mom-life

Yang Paling Bikin Suami Panik Kira-kira Apa Ya?

Nurvita Indarini Minggu, 25 Feb 2018 17:00 WIB
Yang Paling Bikin Suami Panik Kira-kira Apa Ya?
Jakarta - Panik wajar banget ya dialami siapapun, termasuk suami kita. Nah, kira-kira buat suami kita apa sih yang paling bikin panik?

CEO Orami, Ferry Tenka, mengaku dirinya sebenarnya orang yang cukup tenang. Tapi saat istrinya khawatir, dirinya juga jadi ikut khawatir.

"Cuma karena secara personally saya nggak sekhawatiran istri saya, jadi ketika istri khawatir, meskipun saya juga jadi khawatir, tapi saya akan menenangkan," ujar Ferry di sela-sela #Orami5Tahun di Penang Bistro, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.


Kata dia, sebagai orang tua baru, wajar banget sih kalau seorang ibu banyak khawatir dan gampang panik terkait kondisi anak. Apalagi nih kalau anak sakit. Bahkan saking khawatirnya, Ferry dan istri pernah 3 kali dalam seminggu membawa si kecil ke dokter.

"Saya yang biasanya menenangkan, harapannya biar nggak semua panik, nanti anaknya ikut panik," imbuh Ferry.



Anak demam, diare, muntah, dan sebagainya memang gampang banget bikin panik ya, Bun. Karena itu kita butuh banget dapat informasi yang memadai dan tepercaya. Jangan gampang termakan hoax ataupun mitos ya, Bun. Sebaiknya cari informasi dari media tepercaya atau bertanya langsung ke pakarnya.

Angga, seorang ayah dengan satu anak, juga mengaku dirinya cenderung ikut panik kalau istrinya panik. Angga sebenarnya pribadi yang santai. Tapi namanya ayah baru, kalau si kecil sakit dan ibunya panik, ternyata kepanikan itu jadi menular padanya.

"Lebih panik kalau istri panik. Kalau anak sakit biasanya malah masih bisa berpikir jernih. Kalau gini langsung ambil kendali aja, istri jangan disuruh ambil keputusan soalnya jadi nggak jelas, harus suami yang ambil keputusan kalau udah gini," tuturnya.

Beberapa waktu lalu, psikolog dari Tiga Generasi, Della, M.Psi, Psikolog mengatakan kalau istri mengeluh takut, cemas, dan khawatir, jangan malah dianggap lebay dan manja ya. Apalagi kalau hal ini terjadi nggak lama setelah istri melahirkan, soalnya siapa tahu istri mengalami baby blues.



Saat seorang perempuan mengalami baby blues, kata Della, sebenarnya nggak cuma dukungan suami saja yang perlu, tapi juga keluarga dekat lainnya seperti mertua, orang tua kandung, serta saudara lain. Karena tanpa dukungan yang memadai, ibu akan merasa sendiri, sehingga dia akan memendam keluhannya sendiri dan menganggap normal sesuatu yang sebenarnya tidak normal atau tidak baik bagi kesehatan jiwanya. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi