moms-life

Pertanyaan Mengiris Hati Anak Herman 'Seventeen' soal Mendiang Ayah

Maya Sofia Jumat, 08 Mar 2019 10:02 WIB
Pertanyaan Mengiris Hati Anak Herman 'Seventeen' soal Mendiang Ayah
Jakarta - "Mama,kenapa cuma om Ifan yang ada, papa dan om lain kenapa enggak ada? Karena om Ifan Superman?" Kalimat polos ini terlontar dari mulut seorang anak berusia lima tahun, Hisyam Quraisy Herman, putra bungsu almarhum gitaris Seventeen, Herman Sikumbang.

Bunda, pasti sebelumnya pernah mendengar kabar bahwa Herman merupakan salah seorang korban jiwa bencana tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018. Herman meninggalkan seorang istri bernama Juliana Moechtar dan dua anak laki-laki, Hafuza Dhamiri Herman (6) serta Hisyam Quraisy Herman (5).


Hati istri mana yang tak pedih mengetahui sang suami pergi untuk selama-lamanya. Itulah yang masih dirasakan Juliana meski sudah dua bulan berlalu sejak sang suami menghadap Sang Khalik.


Saat diwawancara HaiBunda mengenai kenangan bersama sang suami, mata Juliana tampak berkaca-kaca. Ia berusaha menahan diri agar air matanya tak tumpah.

Sesekali, finalis Puteri Indonesia 2010 ini tersenyum ketika berbicara tentang tingkah polos buah hatinya, terutama si bungsu Hisyam. Bocah inilah yang melontarkan pertanyaan kenapa sang ayah tidak selamat, sementara vokalis Seventeen, Ifan, lolos dari maut.

"'Om Ifan berdiri mama. Mungkin dia terbang mama.' Imajinasi anak-anak ini macam-macam tentang Ifan," ujar Juliana yang mengatakan bahwa sang putra sangat mengidolakan Ifan.

Mendengar penuturan Hisyam, Juliana pun menjelaskan bahwa Ifan selamat karena belum ajalnya.

"Kalau sudah ajalnya pasti dipanggil Allah SWT ke surga. Sudah dijelaskan, pasti mengerti," tutur perempuan kelahiran Aceh ini.

Kerja keras demi anak

Juliana Moechtar bersama kedua anaknya.Juliana Moechtar bersama kedua anaknya. Foto: Didik Dwi Haryanto/20detik


Juliana mengungkapkan, semasa hidupnya, almarhum Herman sangat mementingkan pendidikan anak. Bahkan sebelum meninggal, Herman sempat berpesan kepada sang istri agar anak pertama mereka, Hafuza, disekolahkan di sebuah sekolah Islam di Cibibur.

"'Bun, itu ada uang untuk Fuza sekolah. Nanti tunggu pulang, kita lunasi semua.' Pada saat dia pergi, dia ngomong soal sekolah Fuza," ungkapnya.

Menurut Juliana, uang sekolah sang putra tercinta sudah dilunasi usai ia pulang dari Tidore, kampung halaman sang suami. "Saya tinggal bayar. Sekarang tinggal berpikir mendapatkan uang per bulan ini. Kerja keras harus buat anak-anak," ucap artis berusia 29 ini.

Dua bulan pasca kepergian sang suami, tak pernah terbesit sama sekali dalam pikiran Juliana mencari pendamping lagi saat ini. Baginya, yang terpenting adalah mencari rezeki untuk anak-anaknya.

"Sekolah buat anak-anak karena hidup di Jakarta ini biaya besar," katanya.


Ya, Juliana saat ini harus menanggung biaya hidup kedua anaknya seorang diri. Seperti Juliana, hal sama dirasakan istri almarhum anggota band Seventeen lainnya yang turut menjadi korban jiwa bencana tsunami Selat Sunda.

Juliana bercerita bahwa istri dari almarhum Andi, drummer Seventeen, Dewi, pada akhirnya akan pindah dari Jakarta ke Yogyakarta bersama tiga anaknya.

"Sekarang yang terpikirkan bukan mencari pendamping, tetapi bertahan hidup. Bagaimana mencari rezeki buat anak-anak sekolah, pekerjaan lancar," ucap Juliana.

Tetap semangat ya Bunda Juliana. ibu yang tegar dan hebat bagi kedua putranya.

[Gambas:Video 20detik]

(som/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi