sign up SIGN UP search


moms-life

Ayat Alquran Ini Sumber Keberanian Tak Terbatas Novel Baswedan

Radian Nyi Sukmasari Jumat, 27 Sep 2019 14:40 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan dikenal sebagai sosok pemberani. Teror terkait kasus korupsi yang dibongkarnya dihadapi Novel tanpa takut sedikit pun. caption
Jakarta - Berbagai kasus korupsi dibongkar penyidik KPK Novel Baswedan. Beragam teror pun mengancamnya sampai yang terakhir, yang paling kejam, ketika wajah Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal. Meski penglihatannya kini berkurang, Novel tak takut sedikit pun. Keberaniannya seakan malah makin membara.

Banyak media bertanya mengapa Novel begitu berani dan apakah tidak lebih baik jika dia berhenti jadi penyidik KPK atau beralih profesi. Novel selalu menjawab pekerjaan apapun selalu ada risikonya. Menurut Novel, teror-teror yang menyerangnya adalah risiko yang harus dia hadapi sebagai penyidik KPK, sebagai petugas pemberantas korupsi.

Namun, pernyataan berbeda disampaikan sang kakak, Taufik Baswedan. Dia bilang, keberanian sang adik karena keyakinan dan keimanannya pada firman Allah dalam kitab suci Alquran. Dikatakan Taufik, Novel sering membaca surat Al-Baqarah ayat 150.


Ayat tersebut berbunyi,"Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku saja. Agar aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk."

Jadi, menurut Taufik, keberanian Novel karena dia yakin mendapat nikmat yang banyak. Kedua, umur sudah ditetapkan Tuhan. Takut tidak akan mengurangi umur. Menambah juga tidak. Jadi, dia lebih memilih berani dalam menjalani hidup termasuk melaksanakan tugas-tugas pekerjaannya," kata Taufik dalam buku Biarlah Malaikat yang Menjaga Saya yang ditulis Zaenuddin HM.

Ini senada dengan pernyataan Novel saat diwawancarai salah satu media. Kata istri Rina Emilda ini, berani itu tidak mengurangi umur, takut juga tidak menambah umur. Jadi, kita tidak boleh menyerah. Jangan memilih takut, karena Anda akan menjadi orang yang tidak berguna.

Novel menekankan pada dasarnya dirinya memahami bahwa semua kejadian adalah takdir Allah. Siapa pun orangnya, sekuat apa pun dia, dia tak bisa berbuat apa-apa kecuali oleh izin Allah.

"Di situ saya sama sekali tidak takut. Yang saya takutkan, kalau aparatur yang berkewajiban (mengungkap pelaku) tidak dipercaya lagi. Itu yang jadi problem dan negara akan dipandang gagal melindungi aparatnya," kata Novel.

Novel BaswedanNovel Baswedan/ Foto: Ari Saputra
Setelah mendapat teror keji pun Novel menyatakan ia Insya Allah tidak takut. Ayah empat anak ini bilang logikanya, berbuat jahat saja orang berani. Masak kita yang berbuat baik malah enggak berani. Bagi Novel, segala sesuatu terjadi karena kehendak Allah. Hal itulah yang membuat Novel yakin dirinya harus berani.

Keberanian Novel juga ia terapkan dalam menjalani kesehariannya. Novel menolak dikawal. Padahal, sebagai penyidik KPK dia berhak mendapat pengawalan baik saat bertugas, apalagi saat membongkar kasus besar. Alasan Novel menolak pengawalan adalah dia tahu seperti apa pun ancamannya, yang terjadi hanya atas kehendak Allah.



"Jadi itu membuat saya enggak perlu takut terhadap orang-orang yang mengancam itu. Penyiraman (air keras) ini juga sama sekali tidak membuat saya surut atau takut. Kalau saya takut, banditnya jadi berani, nanti terbalik," tutur Novel.

"Seharusnya, banditnya yang takut. Allah sudah atur semua. Sehebat-hebatnya mereka yang punya pasukan, punya kekuatan, punya apa pun, mereka adalah orang-orang lemah. Jadi, tidak akan membuat saya jadi takut," papar Novel.

Bunda, simak tips cegah anak fobia di video berikut:

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi