HaiBunda

MOM'S LIFE

Yuni Shara: Jangan Pernah Malu Jadi Janda

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Rabu, 06 Nov 2019 17:22 WIB
Yuni Shara: Jangan Pernah Malu Jadi Janda /Foto: Instagram olive_and_her_narcissbandit
Jakarta - Penyanyi Yuni Shara tak menampik bahwa ia telah menjanda selama 11 tahun. Ia juga tidak malu dengan sebutan janda yang melekat padanya.

"Janda, 11 tahun, ya memang janda. Jangan pernah malu menjadi janda, karena sewaktu-waktu kita enggak pernah tahu, pasangan kita itu ada sama kita terus atau enggak," ujarnya dikutip dari channel YouTube Ussy Andhika.

Meski demikian, kakak Krisdayanti ini paham bahwa masih ada masyarakat yang memandang sebelah mata dengan diksi janda. Padahal menurutnya hal itu bukanlah masalah, mestinya kita bisa terbiasa dengan bahasa tersebut.


"Kita harus terbiasa dengan bahasa kita. Jadi kalau misalnya janda, ya memang janda," ujarnya.

Itu sebabnya, wanita yang identik dengan rambut pendek ini mengaku sangat mendukung perempuan yang bekerja. Tujuannya tentu agar tidak bergantung pada laki-laki.

"Makanya saya selalu support perempuan untuk bisa bekerja, jadi supaya tidak tergantung sama laki-laki," tegasnya.

Yuni Shara. (Foto: Instagram @yunishara36)

Selain itu, rupanya wanita 47 tahun ini punya alasan kenapa sampai sekarang ia masih sendiri. Salah satunya karena anak-anaknya melarangnya mencari pendamping.

"Awalnya emang enggak boleh sama anak-anakku untuk berhubungan. Sempat punya pacar, setelah gagal enggak dikasih lagi," katanya.

"Pernah pacaran lagi diem-diem, lucu ya kita takut sama anak. Dulu takut sama orang tua, tapi ternyata feeling anakku betul, kita enggak sama lagi. Aku putuskan untuk enggak. Sampai akhirnya enggak kepikiran lagi," sambungnya.

Tentunya tidak ada perempuan yang menginginkan menjadi janda, Bunda. Namun yang namanya hidup tidak pernah ada yang tahu jalannya.

Menjadi janda, artinya seorang perempuan kehilangan pasangan, entah itu karena bercerai atau kematian. Dijelaskan psikolog, Romeo Vitelli Ph.D. ada beberapa hal dalam hidup yang cenderung menyebabkan depresi, salah satunya kehilangan pasangan.

Seperti yang ditunjukkan oleh berbagai penelitian, kematian pasangan adalah sumber utama stres kehidupan yang sering membuat orang rentan terhadap masalah-masalah selanjutnya, termasuk depresi, stres kronis, dan berkurangnya harapan hidup. Sementara proses kesedihan biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk mereda.

"Kesendirian juga mungkin merupakan tantangan terbesar bagi yang berurusan dengan kehilangan pasangan," tutur Vitelli, dilansir Psychology Today.

Vitelli kemudian menyarankan, bagi mereka yang kehilangan pasangan, patutnya menyadari bagaimana depresi dan kesepian dapat menyebabkan masalah kesehatan. Selain itu, kadang dukungan sosial saja kurang cukup, mesti ada terapi perilaku kognitif yang mungkin diperlukan untuk mengurangi pemikiran negatif yang dapat menyebabkan depresi serius dan masalah-masalah yang dapat terjadi.

[Gambas:Video 20detik]

(yun/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi

Mom's Life Annisa Karnesyia

LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!

Mom's Life Sandra Odilifia & Fauzan Julian Kurnia

Ramai Selebgram Fahira Almira Bandingkan Pengobatan di RI & Penang, Diduga Ada 'Black Campaign'

Mom's Life Tim HaiBunda

Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya

Parenting Tim HaiBunda

Serunya Dhea Ananda Ajak Ibunda Liburan ke China, Daki Gunung Naik Eskalator

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?

Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya

LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!

Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi

Tips Memilih Gaun untuk Maternity Shoot agar Tampil Cantik dan Flawless dengan Baby Bump

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK