mom-life

Alasan Novita Angie Tak Setuju Anak Terjun ke Dunia Entertainment

Amelia Sewaka Senin, 04 Mar 2019 18:32 WIB
Alasan Novita Angie Tak Setuju Anak Terjun ke Dunia Entertainment
Jakarta - Presenter sekaligus penyiar radio Novita Angie berbagi cerita tentang masa depan dua buah hatinya, Jeremi dan Jemima. Secara jujur, ia katakan kalau dirinya agak berat jika nanti mereka memutuskan ingin terjun ke dunia yang sama dengan dirinya, entertainment.

"To be honest aku enggak terlalu kasih kalau pun anak-anak mau ke dunia entertainment. Boleh, tapi jadikan itu sebagai side job. Misal, Jemima mau jadi dokter, ya aku bilang selesain dulu pendidikan jadi dokternya. Habis itu, kalau mau ke entertainment silakan deh," ungkap ibu dua anak ini, saat ngobrol dengan HaiBunda.


Menurut Novita Angie, dunia entertainment yang kini ia jalani kurang bagus jika menjadi rencana jangka panjang. Seseorang harus punya sesuatu yang lebih, jika ingin bertahan di industri ini. Belum lagi bermunculan talent baru tiap tahunnya.


"Misal nih, Dian Sastro dia aktris tapi punya modal degree juga, kan mantap. Karena industri ini tuh enggak long lasting," tutur wanita yang akrab disapa Angie ini.

Novita Angie bersyukur Jemima memang kurang tertarik untuk mengikuti langkah sang ibu dan berkeinginan menjadi dokter. Dikatakan Angie, ia dan sang suami akan melakukan apa saja, bahkan menyekolahkan anaknya di mana saja asal anak-anaknya serius dengan cita-citanya.

"Aku bilang, kalau mau dokter setidaknya ambil universitas seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada atau kuliah di luar negeri juga boleh. Ya, dia sih ingin kuliah di luar negeri tapi tetap aku jelasin konsekuensi kuliah jauh dari orang tua," tambah Novita Angie.

Bicara soal cita-cita anak, Bunda dan Ayah pernah enggak bertanya ke anak apa cita-cita mereka? Soalnya, melontarkan pertanyaan ini ke si kecil penting lho, Bun.

"Bicara dengan anak-anak tentang apa cita-cita mereka, kelak mereka ingin jadi apa saat besar, nggak cuma perlu, tapi penting. Dengan begini, kita bisa membantu anak mempersiapkan mereka untuk kehidupan ke depannya," kata psikolog perilaku dan kognitif Shane Owens.

Dengan anak tahu cita-citanya atau akan jadi apa mereka kelak, setidaknya orang tua udah mengajarkan anak-anak bahwa mereka tinggal di masyarakat yang punya standar dan aturan. Sehingga, untuk mencapai cita-cita anak nggak bisa seenaknya saja karena ada aturan dan norma yang mesti diperhatikan.


Saat membicarakan cita-cita anak, Shane mengingatkan jangan jadi helicopter parents ya, Bun. Artinya, bukan berarti mengulik apa cita-cita anak tujuannya adalah menyetir anak untuk punya cita-cita sesuai kemauan kita. Jangan pula terlalu membebaskan anak alias masa bodo mereka mau punya cita-cita apa, Bun.

(aml)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi