HaiBunda

MOM'S LIFE

Jadi Ibu Nggak Boleh Marah?

Nurvita Indarini   |   HaiBunda

Senin, 16 Apr 2018 11:07 WIB
Jadi Ibu Nggak Boleh Marah?/Foto: Thinkstock
Jakarta - Jadi ibu itu harus sabar. Jadi ibu itu nggak boleh marah-marah. Karena sedikit saja ibu marah bisa berpengaruh pada anak. Kata orang sih begitu.

Tapi psikolog dari Rainbow Castle, Devi Sani, nggak setuju dengan pendapat itu, Bun. Seorang ibu boleh kok marah. Soalnya kalau kita menyimpan kemarahan kita, jadinya nanti malah depresi.

"Ibu juga punya emosi marah. Marah nggak apa-apa ketimbang memendam, nantinya malah depresi. Yang terpenting adalah meregulasi cara marahnya," ujar Devi di sela acara Parenting Club bersama Hijup di Chubb Square, Jl Thamrin, Jakarta, beberapa waktu lalu.




Ya, penting bagi kita untuk meregulasi emosi kita. Kita perlu healing diri sendiri juga, Bun. Saat kita marah pada anak, sampaikan ke anak bahwa kita memang marah atas perilakunya.

"Kita bisa bilang, 'Bunda marah karena kamu begitu. Sekarang bunda lagi nggak bisa ngomong sama kamu', lalu kita tenangkan diri dulu," saran Devi.

Kalau kita sudah sering merasa ingin 'meledak' itu artinya kita perlu waktu untuk diri sendiri alias me time. Me time juga nggak harus ke salon atau spa kok, Bun, dan juga nggak perlu waktu yang lama banget.

Beberapa ibu cukup punya waktu minum kopi sambil baca buku kesukaan selama 10 menit tiap pagi. Ada juga yang me time dengan olahraga tanpa gangguan apapun. Me time ini cukup efektif membuat diri sendiri tetap waras menghadapi berbagai hal.

"Jadi ibu harus bahagia. Kalau kita harus banyak ini itu, jadi stres," lanjut Devi.



Inti seorang ibu, lanjutnya gimana bikin koneksi dengan anak, bukan dengan tahu semua cara parenting. "Yg penting tahu bonding sama anak seperti apa. Kalau koneksi kuat, anak juga akan terbuka sama kita," tutur Devi.

Kalau pagi ini mood Bunda lagi kurang oke, coba ambil napas panjang. Ambil 5-10 menit waktu untuk me time sejenak. Kalau ingin marah, coba lampiaskan energi negatif dengan menulis semua penyebab marah kita di kertas, lalu sobek kecil-kecil dan buang di tempat sampah. Ibaratkan emosi negatif itu sudah pergi bersama perginya kertas itu.

Kalau kita happy bisa lebih happy dalam merawat anak. Ingat, Bun, anak nggak butuh ibu yang sempurna, tapi mereka butuh ibu yang bahagia dan berusaha untuk lebih baik dari hari ke hari. Yuk, jadi orang tua yang seru untuk anak, Bun.

(Nurvita Indarini)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Rekomendasi Madu untuk Bantu Jaga Stamina Saat Puasa

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

20 Ucapan Selamat Mudik Lebaran 2026, Lucu hingga Hangat

Mom's Life Amira Salsabila

ASI Bisa Berubah setelah Ibu Makan Bawang Putih, Ternyata...

Menyusui Indah Ramadhani

Cegah Penularan Campak, Kemenkes Imbau Setop Sentuh-sentuh Bayi Balita saat Lebaran

Parenting Nadhifa Fitrina

Studi Terbaru Ungkap Bahaya Diabetes saat Hamil, Bisa Tingkatkan Risiko Epilepsi pada Anak

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Ciri Orang yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil, Bisa Bikin Stres & Overthinking

20 Ucapan Selamat Mudik Lebaran 2026, Lucu hingga Hangat

5 Rekomendasi Madu untuk Bantu Jaga Stamina Saat Puasa

7 Artis yang Meninggal karena Kanker seperti Vidi Aldiano, Ada yang Baru Melahirkan

Cegah Penularan Campak, Kemenkes Imbau Setop Sentuh-sentuh Bayi Balita saat Lebaran

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK