moms-life

Bunda Perlu Tahu: Fakta Infeksi HIV Tingkatkan Risiko Kanker

Muhayati Faridatun Minggu, 08 Sep 2019 19:00 WIB
Bunda Perlu Tahu: Fakta Infeksi HIV Tingkatkan Risiko Kanker
Jakarta - Bunda mungkin sudah mendengar, bos salon 'gangbang' di Garut, Jawa Barat, meninggal dunia usai terkena infeksi HIV (human immunodeficiency virus). Perlu Bunda ketahui juga, HIV ternyata bisa meningkatkan risiko kanker.

Melansir dari Mayo Clinic, HIV merusak sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga mengganggu kemampuan tubuh melawan organisme penyebab penyakit. Orang yang terinfeksi HIV hingga kondisinya kronis disebut pengidap AIDS (acquired immunodeficiency syndrome).


HIV, yang termasuk infeksi menular seksual (IMS), bisa menyebar lewat kontak dengan darah yang terinfeksi, atau dari ibu ke anak saat kehamilan, persalinan, atau menyusui. Virus ditularkan melalui cairan tubuh yang meliputi darah, air mani, cairan vagina dan dubur, serta ASI.


Tanpa diobati, butuh waktu bertahun-tahun sebelum HIV benar-benar melemahkan sistem kekebalan tubuh. Dikutip dari Health Line, HIV yang tidak diobati menginfeksi dan membunuh sel CD4, yang merupakan jenis sel kekebalan atau disebut sel T.

Seiring waktu berjalan, karena HIV membunuh lebih banyak sel CD4, tubuh lebih rentan terserang berbagai jenis infeksi, bahkan kanker. Penelitian menunjukkan, bagaimana gelembung antar sel kecil dapat memainkan peran besar dalam mengubah pertumbuhan dan penyebaran kanker pada orang terinfeksi HIV.

Bunda Wajib Tahu: Fakta Infeksi HIV Tingkatkan Risiko KankerIlustrasi tes HIV/ Foto: iStock
"Sel-sel tersebut melepaskan eksosom ke dalam aliran darah, pikirkan nanopartikel kecil yang tidak menyebabkan kanker, tapi mereka mendukungnya," ungkap Ge Jin, Ph.D., profesor ilmu biologi di School of Dental Medicine.

Para peneliti, bersama Fakultas Kedokteran Gigi Case Western Reserve University, meneliti 18 orang positif HIV dengan kanker kepala dan leher. Mereka menemukan, eksosom atau nanocarrier yang mentransfer DNA, RNA, dan protein ke sel, juga mempromosikan sel kanker.

Ge Jin, selaku penulis dan peneliti utama, lantas memastikan hasil penelitian ini menunjukkan mengapa kanker tumbuh lebih cepat dan lebih agresif dalam tubuh yang terinfeksi HIV.

Namun, dia mengakui, para peneliti belum bisa memahami bagaimana cara eksosom tersebut bisa membantu pertumbuhan sel kanker. Bagaimana pun juga, Bunda dan keluarga harus tetap waspada ya.



(muf/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi