HaiBunda

MOM'S LIFE

Prinsip Fery Farhati Membangun Keharmonisan dalam Keluarga

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Sabtu, 20 Apr 2019 13:00 WIB
Prinsip Fery Farhati Membangun Keharmonisan dalam Keluarga/ Foto: Istimewa
Jakarta - Kita tahu, keluarga merupakan unit terkecil dari tatanan masyarakat. Menurut data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, keharmonisan keluarga menempati 80,05 persen. Angka tersebut tertinggi jika dibandingkan 19 indikator penyusun indeks kebahagiaan lainnya.

Artinya, keluarga punya peranan penting dalam kehidupan dan pembangunan sumber daya manusia. Istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pentingnya membangun visi keluarga.

"Tidak hanya didasari oleh kecenderungan perasaan terhadap pasangan, membangun keluarga juga perlu persiapan yang matang. Banyak aspek yang harus dipertimbangkan agar kelak keluarga kita memiliki lingkungan yang baik untuk tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat," kata Fery Farhati di acara Bincang Komunitas Rumah Pencerah (KRP) 'Merancang Keluarga Masa Depan', Jakarta Pusat, dikutip dari siaran pers KRP yang diterima HaiBunda.



Fery melanjutkan, prinsip yang selalu ia pegang di dalam keluarga ada tiga yakni intellectual grow, financially sound, dan socially impactful. Seorang ibu dalam rumah tangga adalah penggerak dan harus memiliki dampak untuk lingkungan.

Foto: Istimewa
"Interaksi positif yang kita bangun dengan lingkungan sekitar akan membuat keluarga kita menjadi lebih luwes, mudah beradaptasi, dan memiliki ketahanan yang baik ketika dihadapkan pada masalah," lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, ilustrator, blogger, dan penulis, Puty Karina Puar membagikan kiatnya menjaga keseimbangan peran bagi ibu yang bekerja dari rumah. Bagi Puty, penting sekali untuk berpikir ke depan dan memiliki visi yang disepakati keluarga. Hal tersebut menjadi dasar ibu dalam membagi waktu, fokus, dan energi.


"Keseimbangan bukan dilihat berdasarkan hitungan jam kita bekerja dan hitungan jam saat mengurusi keluarga, seperti hal ini adalah sebuah hal yang statis dan ada formulanya. Lebih dari itu, yang terjadi sebenarnya adalah kesimbangan tersebut merupakan sesuatu hal yang dinamis, karena bukan hanya diukur dari waktu tetapi bagaimana kita bisa membagi fokus, energi, dan atensi kepada apa yang ingin kita curahkan," sambung Puty.

Jadi, untuk mewujudkan keluarga yang harmonis, selain membangun interaksi positif keluarga dengan lingkungan sekitar. Peran anggota keluarga pun harus seimbang, terutama Bunda yang menjadi penggerak dalam keluarga.

[Gambas:Video 20detik]

(aci/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

11 Tanda Anak Tumbuh Egois saat Dewasa Menurut Studi Psikologi

Parenting Nadhifa Fitrina

10 Manfaat Ibu Hamil Banyak Tertawa untuk Kesehatan Janin, Ini yang Dirasakan Bayi di Kandungan

Kehamilan Indah Ramadhani

Ciri-ciri Orang Kurang Empati, Sering Ucapkan 11 Kalimat Menurut Studi Psikolog

Mom's Life Natasha Ardiah

Ketahui Karakter Anak Berzodiak Aquarius

Parenting Kinan

Alyssa Daguise Wujudkan Ngidam Unik Bertemu Briella 'Bayi Samson', Simak Kisahnya

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sayur Asem Cocok Dimakan dengan Lauk Apa? Ini 10 Resep Terbaiknya

11 Tanda Anak Tumbuh Egois saat Dewasa Menurut Studi Psikologi

10 Manfaat Ibu Hamil Banyak Tertawa untuk Kesehatan Janin, Ini yang Dirasakan Bayi di Kandungan

Draco Malfoy Mendadak Jadi Ikon Imlek di China, Ternyata Ini Makna di Baliknya

Ketahui Karakter Anak Berzodiak Aquarius

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK