moms-life

Putri Ayuningtyas, Ibu Perhatian yang Jadi Moderator Debat Cawapres

Annisa Karnesyia Minggu, 17 Mar 2019 14:30 WIB
1. Sosok sebagai ibu dan istri di keluarga
Sosok sebagai ibu dan istri di keluarga

Sibuk di dunia jurnalistik, Putri sebenarnya adalah sosok ibu dan istri yang sayang banget sama keluarga lho, Bun. Dari beberapa unggahan foto Instagram miliknya, Putri sering membagikan foto lucu dan imut putra semata wayangnya, Sandro yang sekarang berusia dua tahun.

[Gambas:Instagram]

Meski sibuk bekerja, Putri selalu berkomunikasi dengan Sandro agar dia mengerti tentang pekerjaan ibunya. Selain itu, dukungan dari keluarga besar jadi hal yang disyukuri Putri.

"Saya selalu afirmasi, intinya memberi tahu dia (Sandro), sekalipun dia merespons atau tidak, saya selalu bilang 'Sandro, mama pergi ya, mama pergi bukan ninggalin Sandro tapi mama kerja ya'. Biasanya dia merespons dengan anggukan," kata Putri.

"Kebetulan suami saya juga kerja di luar kota. Ini jadi tantangan banget buat kami karena bagaimanapun anak enggak boleh merasa sendirian. Bersyukur saya dikelilingi dengan support system yang solid. Ada mertua, ipar, dan tim suster yang sangat membantu," sambungnya.

Cara menyeimbangkan kehidupan keluarga dengan pekerjaan bagi Putri adalah sebuah keharusan. Bila sedang bekerja di kantor, biasanya Putri akan berkomunikasi dan memastikan keadaan Sandro melalui video call atau menelepon langsung. Bila sudah di rumah, fokusnya hanya mengurus anak dan keluarga.

Putri lebih sering menghabiskan sebagian besar waktu bersama keluarga kecilnya itu di akhir pekan. Tidak pernah Putri dan suami merencanakan perjalanan atau waktu khusus untuk liburan. Mengajak Sandro bermain di taman dekat rumah dan mengantarnya ke sekolah saja sudah cukup jadi quality time, Bun, bagi keluarga Putri.

Dalam hal mengurus anak, wanita berusia 35 tahun ini menceritakan perkembangan Sandro yang sekarang sedang belajar toilet training. Baginya, membesarkan anak laki-laki sedikit butuh tenaga ekstra, Bun.

"Mungkin karena saya perempuan, jadi membesarkan anak laki-laki itu beda terutama cara komunikasinya. Misalnya dia suka permainan fisik, mau enggak mau saya harus jadi kuat juga. Apalagi Sandro itu anak yang aktif," kata Putri.

Untuk itu, Putri menyarankan agar ibu bekerja yang memiliki anak harus punya sifat 'waras'. Artinya, hati dan pikiran harus waras dan jangan berusaha untuk menyenangkan semua pihak. Lalu, support system juga dibutuhkan terutama dari keluarga dekat.

"Yang paling penting adalah anak harus disiapkan. Jadi sampaikan sedini mungkin bahwa orang tua mereka bekerja, jadi mungkin tidak bisa sering-sering bareng. Mungkin mereka tidak mengerti dan menangis, tapi di dalam hati pasti mengerti," lanjut Putri.

Berbicara tentang ibu bekerja yang harus membagi waktu dengan keluarga, Jane Greer, Ph.D, terapis pernikahan dan keluarga mengatakan, tidak ada solusi untuk semua wanita bekerja. Masing-masing wanita pastinya punya caranya sendiri untuk menyeimbangkannya.

"Yang perlu ibu bekerja pahami adalah tidak perlu menghabiskan waktu sepanjang hari dengan anak, tapi yang penting adalah kualitas waktu bersama anak, bukan kuantitas," kata Greer, dilansir Psychology Today.

Greer menambahkan, lebih baik punya waktu berkualitas bersama anak-anak meskipun hanya satu atau dua jam sebelum berangkat bekerja, dibanding bersama anak sepanjang hari tapi tidak fokus pada mereka. Cara paling mudah, Bunda bisa luangkan waktu sepulang kerja untuk membacakan dongeng atau menyiapkan sarapan sebelum bekerja.

[Gambas:Video 20detik]

Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi