mom-life

Aturan Ketat Iis Dahlia Soal Jam Malam dan Jodoh Sang Anak

Yuni Ayu Amida Jumat, 08 Feb 2019 20:36 WIB
Aturan Ketat Iis Dahlia Soal Jam Malam dan Jodoh Sang Anak
Jakarta - Penyanyi Iis Dahlia rupanya punya syarat tertentu untuk calon suami anak perempuannya kelak. Selain itu, ibu dua anak ini juga meminta anaknya menjadi orang yang mandiri, sebelum melangkah ke pelaminan nanti.

"Belom boleh nikah sebelum dia siap. Nah anak gue harus dikasih makan dulu, kasih rumah, kasih mobil, ya dong," kelakar Iis Dahlia, dikutip dari Insertlive.


"Nggak sih bercanda. Lebih kepada gini, aku lihat dulu kematangan dia, karena untuk jadi istri kan nanti, next stepnya akan jadi mama. Salsa belum siap, dia masih anak manja, masih ngapa-ngapain berantakan, yang bersihin pembantu. Aku mau dia mandiri dulu lah, baru mikirin ke situ," sambungnya.


Yang paling penting, bagi Wwnita berkumis tipis ini, anaknya harus menyelesaikan sekolahnya dulu. Karena pendidikan adalah yang paling utama.

Wanita 46 tahun ini mengaku bahwa dia tidak melarang anaknya dekat dengan siapa saja, yang penting lelaki itu baik dan tidak membawa dampak negatif. Ketika ditanya soal apakah anaknya boleh pacaran atau tidak, rupanya Iis Dahlia mengharuskan anaknya pacaran.

"Harus pacaran, udah 21 tahun masa nggak pacaran, alemong anak gue nggak laku," seloroh wanita kelahiran Indramayu ini sambil tertawa.

Ibu dari Devano Danendra dan Juwita Salshadilla ini rupanya tipikal ibu yang cukup protektif. Ia menjadi security bagi anak-anaknya. Hal ini dia lakukan sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai orang tua, demi menjaga buah hatinya.

"Kalau anak-anakku belum pada di rumah, udah jam 12 malam, aku pulang syuting ada yang belum pulang nih, aku tungguin. Security eike mah. Lihatin matanya, dari mana, dan nggak boleh nggak jawab. Paling nggak mereka ngasih tahu keberadaannnya di mana, sama siapa, ngapain. Bukan karena mamanya kepo atau gimana ya, tanggung jawab sebagai orang tua gitu," tegas Iis Dahlia.

Menjadi orang tua protektif itu perlu, asal jangan sampai overprotektif ya, Bun. Terlalu mengekang anak juga tidak baik untuk kesehatan mental anak. Menurut psikolog anak Najeela Shihab, anak bisa kehilangan self regulation kalau terlalu banyak diatur orang tua, sehingga hilang rasa percaya diri.


Psikolog yang akrab disapa Ela ini juga menegaskan bahwa sebelum anak bisa percaya pada dirinya sendiri, orang tua harus percaya terlebih dahulu pada sang anak. Menurut Ela, proses ini tak bisa didapatkan secara instan, diperlukan proses trial and error.

"Susahnya kadang kita perlu bukti. Nah, dalam parenting justru kebalikannya, kita harus percaya dulu sebelum punya bukti. Percayalah pada anak. Misalnya dia bilang mengantuk, berarti ya dia lelah. Dia bilang kenyang, berarti dia sudah cukup makannya," ungkap Ela. (yun)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi