parenting

ART Kejam! Campur Susu Formula dengan Detergen, Simak 3 Bahayanya

Ratih Wulan Pinandu Rabu, 09 Oct 2019 19:30 WIB
ART Kejam! Campur Susu Formula dengan Detergen, Simak 3 Bahayanya
Jakarta - Kisah asisten rumah tangga (ART) yang berbuat kejam seakan tak ada habisnya. Beberapa waktu lalu, seorang ART asal Indonesia yang bekerja di Singapura tega mencampurkan detergen ke dalam susu bubuk anak majikannya.

ART berusia 29 tahun itu dijatuhi hukuman penjara tiga tahun, dengan tuduhan melakukan percobaan meracuni bayi anak majikannya yang masih berusia 3 bulan.

Melansir Channel News Asia, sebelumnya, ART yang tak disebutkan namanya itu telah bekerja untuk paman korban selama 3 tahun. Dia mengaku merasa cemburu dengan teman sesama ART yang dipekerjakan orang tua bayi.


Sebelum melakukan aksinya, pelaku memastikan tak ada yang mengawasi tindakannya. Dia mengambil sendok susu formula dari lemari dapur dan menyembunyikannya di atas lemari dapur.

ART Kejam! Campur Susu Formula dengan Deterjen, Simak 3 BahayanyaIlustrasi susu bayi/ Foto: iStock

Setelah selesai menyeterika, ART tersebut mengambil sendok susu dan menuju ke toilet di kamar tidur utama. Di sana dia mengisi sendok sampai 3/4 penuh dengan dua jenis bubuk detergen. Dia kemudian menuang sendok ke dalam kaleng susu formula dan mengaduknya dengan sendok itu.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Zhou Yang menceritakan kalau keesokan harinya, sang ibu bayi membuatkan susu menggunakan sendok yang telah terkontaminasi detergen bubuk. Dia mulai curiga saat mengocok susu anaknya. Awalnya dia melakukan itu untuk memastikan bubuk susu telah lurut dengan benar.

Tapi, dia malah menemukan partikel merah muda dan hitam di bagian bawah botol susu. Dia kemudian menyingkirkan botol ini, dan membuat yang baru menggunakan susu bubuk yang masih di kaleng.

Ternyata dia melihat partikel biru di dalam botol. Sang ibu yang penasaran kemudian membuka kaleng susu dan mencium bau harum, dan melihat serpihan yang mirip deterjen. Merasa ada yang salah dengan susu formula itu, keluarga memutuskan untuk menyelidiki insiden itu.

Sang ibu bahkan sempat kembali ke tempat dia membeli susu formula. Dia kemudian mempersempit tuduhan pada orang-orang di rumahnya. Hingga kemudian merujuk pada pelaku. Lalu kasus ini ditangani oleh polisi.

Di pengadilan, ART itu mengatakan jika motifnya mencampur susu dengan detergen adalah iri terhadap pembagian kerja. Dia merasa jika majikannya tak adil membagi kerja dengan teman ART lainnya.

Dia melihat jika ART lainnya hanya diberi pekerjaan untuk merawat bayi. Sementara dia harus melakukan semua pekerjaan rumah tangga. Sehingga dia merasa diberi pekerjaan lebih banyak dibanding lainnya.

Kini, ART tersebut harus menanggung akibat perbuatannya. Dia divonis tiga tahun penjara karena dianggap terbukti melakukan kejahatan pada bayi majikannya.

Nah, Bunda, belajar dari kasus tersebut kita harus lebih hati-hati memperhatikan makanan bayi yang tercemar bahan berbahaya. Berikut beberapa bahaya susu bayi yang tercemar bahan kimia berbahaya.

1. Sebabkan muntah dan diare

Menurut Health Science Authority (HSA), anak-anak di bawah usia enam tahun yang terpapar detergen dapat mengalami muntah, batuk, tersedak, iritasi atau sakit pada mata, konjungtivitis, ngantuk, dan lesu. Anak juga bisa mengalami muntah, dan diare, hingga cedera kaustik dan saluran pencernaan.

2. Merusak tiroid

Studi menunjukkan bahwa susu formula bisa terkontaminasi bahan kimia berbahaya seperti perklorat setelah ditambah dengan air. Sebab hasil penelitian menunjukkan sumber air minum di seluruh negara rata-rata mengandung perklorat.

Perklorat adalah bahan kimia berbahaya dalam bahan bakar roket yang menjadi sangat berbahaya untuk bayi. Menurut Centers for Disease Control scientists (CDC) paparan perklorat dapat merusak tiroid, yang menghambat perkembangan otak bayi.

"Seperti yang ditunjukkan oleh penelitian yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, bayi yang diberi susu formula berbahan susu sapi dapat terkena perklorat dari dua sumber. Air keran dan susu formula. Itu menunjukkan bahwa jutaan bayi Amerika berpotensi berisiko," kata Anila Jacob, seorang dokter dan ilmuwan senior dengan Kelompok Kerja Lingkungan, Washington, DC, dikutip dari Scientific American.

3. Keracunan melamin

Melansir Baby Gaga, pada tahun 2008 ada 3nam bayi meninggal setelah meminum susu formula bayi yang mengandung adonan melamin.

WHO sebagai organisasi kesehatan dunia tidak menyetujui penggunaan melamin dalam produk makanan. Sedangkan di Amerika melamin ditemukan dalam susu formula. Melamin kaya akan nitrogen dan banyak digunakan dalam pemrosesan plastik dan perekat.

Bunda, kenali juga berbagai macam jenis susu dengan melihat tayangan di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(rap/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi