moms-life

Khaizuran, Tokoh di Balik Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Radian Nyi Sukmasari Jumat, 08 Nov 2019 13:04 WIB
Khaizuran, Tokoh di Balik Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Jakarta - Pada tanggal 12 Rabiul Awal, Nabu Muhammad SAW lahir. Ibunya bernama Aminah dan ayahnya bernama Abdullah. Saat lahir, Nabi Muhammad diberi nama Ahmad bin Abdullah.

Bagi umat muslim, tiap tahun diadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tiap tanggal 12 Rabiul Awal. Sebenarnya, Bun, momen peringatan Maulid Nabi ini bisa dijadikan ajang mengajarkan sejarah pada anak, yakni sejarah Islam.

Profesor sejarah James J Sheehan mengatakan semua orang belajar soal sejarah. Dengan belajar dari pengalaman masa lalu, setidaknya seseorang bisa melakukan sesuatu di masa depan yang lebih baik.


"Pada murid dan anak-anak, lewat sejarah kita bisa mengajarkan mereka tentang nilai moral dan bagaimana berperilaku dalam keseharian," ujar Sheehan dilansir Historians.

Bahkan, kata Sheehan dokter mencatat sejarah pasiennya untuk menentukan pengobatan yang lebih baik. Para politisi belajar sejarah untuk mengambil keputusan. Shehaan menekankan, sejarah adalah sebuah sumber kolektif yang bisa diandalkan, Bun, dalam melangkah ke depannya.

Nah, salah satu sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW yang menarik diketahui anak adalah sosok Khaizuran. Mengutip NU Online, merujuk pada Nuruddin Ali dalam kitabnya Wafa'ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa, dijelaskan bahwa ada seorang bernama Khaizuran.

Dia merupakan ibu dari Amirul Mukminin Musa al-Hadi dan al-Rasyid yang datang ke Madinah dan memerintahkan penduduk mengadakan perayaan kelahiran Nabi Muhammad di Masjid Nabawi. Dari Madinah, Khaizuran juga menyambangi Makkah dan melakukan perintah yang sama kepada penduduk Makkah untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad.

Jika di Madinah perayaan kelahiran Nabi Muhammad bertempat di masjid, Khaizuran memerintahkan penduduk Makkah untuk merayakan Maulid di rumah-rumah mereka. Khaizuran merupakan sosok berpengaruh selama masa pemerintahan tiga khalifah Dinasti Abbasiyah, yaitu pada masa Khalifah al-Mahdi bin Mansur al-Abbas (suami), Khalifah al-Hadi dan Khalifah al-Rasyid (putra).

Karena pengaruh besarnya tersebut, Khaizuran mampu menggerakkan masyarakat Muslim di Arab. Hal ini dilakukan agar teladan, ajaran, dan kepemimpinan mulia Nabi Muhammad bisa terus menginspirasi warga Arab dan umat Islam pada umumnya. Pada masa Dinasti Abbasiyah, pembaruan pemikiran memang banyak terjadi di semua sektor kehidupan, dari perkembangan ilmu-ilmu umum, arsitektur, hingga situs-situs sejarah.

Khaizuran, Tokoh di Balik Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAWKhaizuran, Tokoh di Balik Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW/ Foto: iStock
Khaizuran merupakan salah satu sosok yang mempunyai perhatian besar terhadap Nabi Muhammad beserta situs-situs sejarah peninggalan Nabi. Termasuk memprakarsai penghormatan terhadap kelahiran Rasulullah SAW. Muhammad diyakini lahir pada 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah (570 Masehi).

Namun dalam catatan Muhammad Husain Haekal dalam Sejarah Hidup Muhammad (2006) ada juga pendapat-pendapat lain yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir lima belas tahun sebelum peristiwa gajah. Ada juga yang mengatakan ia dilahirkan beberapa hari atau beberapa bulan atau juga beberapa tahun sesudah Tahun Gajah. Ada yang menaksir tiga puluh tahun, dan ada juga yang menaksir sampai tujuh puluh tahun.

Cari tahu kiat mengajarkan agama pada anak di video berikut, Bun.

[Gambas:Video Haibunda]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi