atau sampai dilecehkan. Jadi ini untuk case yang nggak terlalu gede, jadi ya udahlah. Akomodasi ini bisa menunjukkan kalau kita bisa diandalin. Suami juga mikir kita udah berkorban, jadi dia juga nggak meremehkan," lanjut Pingkan.

Tapi, Pingkan mewanti-wanti mitigasi risiko dalam rumah tangga ini berlaku kalau apa yang dilakukan suami nggak sampai menyakiti diri kita. Dengan kata lain, mitigasi risiko nggak berlaku kalau masalahnya besar dan ada isu kekerasan, kecanduan alkohol atau obat terlarang dan suami menyakiti orang lain.

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Kehamilan Amrikh Palupi

Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak

Mom's Life Amira Salsabila

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Parenting Asri Ediyati

Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan

Mom's Life Arina Yulistara

9 Zodiak Paling Drama, Masalah Kecil Bisa Jadi Panjang

Mom's Life Elia Amaliana

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu

Warga RI Usia 17 Tahun Akan Dapat Saldo Rp50 Ribu di Rekening, Ini Alasannya

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK