psikologi

Pentingnya 'Riset' Sebelum Komentari Pola Asuh Orang Tua Lain

Asri Ediyati Rabu, 14 Mar 2018 - 15.10 WIB
Pentingnya Riset Sebelum Komentari Pola Asuh Orang Tua Lain/ Foto: thinkstock Pentingnya 'Riset' Sebelum Komentari Pola Asuh Orang Tua Lain/ Foto: thinkstock
- Zaman makin maju, makin mudah pula orang menikmati konten yang tersebar di dunia maya. Karena 'maya' alias tak terlihat kadang orang-orang bebas berkomentar kasar pada warganet lain, termasuk seorang ibu. Salah satunya kalau apa yang diunggah si ibu terkait sama pengasuhan anak.

Baru-baru ini, ada cerita dari selebriti Hollywood, Tori Spelling, yang memposting foto anaknya, Beau. Di akun Instagram-nya, Tori mengunggah foto Beau yang baru berusia satu tahun dan makan sushi untuk pertama kalinya.

Ia menulis di caption Instagram-nya, 'Kencan malam makan sushi bersama anak-anak saya. Baby Beau mencoba sushi pertamanya, tamago sushi'. Tak lama postingan tersebut diunggah, banyak yang menghujatnya karena membayangkan anaknya yang berusia satu tahun menelan sesuatu yang mentah dan mengandung parasit.

Pentingnya 'Riset' Sebelum Komentari Pola Asuh Orang Tua LainPentingnya 'Riset' Sebelum Komentari Pola Asuh Orang Tua Lain/ Foto: Instagram @torispelling


Bahkan para 'kritikus' ini juga melontarkan komentar negatif pada para ibu yang nggak keberatan memberi anak mereka yang masih kecil sushi. Tapi rupanya, orang yang mengkritik apa yang dilakukan Tori nggak terlalu tahu sushi, Bun. Mereka nggak mencari tahu dulu apa itu tamago sushi. Seperti kita tahu, tamago sushi adalah sushi yang terdiri dari nasi, nori (rumput laut) dan telur dadar. Karena ini terdiri dari nasi, telur dadar dan nori, tamago sushi bisa jadi makanan yang umum dikonsumsi anak saat usianya satu tahun.



Ya, di umur satu tahun anak kan sudah bisa diberi makanan keluarga alias menu dan teksturnya sama dengan anggota keluarga lain. Nah, belajar dari kasus itu, penting nih bagi kita semua untuk nggak memberikan penilaian yang 'too much' pada sesama ibu. Hal ini karena kita semua nggak merasakan apa yang dialami ibu itu dan perlu diingat, kerentanan masing-masing orang berbeda. Ada yang menanggapi kritik sebatas angin lewat ada juga yang memendamnya di hati hingga dia merasa dikucilkan.

Soal 'hobi' menghakimi pola asuh orang tua lain, menurut psikolog Liane Young ini ada hubungannya sama area di otak yang disebut ventromedial prefrontal cortex yang bertanggungjawab atas aspek emosional dari moral judgmental.

"Kita benar-benar bisa mengalami intuisi mendalam saat menghakimi apa yang dilakukan orang lain. Sehingga, penilaian kita kadang memang kuat sekali. Apalagi soal parenting yang berkaitan erat dengan harga diri entah saat kita mengasuh anak atau kita berpikir tentang pola asuh yang pernah kita dapat," kata Liane.

Soal pola asuh yang diterapkan orang tua lain, psikolog anak dan keluarga dari Tiga Generasi Anna Surti Ariani atau Nina bilang untuk gimana pola asuh si orang tua, nggak bisa kita hakimi begitu aja karena masing-masing orang tua punya gaya tersendiri dan itu hak mereka dalam membesarkan anaknya.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi