moms-life

Cara Bedakan Es Batu Air Mentah dan Air Matang, Ternyata Gampang

Yuni Ayu Amida Jumat, 11 Oct 2019 11:40 WIB
Cara Bedakan Es Batu Air Mentah dan Air Matang, Ternyata Gampang Cara Bedakan Es Batu Air Mentah dan Air Matang, Ternyata Gampang /Foto: Getty Images
Jakarta - Ketika air sudah menjadi es batu, kita tetap bisa mengetahui es batu tersebut terbuat dari air matang ataupun mentah. Caranya sederhana lho, Bunda. Yakni dengan melihat perbedaan warnanya.

Dalam acara Dr.Oz Indonesia di Trans TV, dijelaskan dr.Boy Abidin, Sp.OG(K), es batu yang terbuat dari air matang akan terlihat bening jika dimasukkan ke dalam air. Sedangkan es batu yang terbuat dari air mentah akan terlihat keruh saat dimasukkan ke dalam air.

Hal ini karena air dapat mengikat molekul udara. Ketika air dipanaskan atau melalui proses perebusan, molekul udara tersebut akan keluar.


"Jadi kalau direbus, dibikin matang, udaranya menguap, dia keluar, sehingga pada saat proses pembekuan terlihat bening," jelas Boy.

Sedangkan pada air mentah, molekul udaranya tetap terperangkap dalam air. Jadi ketika dibekukan, warnanya akan terlihat putih.

Di samping itu, tentunya mengonsumsi es batu dengan air mentah ada bahayanya, Bunda. Dijelaskan Direktur Standarisasi Produk Pangan BPOM, Teti Sihombing, bahaya mengonsumsi es batu yang dibuat dari air mentah yang tidak layak sama dengan meminum air tidak matang. Faktanya, di dalam air tersebut mengandung banyak kuman penyakit.

Cara Bedakan Es Batu Air Mentah dan Air Matang, Ternyata GampangFoto: Istock


Tak hanya itu, biasanya es batu yang dijual bebas di pasaran, bukan hanya tidak matang, tapi juga penyimpanannya tidak bersih. Ditambah, banyak mikroba yang tidak mudah mati jika berada di tempat dingin.

"Akibatnya jika mengonsumsi es batu yang sudah tercemar, masyarakat akan sakit perut, diare hingga tifus," jelas Teti, dikutip dari detikcom.

Hal senada juga disampaikan William Schaffner, seorang ahli penyakit menular di Universitas Vanderbilt. Schaffner menjelaskan, mengonsumsi air mentah bisa menyebabkan kita terpapar mikroba berbahaya. Meski hal ini juga tidak dapat diprediksi, karena ada air yang dapat murni di satu titik, namun pada waktu berikutnya karena perubahan iklim dan sebagainya, kuman bisa masuk ke dalam air tersebut.

"Ada bahaya minum air yang tidak diolah," kata Schaffner, dikutip dari Healthline.

Schaffner juga mengatakan, tidak mungkin hanya dengan melihat air secara kasat mata, kita bisa tahu itu bersih dan dapat diminum. Selain itu, filter bahkan bukan jaminan yang sempurna. Ini karena beberapa virus seperti norovirus dapat melakukan perjalanan melalui filter air.

"Airnya bisa terlihat sangat jernih, tetapi jangan percaya air itu, sebelum benar-benar matang," tegas Schaffner.

Simak selengkapnya dalam tayangan berikut,

[Gambas:Video Haibunda]

(yun/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi