mom-life

Pengalaman Raisa Jalani Ramadhan Pertama Sebagai Seorang Ibu

Annisa Karnesyia Sabtu, 18 May 2019 02:57 WIB
Pengalaman Raisa Jalani Ramadhan Pertama Sebagai Seorang Ibu
Jakarta - Menjadi ibu membuat penyanyi Raisa merasa sangat bahagia. Apalagi, Ramadhan kali ini menjadi pengalaman pertama istri Hamish Daud tersebut mengasuh sang putri, Zalina Raine Wyllie.

"Perasaan bahagianya ya bahagia banget, karena ini sesuatu yang belum dirasakan sebelumnya," kata Raisa, dikutip dari detikcom.


Bulan Ramadhan pastinya banyak hal baru yang akan dialami Raisa. Bagi wanita 28 tahun ini, Ramadhan menjadi waktu yang tepat baginya untuk banyak belajar.


"Jadi aku orangnya senang belajar. Jadi aku anggap ini seperti belajar, sesuatu yang baru. Terus ada aja, yang kemarin enggak bisa, hari ini bisa" ujar Raisa.

Sejak menjadi ibu, Raisa juga mengaku bangga dengan dirinya sendiri, Bun. Pelantun lagu Mantan Terindah ini kagum dengan sosok seorang perempuan yang mampu melahirkan dan mengasuh anaknya.

"Aku juga ngerasa sebagai seorang perempuan, ini buat bangga diri sendiri saja. Ternyata bisa ya perempuan sekuat ini, sehebat ini, untuk dititipkan satu manusia lagi dalam hidupnya," papar Raisa.

Raisa bersama suami dan anaknya/Raisa bersama suami dan anaknya/ Foto: Instagram Hamish Daud

Menjadi ibu memang sebuah anugerah ya, Bun. Banyak perubahan yang terjadi dalam hidup seorang wanita setelah memiliki anak.

Daniel Stern, psikiater dan penulis buku The Birth of a Mother mengatakan, menjadi seorang ibu merupakan perubahan identitas wanita pertama kalinya dalam hidup, baik secara fisik maupun psikologis. Lingkungan sekitar juga bisa memengaruhi seorang ibu dalam mengasuh anaknya.

"Bagi seorang wanita yang pertama kali hamil, melahirkan, dan menjadi ibu, perubahan hormon yang terjadi dan lingkungan sekitar dapat memengaruhi psikologi dan cara asuh ibu baru pada anak," ujar Stern, dikutip dari The New York Times.


Meskipun bahagia, pastinya banyak tantangan baru yang dialami seorang ibu baru. Salah satunya membuat pilihan untuk anak. Menurut Stern, tantangan ini berbeda-beda pada setiap ibu.

Seringkali, tantangan inilah yang akhirnya membuat ibu baru selalu mendahulukan kebutuhan anak dibanding diri sendiri. Akhirnya, ibu memiliki ekspektasi di atas standar dan menyusahkan diri sendiri.

"Meskipun menjadi ibu baru banyak tantangan, jangan pernah membuat pilihan yang tidak realistis dan susah dicapai. Jangan juga membandingkan diri sendiri dengan ibu lain. Jadilah diri sendiri dan minta bantuan orang terdekat jika memang dibutuhkan," tutup Stern.

[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi