mom-life

Curhat Tarra Budiman: Berat Melewatkan Tumbuh Kembang Anak

Yuni Ayu Amida Rabu, 29 May 2019 03:08 WIB
Curhat Tarra Budiman: Berat Melewatkan Tumbuh Kembang Anak
Jakarta - ArtisĀ Tarra Budiman kini sudah jadi ayah. Pastinya ada perubahan yang dialami dalam hidupnya, terutama soal bagi waktu seperti di bulan Ramadhan kali ini.

Diakui suami Gya Sadiqah ini, selama bulan Ramadhan, dia sibuk dengan jadwal syuting yang padat. Hal tersebut membuatnya sulit pulang dan berkumpul dengan istri serta anaknya.

"Sempat di minggu pertama, empat hari enggak pulang karena memang ada pekerjaan yang harus dilanjutkan, dari sahur lanjut lagi," ujar Tarra, dikutip dari InsertLive.



Ia sangat beruntung, sang istri selalu mendukung penuh pekerjaan yang dilakoninya. Tentunya, pria 32 tahun ini merasa lega.

"Alhamdulillah istri enggak protes. Dia akan lebih protes kalau gue enggak ada kerjaan," tutur pria kelahiran Denpasar ini.

Meski demikian, kadang Tarra merasa berat hati meninggalkan istri dan anaknya terlalu lama. Apalagi sang putri, Kalea Jada Agyra, sedang dalam masa tumbuh kembang yang tak ingin Tarra lewatkan.

"Beratlah, apalagi kemarin sempat hampir terlewatkan masa-masa dia mau merangkak. Tapi udah ada teknologi, jadi udah bisa video, atau video call," ungkapnya.

Curhat Tarra Budiman: Berat Melewatkan Tumbuh Kembang AnakFoto: instagram

Nah, soal bagi waktu antara pekerjaan dan anak, disarankan psikolog Mira Amir, ayah mesti pandai membagi waktu dan tetap memprioritaskan keluarga ketimbang pekerjaan.

Selain itu, ayah harus berpikiran terbuka bahwa anak merupakan tanggung jawab bersama. Jadi, saat nilai tersebut ditanamkan, ayah harus punya keinginan kuat serta ketegasan.

"Harus ada keinginan kuat dan ketegasan. Ingat, anak itu bukan efek samping, tapi memang berada di tengah-tengah kita, jadi harus diprioritaskan. Misalnya, untuk mengambil rapor, maka ayah harus berani ambil cuti sehari atau setengah hari," ucap Mira, dikutip dari CNN Indonesia.

Mira lalu mengingatkan agar ayah tidak fokus pada kerja keras tapi kerja pintar. Maksudnya, kerja pintar adalah ayah mesti fokus di tempat kerja, memanfaatkan waktu dengan produktif dan efisien agar kerja selesai tepat waktu, sehingga dia bisa pulang cepat ke rumah dan bisa bermain dengan anak.


Selain itu, dengan ayah pulang cepat, ayah tidak akan mengganggu waktu tidur anak. Karena, kata Mira, untuk anak yang masih dalam masa pertumbuhan, jika waktu tidurnya terganggu, maka perkembangan otaknya ikut terganggu pula.

"Bukan lagi work hard, tapi work smart. Sehingga waktu pulang, ya pulang. Di rumah juga jangan gadget terus, tapi quality time dengan anak," tegas Mira.

[Gambas:Video 20detik]

(yun/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi