mom-life

Memahami Makna Sakralnya Pernikahan di Balik Sunda Siger Syahrini

Ratih Wulan Pinandu Jumat, 22 Mar 2019 15:00 WIB
Memahami Makna Sakralnya Pernikahan di Balik Sunda Siger Syahrini
Jakarta - Syahrini tampak cantik memukau di hari pernikahannya pada 27 Februari 2018. Di balik penampilannya yang paripurna, tak lepas dari tangan dingin desainer aksesoris, Rinaldy Yunardi.

Ya, Rinaldy merupakan sahabat yang ikut andil membuat Sunda siger dan tiara pernikahan untuk Syahrini. Melalui wawancara eksklusif dengan InsertLive, Rinaldy menceritakan jika Syahrini ingin konsep lebih sederhana di hari spesialnya itu, Bun.

Berbeda dari penampilan Syahrini di atas panggung, penyanyi asal Bogor itu justru menginginkan penampilan flawless. Sederhana dan jauh dari keglamoran. Termasuk dalam memilih crown pernikahan.


"Ada tusuk konde dan sirkam, menggabungkan dua budaya Sunda dan Jepang. Tapi, lebih kental di Jepangnya. Akad nikah lebih kental Sunda, enggak ada Jepangnya. Jepang (saat) di tunangan."

"Dia tekankan tidak ingin berukuran terlalu besar dan glamor. Dia ingin yang simpel. Kalau pernikahan tidak akan terulang ya, beda kalau konser bisa diulang lagi. Itu tidak ternilai karena saya buatkan tiara untuk Syahrini dengan kasih sayang. Saya enggak akan pernah menilai harganya. Saya akan menyimpan sejarah untuk saya, khusus, masterpiece juga, ungkap Rinaldy.

Memahami Makna Kesakralan Pernikahan di Balik Sunda siger SyahriniPernikahan Syahrini/ Foto: dok. Instagram (@aldiphoto)
Sudah menjadi tekad Rinaldy untuk mewujudkan mimpi sang sahabat di hari pernikahannya. Diakui Rinaldy, jika sudah sejak lama Syahrini menginginkan konsep pernikahan kental dengan adat Sunda, Bun. Sehingga tak susah baginya untuk menciptakan headpieces bernuansa Sunda yang menarik.

Melengkapi busana pengantin besutan desainer Eddy Betty, Sunda siger nampak apik dikenakan istri Reino Barack tersebut. Berhias taburan diamond zircon, Sunda siger tersebut terlihat mewah dan elegan.

"Akad nikahnya siger yang ada pesannya. Dia pingin sesuatu yang beda, tidak glamor, simpel, dan sakral. Malamnya (pakai) tiara, biasanya dia mau yang super besar. Tapi, ini dia mau yang kecil dengan makna besar. Mendesain crown tiga susun seperti bando dari batu merah ruby, savana biru dan emerald. Ada zircon warna putih," tuutr Rinaldy melanjutkan.

Seperti Syharini yang mewujudkan mimpinya, para pengantin pasti ingin tampil spesial di hari bahagianya. Termasuk dengan konsep gaun dan aksesoris pernikahan yang akan dikenakan. Melansir berbagai sumber, pengantin yang mengenakan Sunda siger diharapkan dapat meletakkan kearifan, kehormatan, dan sikap bijaksana sebagai hal yang harus dapat dijunjung tinggi.

Pada adat Sunda, pemakaian siger akan ditambah dengan hiasan kembang tanjung, kembang goyang, dan ronce melati. Hiasan dengan pola kembang tanjung merupakan lambang kesetiaan dan kasih sayang kepada pasangan. Sedangkan tujuh kembang goyang merupakan simbol kecantikan wanita dilihat dari depan maupun belakang.


Terakhir, bunga melati juga dimaknai sebagai kesucian dan kemurnian para pengantin Sunda, Bunda. Wah, mengandung filosofi tinggi ya pemakaian Sunda siger. Pantas kalau Syahrini ingin konsep yang sederhana namun elegan.

Bunda, simak yuk penuturan Rinaldy Yunardi saat mendesain aksesoris pernikahan untuk Syahrini di bawah ini.

[Gambas:Video 20detik]

(rap/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi