moms-life

Sudah Jadi Orang Tua, Masih Adakah 'Anak Kecil' dalam Diri Kita?

Asri Ediyati Jumat, 15 Nov 2019 17:09 WIB
Sudah Jadi Orang Tua, Masih Adakah 'Anak Kecil' dalam Diri Kita?
Jakarta - Pernahkah Bunda mendengar istilah 'Anak kecil mengasuh anak kecil'? Ya, secara enggak sadar, anak kecil dalam diri kita muncul. Saat menyelesaikan masalah, kita tak berpikir secara dewasa melainkan seperti anak kecil.

Banyak sekali orang tua yang enggak bisa jadi dirinya sendiri karena ada inner child. 'Anak kecil' dalam dirinya sendiri itu lah yang menguasai dirinya. Emosinya meledak-ledak, bahkan pada anak sendiri.

Menurut psikolog Elly Risman, semua permasalahan yang dihadapi di dalam rumah bukan berasal dari pasangan suami istri. Bukan pula salah menjadi orang tua, melainkan kesehatan mental masing-masing individu.

Kata Elly, parenting is all about wiring. Maksudnya, bagaimana otak bisa menyambung-nyambungkan semuanya. Termasuk kata-kata, yang tak disangka-sangka ternyata menjadi kekerasan kata.


Lalu, kekerasan kata menyebabkan kekerasan emosi, belum lagi kekerasan fisik. Terakhir, yang paling menakutkan yaitu kekerasan seksual. Di sela-sela Seminar Mengenali dan Mengatasi Kecanduan Anak pada Internet Pornografi dan Games Online, di Al Azhar Kelapa Gading, Elly pun memutar video sebagai contoh.

Video tersebut menggambarkan bagaimana inner child seorang pria dewasa terbentuk dari pengalamannya sejak kecil. Dalam video, sejak bayi hingga dewasa muda, pria tersebut selalu dibilang oleh orang sekitarnya "Laki-laki tidak boleh menangis". Dari kekerasan kata-kata itulah membuat dirinya ketika menjadi suami orang, berani menganiaya istri.

"Siapa yang tahu terjadi tempat tidur, di kamar? Bagaimana kebiasaan itu kita bentuk pada anak kita. Jadi, pria memukul istri itu pria itu sendiri atau anak kecil dalam dirinya?" ujar Elly Risman.

Kata Elly, inner child itu muncul karena orang tua membesarkan anak dengan 12 gaya populer. Apa saja? Yaitu memerintah, menyalahkan, meremehkan, membandingkan, melabel, mengancam, menasihati, membohongi, menghibur, mengeritik, menyindir, dan menganalisis.
ilustrasi ayah dan anakilustrasi ayah dan anak/ Foto: ilustrasi/thinkstock
Nah, jika inner child kita keluar terus, kita selesaika´┐╝ilustrasi ayah dan anak/ Foto: ilustrasi/thinkstock
_n dahulu diri kita, Bunda. Selain itu, jangan lupa kenali inner child dari pasangan kita.

"Istri harus tahu ransel suaminya, begitu pula sebaliknya. Mau enggak mau kenali diri sendiri dan pasangan. Barulah kita bekerja sama," tutur Elly.

Psikolog 68 tahun itu menyarankan, kita sebagai orang tua yang sadar parenting harus jadi agent of change. Lantas, bagaimana menyelesaikan inner child? Bagi Bunda yang Islam, caranya mengacu pada Alquran.

"Ketika Rasulullah berat banget melawan quraisy, Al Imran ayat 159. (Artinya) Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka," kata Elly.

"Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu," sambungnya.

Mengacu pada ayat tersebut, Elly mengajak untuk para orang tua yang terlanjur marah atau berbuat masalah ke anaknya untuk meminta maaf. Jika bersikap keras, justru akan menjauhkan anak tersebut dari orang tua. Lalu, minta anak untuk mendoakan orang tuanya.

"Pertama sikap kita minta maaf, kita harus memerdekakan pikiran kita, memerdekan jiwa kita karena kita mengasuh super milenial, jadi enggak bisa pakai itu kalau jiwa pikiran enggak merdeka. Perbanyak salat malam, zikir lima kali. Keluarkan emosi negatif, keluarkan beban emosi masa lalu," tambah Elly.

Setelah itu jangan lupa rumuskan ulang tujuan pengasuhan dengan suami, Bunda. Kenapa kita harus merumuskan ulang tujuan pengasuhan? Ya, jangan sampai hilangnya prinsip pribadi tentang itu. Jangan sampai kalau selama ini kita ikut orang lain.

Kemudian perbaiki komunikasi dengan anak, kita minta maaf. Jangan lupa bagi Bunda yang Islam, utamakan tauhid akhlak. Semua ini juga harus dilakukan dengan perlahan.

Simak juga cara ajari anak pendidikan seks sejak dini melalui video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi