Jakarta -
Dunia olahraga Tanah Air kembali kehilangan pemuda berbakat. Pembalap muda Indonesia,
Afridza Syach Munandar meninggal dalam kecelakaan di sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu (02/11/2019).
Afridza meninggal di usia 20 tahun saat bertanding di ajang balap motor Asia Talent Cup. Dikutip dari
InsertLive, Afridza mengalami kecelakaan saat Race 1 ATC, tepatnya pada tikungan 10 di lap pertama.
Balapan langsung dihentikan dan Afridza sempat mendapatkan pertolongan pertama, sebelum akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Kuala Lumpur. Sayangnya, nyawanya tidak bisa diselamatkan.
Nama Afridza cukup dikenal di dunia balap motor. Ia kerap mengharumkan nama Indonesia di kancah Idemitsu ATC dan beberapa kali berhasil naik podium.
Dalam unggahan di media sosialnya, Afridza terlihat sebagai sosok anak muda pekerja keras, Bunda. Ia juga selalu bersyukur dan punya keinginan mulia, yaitu menjadi orang yang bermanfaat.
"
Try not to be a success, but be a worthy one (Mencoba untuk tidak sukses tapi menjadi orang yang berguna)," tulis keterangan di akun
Instagram miliknya.
Meninggalnya Afridza bukan cuma meninggalkan duka bagi teman dan masyarakat Indonesia, tapi juga keluarga. Apalagi pembalap ini meninggal tiba-tiba dalam kecelakaan.
Menurut psikolog klinis Christina Tedja, M.Psi, orang terdekat akan mengalami 5 fase kehilangan, yaitu penyangkalan, marah, bargaining (tawar-menawar),
depresi, dan penerimaan. Semua fase ini selalu ditemukan dan pasti akan dilewati oleh keluarga yang ditinggalkan.
"Tapi tidak menutup kemungkinan, ada orang yang stuck pada salah satu fase sehingga hidupnya tak lagi produktif," ujar wanita yang akrab disapa Tina ini.
"Kematian keluarga secara mendadak tentunya menjadi sebuah hal yang mengejutkan bagi pihak
keluarga," pungkasnya.
Simak cerita lengkap tentang meninggalnya Afridza di video berikut:
[Gambas:Video 20detik]
(ank/muf)