mom-life

Air Mata Bahagia Tsania Marwa Bertemu Anak Setelah 2 Tahun Terpisah

Yuni Ayu Amida Kamis, 14 Mar 2019 11:06 WIB
Air Mata Bahagia Tsania Marwa Bertemu Anak Setelah 2 Tahun Terpisah
Jakarta - Artis Tsania Marwa mengungkapkan kebahagiaan usai bertemu kembali dengan anaknya, Syarif Muhammad Fajri (6), setelah dua tahun terpisah. Ia pun menyebut pertemuannya seperti mukjizat yang tidak direncanakan karena akhirnya, dia tahu di mana anaknya sekolah.

"Akhirnya, saya ketemu sama anak saya lagi," ujar Tsania Marwa, seraya meneteskan air mata, dikutip dari InsertLive.

Mantan istri Atalarik Syah ini lalu bercerita, pertemuan terakhirnya dengan sang anak di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jakarta, pada Agustus 2017. Itu sebabnya, dia sangat bersyukur bisa kembali melihat putranya di sekolah. Dia pun mengaku mendapat sambutan baik dari pihak sekolah.


"Kebetulan lokasi sekolah Syarif itu dekat dari sini, saya iseng aja datang ke sekolahnya, ini baru datang, saya coba datang dan Alhamdulillah saya disambut baik oleh guru di sana," ujar wanita 27 tahun ini.


Ia mengakui, baik dirinya dan sang anak sama-sama berada di fase shock saat bertemu. Responsnya lebih kepada perasaan mimpi atau nyata. Namun yang pasti, pertemuan tersebut membuat semangatnya yang semula drop kini bangkit lagi.

"Dia enggak banyak ngomong, saya juga sibuk peluk dan cium aja. Yang penting dia masih panggil saya Umi, itu buat saya udah melegakan banget, dan saya tanya masih sayang enggak sama Umi, dia bilang masih sayang," tutur ibu dua anak ini, sambil berurai air mata.

"Terus saya tanya kabar adiknya, dia bilang sekarang adiknya bawel, karena belum mengalami masa-masa saat Bira itu bisa ngomong banyak," lanjutnya.


Bisa bertemu kembali dengan anak setelah lama terpisah pastinya momen haru sekaligus membahagiakan, Bun. Karena sejatinya, orang tua dan anak itu memiliki ikatan yang kuat, bahkan sejak anak dalam kandungan.

Melansir Fox News, sebuah studi yang dilakukan peneliti dari University of Waterloo, Kanada, menyebutkan bahwa bonding atau ikatan antara orang tua dengan anaknya sejak bayi memiliki dampak besar bagi kesehatan mental anak saat remaja.

Selain itu, anak-anak yang tidak memiliki ikatan baik dengan orang tuanya sejak kecil, mengarah pada risiko kecemasan berlebihan saat remaja. Hubungan ini terutama dialami anak laki-laki.

"Orang tua yang membentuk ikatan dengan anak-anaknya, terutama dengan perhatian, dapat menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam perkembangan anak mereka kelak," ujar salah satu peneliti yang terlibat, Heather Henderson, Ph.D., seperti dilansir detikcom dari Psych Central.

Bunda, simak curahan hati Tsania Marwa selengkapnya dalam video berikut:

[Gambas:Video 20detik]

(yun/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi