moms-life

Cerita Marissa Nasution tentang Empeng dan Mom-shaming

Nurvita Indarini Minggu, 24 Jun 2018 17:10 WIB
Cerita Marissa Nasution tentang Empeng dan Mom-shaming
Jakarta - Soal memberikan pacifier atau empeng untuk si bayi, hingga saat ini memang masih pro dan kontra ya, Bun. Tapi baiknya sih, yang pro nggak men-judge yang kontra, begitu juga sebaliknya. Nah, soal empeng, presenter Marissa Nasution punya cerita nih, Bun. Ceritanya itu juga terkait dengan mom-shaming.

"Setelah mem-posting foto Allie dengan empeng yang baru, banyak ibu yang mengirimkan pesan. Beberapa menanyakan mereknya karena mereka secang mencari empeng untuk bayi baru lahir," tulis Marissa di Instagramnya, @lamamatropicana.

Beberapa ibu lainnya menyampaikan pujian tentang betapa imutnya Allie, tapi ada juga yang mengkritik keputusan Marissa dalam memberikan empeng untuk bayinya. Sepertinya kritik disampaikan tidak dengan bahasa santun, lebih ke men-judge atau mem-blame, sehingga Marissa sedih.


"Yuk kesampingkan dulu yay nay question tentang pemberian empeng, tapi mom-shaming dalam budaya kita sangat nggak terkontrol," tuturnya.



Menurut Marissa setiap ibu tahu dan menginginkan yang terbaik buat anaknya. Jadi nggak seharusnya saling mengkritik gaya pengasuhan atau memberi saran yang dirasa nggak dibutuhkan seorang ibu.

"Setiap anak itu beda dan sebelum menghakimi pilihan ibu yang laun, ingatlah bahwa kita tidak tahu cerita mereka. Kita tidak tahu ibu itu atau anaknya, juga nggak tahu tentang hubungan mereka," imbuh Marissa.

[Gambas:Instagram]



Jika itu yang terjadi, menurut Marissa yang terjadi adalah bullying melalui mom-shaming. Untuk kasus dirinya yang memilih memberikan empeng untuk si bayi, Marissa mengaku telah melakukan riset sendiri dan mempercayai instingnya sebagai seorang ibu.

"Meminta pendapat itu normal dan membantu bagi semua ibu, tapi berikanlah saat diminta," pintanya.

Dalam posting-an lainnya, Marissa bilang Allie punya kebiasaan saat menyusu sering tertidur setelah merasa asinya cukup. Alhasil Allie sering mengisap payudara ibunya, meskipun sudah tidak menyusu. Kondisi itu, lanjutnya, disebut comfort sucking.

"Sekarang dia juga mulai gigit nipple aku di saat comfort sucking. Karena itu aku dan suami ambil keputusan untuk memberikan dia pacifier di saat dia comfort sucking untuk menghindari luka pada nipple aku dan kalau itu terjadi aku tidak bisa memberikan Allie ASI," paparnya.



Marissa menambahkan apapun alasannya, seorang ibu yang memberikan empeng pada bayinya pasti adalah opsi terbaik. "Semua relationship unique. Saya hanya ingin share informasi aja apa saya mengalami. Apa yang terjadi dan cocok buat saya belom tentu cocok buat mama lainnya," tutur Marissa.

Terkait pola asuh yang diterapkan orang tua lain, psikolog anak dan keluarga dari Tiga Generasi, Anna Surti Ariani atau Nina, bilang nggak bisa kita hakimi begitu aja. Kenapa? Karena masing-masing orang tua punya gaya tersendiri dan itu hak mereka dalam membesarkan anaknya. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi